Menolong Perancis Bersinar Pada Piala Dunia 2022, Mbappe Masuk Buku Rekor

Menolong Perancis Bersinar Pada Piala Dunia 2022, Mbappe Masuk Buku Rekor Kylian Mbappe sendiri mencatatkan namanya di buku rekor selepas membantu timnas Perancis tampil gemilang di Piala Dunia 2022. Striker 23 tahun tersebut memulai turnamen besar sepak bola dunia tersebut dengan impresif selepas menyumbangkan sebanyak tiga gol dalam dua pertandingan pertama melawan Australia dan juga Denmark.

Kylian Mbappe sendiri menuliskan namanya dalam sebuah buku rekor serta membuktikan diri bahwa ia merupakan salah satu pemain terbaik di Piala Dunia ini. Striker yang berusia 23 tahun tersebut mencetak dua gol yang memastikan Prancis menjadi salah satu tim pertama yang lolos ke sesi gugur dan sang juara bertahan masih akan terus melaju.

Baca Juga: Mantan Pelatih Timnas Inggris Menyarankan Maguire Pergi Dari MU

Bintang Paris Saint-Germain yakni Mbappe masih 23 tahun tapi ia sudah menyumbangkan sebanyak 31 gol untuk timnas negaranya dan 14 di antaranya terjadi dalam 12 pertandingan terakhir untuk Les Bleus yang sekaligus menunjukkan ia tengah dalam penampilan terbaiknya di Qatar. Sang striker sendiri merupakan pemain kedua setelah Pele yang mencetak tujuh gol di Piala Dunia sebelum berusia 24 tahun dan di level ini ia masih dapat  memecahkan rekor lain. Ia baru akan menginjak 24 tahun dua hari setelah final Piala Dunia 2022.

Kecepatan, beberapa gol dan kecemerlangan sang striker yang membawa Perancis meraih kejayaan di Piala Dunia 2018 lalu walau banyak pemain andalan yang cedera, tapi Les Bleus kelihatannya punya skuat terbaik dan dalam diri mereka memiliki seorang striker dengan segala sesuatunya. Luar biasanya Denmark sebelumnya mengalahkan tim besutan Didier Deschamps di dua pertandingan terakhir di awal tahun ini di Liga Negara UEFA.

Tuan Rumah Tersapu Lebih Awal Di Piala Dunia

Tuan Rumah Tersapu Lebih Awal Di Piala Dunia Tersapunya tuan rumah Qatar dari Piala Dunia 2022 dikatakan menyusul hasil imbang 1-1 antara Belanda dan Ekuador di tempat lain di Grup A.

Qatar sendiri mengalami awal yang susah untuk turnamen di negara mereka sendiri, memulai pertandingan pertama mereka di Piala Dunia 2022 dengan menerima kekalahan 2-0 di tangan Ekuador.

Kesialan pun berlanjut pada hari Jumat (25/11) malam kemarin  WIB, sewaktu tim arahan Felix Sanchez dibungkam oleh Senegal 3-1. Dan hasil imbang 1-1 yang diperoleh Belanda dan Ekuador beberapa waktu setelahnya membuat tim berjuluk Al-Annabi sah tersingkir dari Piala Dunia.

Baca Juga: Simeone Memuji Penampilan Bagus Joao Felix Di Piala Dunia 2022

Sebab Belanda dan Ekuador masing-masing punya empat poin di Grup A dan Senegal mengumpulkan tiga poin, itu berarti negara tuan rumah secara matematis tak punya kesempatan, bahkan jika mereka berhasil mengejutkan dunia dan mengalahkan Belanda di pertandingan terakhir pada hari Selasa 29 November.

Upamecano Merasa Puas Akan Penampilan Pertamanya Di Piala Dunia

Upamecano Merasa Puas Akan Penampilan Pertamanya Di Piala Dunia  Upamecano mengatakan akan rasa puasnya selepas mencicipi Piala Dunia pertamanya bersama tim Prancis dengan kemenangan 4-1 atas Australia pada Selasa silam (23/11/2022) waktu setempat.

Prancis sendiri meraup kemenangan 4-1 atas Australia di pertandingan pertamanya di sesi penyisihan grup Piala Dunia pada hari Selasa. Dayot Upamecano tampil mengesankan di pertandingan tersebut dalam menjaga posisi pertahanan Les Bleus dan ia pun juga mengaku puas dengan penampilannya tersebut.

“Saya amat puas. Saya mengharapkan pertandingan besar. Saya amat senang dengan kemenangan pertama saya bersama tim dan yang terpenting, yang pertama di Piala Dunia. Kami harus terus seperti itu. Kami akan beristirahat untuk bersiap bertempur dengan Denmark,” ucap Upamecano.

Baca Juga: Gavi Menjadi Pencetak Gol Termuda Selepas Pele

Les Bleus pernah tertinggal dulu lewat gol Craig Goodwin di menit ke-9, tapi dapat bangkit untuk mencetak dua gol dalam selang lima menit lewat Adrien Rabiot serta Oliver Giroud. Di sesi kedua mereka menambah dua gol lagi lewat Kylian Mbappe dan Giroud untuk merampungkan pertandingan dengan kemenangan 4-1. Menurut Upamecano, kelengahan Les Bleus di sesi pertama terjadi sebab mereka memerlukan sedikit waktu untuk masuk ke dalam permainan.

Gavi Menjadi Pencetak Gol Termuda Selepas Pele

Gavi Menjadi Pencetak Gol Termuda Selepas Pele Gelandang Spanyol yakni Gavi menjadi pencetak gol termuda ketiga di sepanjang sejarah piala dunia serta paling muda usai legenda Brasil yakni Pele pada tahun 1958, setelah ia mencetak gol ke-74 di kemenangan negaranya 7-0 atas Kosta Rika pada Rabu (23/11) kemarin malam WIB.

Ketika Gavi bermain di pertandingan melawan Kosta Rika, pemain muda Barcelona tersebut juga menjadi pemain termuda berusia 18 tahun, 110 hari yang pernah tampil guna membela Spanyol di turnamen besar internasional Piala Dunia atau Piala Eropa.

Baca Juga: Enrique Memuji Gavi Selepas Ciptakan Rekor Baru

“Saya tak pernah bermimpi dapat berada di sini di usia ini, saya amat senang dapat berada di sini, ini baru satu langkah, saya harus meneruskannya,”ujar sang pemain.

La Roja sendiri memimpin 4-0 saat Alejandro Balde berlari menembus posisi pertahanan Kosta Rika dan setelah penjaga gawang Keylor Navas melakukan clearance, Alvaro Morata memberikan umpan terhadap Gavi dan ia menyarangkan golnya melalui kaki kanannya dan ini dianggap salah satu penampilan skil yang jauh luar biasa sampai sejauh ini di Piala Dunia 2022. Kontribusinya membuatnya dianugerahi gelar pemain terbaik di pertandingan tersebut.

Enrique Memuji Gavi Selepas Ciptakan Rekor Baru

Enrique Memuji Gavi Selepas Ciptakan Rekor Baru Pelatih Timnas Spanyol yakni Luis Enrique mengatakan cukup kagum dengan penampilan Gavi yang menciptakan rekor baru. Itu juga merupakan hari yang penting untuk Gavi.

Pemain yang masi berusia 18 tahun tersebut menjadi pemain Spanyol termuda yang pernah bermain di Piala Dunia, cuma dalam usia 18 tahun 110 hari dengan tendangan volinya yang dapat dikatakan luar biasa, Gavi juga menjadi pencetak gol Spanyol termuda serta pencetak gol termuda ketiga dalam sejarah Piala Dunia.

Pemain terakhir yang mengungguli akan rasa hormat tersebut tak lain ialah Pele. Beberapa rekor tersebut diimbangi dengan penampilan yang hebat dan beberapa statistik yang luar biasa.

Baca Juga: Timnas Jerman Kembali Berulah, Tetap Mendukung LGBT Di Piala Dunia 2022

Ketika Spanyol mendominasi penguasaan bola, mencatat sebesar 82% penguasaan bola, Gavi berperan cukup penting dalam dominasi mereka dengan dan tanpa bola. Gavi menjadi pencetak gol Piala Dunia termuda Spanyol dalam prosesnya dan Luis Enrique ditanya seberapa bagus dia dapat menjadi selepas pertandingan.

“Saya tak tahu, saya harap dia akan pergi dan bermain jauh lebih baik setiap saat dan mencoba untuk menjadi agresif dengan dan tanpa bola,” ucapnya.

Busquets Tak Percaya Ini Piala Dunia Terakhirnya

Busquets Tak Percaya Ini Piala Dunia Terakhirnya Sergio Busquets sendiri sudah tak muda lagi. Walau demikian, dia menegaskan belum berpikir bahwa Piala Dunia 2022 ini akan menjadi yang terakhir baginya.

Gelandang Barcelona tersebut bertanding di turnamen keempatnya selepas memenangkan trofi bersama Spanyol pada tahun 2010 silam. Pemain yang kini berusia 34 tahun tersebut juga memenangkan Kejuaraan Eropa tahun 2012 dan bermimpi memenangkan gelar lain di Qatar.

“Saya menantikan yang ini dengan sangat ambisius, terlepas dari apakah ini Piala Dunia keempat saya,” ucapnya.

Baca Juga: Nicolas Sudah Tak Memiliki Masa Depan Di Arsenal

“Kami semua tahu apa yang diinginkan pelatih, kami merupakan tim yang amat sulit dikalahkan. Saya sendiri tak akan membuat keputusan apakah akan bermain lagi sebelum, selama atau setelahnya. Saya lebih dekat untuk menjadi yang terakhir daripada menjadi yang lain dalam empat tahun.”

“Ini merupakan suatu jenis peran lain yang sudah saya lakukan di Piala Dunia lainnya. Mungkin dengan lebih banyak pengalaman, sebagai kapten. Saya mencoba untuk mengawasi semua orang dan saya pikir kami berada di jalur yang benar, bukan cuma saya, kapten lainnya.”

Jordan Pickford Percaya Timnya Dapat Kalahkan Yang Terbaik Di Piala Dunia

Jordan Pickford Percaya Timnya Dapat Kalahkan Yang Terbaik Di Piala Dunia Kiper Inggris yakni Jordan Pickford yakin timnya dapat kalahkan yang terbaik di Piala Dunia mendatang di Qatar.

Berbicara menjelang pertandingan pertama negaranya, Pickford sendiri mengatakan Inggris akan berupaya guna memenangkan setiap pertandingan yang mereka mainkan dalam usaha untuk menjadi juara.

“Bermain untuk Inggris merupakan mimpi sebagai seorang anak yang tumbuh dewasa, impian setiap anak yang mencintai sepak bola merupakan bermain untuk Inggris dan saya sudah mencapai impian tersebut,” ucap kiper Inggris dan Everton.

Baca Juga: Prancis Dikatakan Tak Akan Jadikan Saliba Jadi Pilihan Utama

“Semangat saya berikutnya ialah menjadi nomor satu untuk Inggris dan untungnya, saya menjadi nomor satu sejak Piala Dunia Rusia tahun 2018.

“Sekarang saya memperoleh peluang untuk pergi ke Piala Dunia kedua saya, kami kalah di semifinal terakhir kali, kalah di final di Euro, jadi kami sudah merasakan kekalahan dan sekarang semoga giliran kami untuk pergi, kalahkan yang terbaik dan terus maju.”

Prancis Dikatakan Tak Akan Jadikan Saliba Jadi Pilihan Utama

Prancis Dikatakan Tak Akan Jadikan Saliba Jadi Pilihan Utama William Gallas tak  berpikir bek tengah Arsenal yakni William Saliba akan menjadi starter untuk Prancis di Piala Dunia bahkan saja bila Raphael Varane tak bermain.

Bek tersebut mempunyai awal yang cemerlang bagi musim tersebut untuk Arsenal selepas kembali dari masa pinjaman di Marseille, yang membuatnya dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik Ligue 1 musim kemarin.

Arsenal sendiri memenangkan 12 dari 14 pertandingan Liga Premier mereka musim ini dan dia juga sudah menjadi salah satu alasan utama kenapa mereka unggul lima poin di puncak klasemen.

Prancis yang memulai perjalanan Piala Dunia mereka melawan Australia pada hari Selasa (22/11) esok hari diberkati di sejumlah posisi dan pertahanan tengah tak berbeda dengan Raphael Varane dari Man United, Ibrahima Konate dari Liverpool dan Dayot Upamecano dari Bayern Munchen menjadi beberapa pemain yang dapat bermain dalam posisi tersebut.

Baca Juga: Lukaku Cuti Dalam Dua Pertandingan Pertama Belgia

Dan terlepas dari penampilan bagus bek Arsenal musim ini, mantan bek Arsenal yakni Gallas tidak yakin bos Didier Deschamps akan memainkannya.

“William Saliba menjalani paruh pertama musim yang brilian, namun saya pikir akan sulit untuknya untuk menjadi starter di Prancis,” ucap Gallas.

Lukaku Cuti Dalam Dua Pertandingan Pertama Belgia

Lukaku Cuti Dalam Dua Pertandingan Pertama Belgia Romelu Lukaku tak akan bermain untuk Belgia di Piala Dunia hingga setidaknya pertandingan terakhir Grup F melawan Kroasia.

Sang penyerang sendiri tak ambil bagian dalam sesi latihan pertama Setan Merah sejak mereka sampai di Qatar pada hari Jumat (18/11) silam, sewaktu ia melanjutkan proses pemulihan dari cedera hamstring.

Lukaku merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belgia dengan sebanyak 68 gol dalam 102 penampilan dan dipanggil ke tim Piala Dunia mereka walaupun pelatih Roberto Martinez mengatakan bahwa dia tidak sepenuhnya fit.

Baca Juga: Satu Minggu Sudah Eriksen Belum Bicara Dengan Ronaldo

Pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut mengalami masa susah selama 18 bulan terakhir, pindah kembali ke Inter Milan dengan status pinjaman usai musim yang buruk bersama Chelsea.

Tapi, dia baru saja bermain dua kali untuk Inter sejak bulan  Agustus selepas mengalami luka saat kalah 3-1 di Lazio.

Tanpa Sosok Ronaldo Portugal Masi Tetap Tim Kuat

Tanpa Sosok Ronaldo Portugal Masi Tetap Tim Kuat Gelandang timnas Portugal yakni Bernardo Silva, mengatakan bahwa negaranya akan tetap menjadi tim yang kokoh di Piala Dunia 2022 walau tanpa adanya sosok Cristiano Ronaldo.

Cristiano Ronaldo dalam satu minggu terakhir menjadi tajuk utama pemberitaan media usai melayangkan suatu pernyataan yang menyerang pemilik Man United dan sang manajer Erik ten Hag. Akibat kelakuannya tersebut, Ronaldo sendiri kebanjiran kecaman hingga terancam ditendang dari Old Trafford. Tak sampai di situ, akibat permasalahan tersebut tak sedikit pihak yang khawatir fokus Ronaldo bersama timnas Portugal di Piala Dunia 2022 akan terganggu.

Tapi Bernardo Silva sendiri memastikan bahwa Ronaldo kini sangat fokus membela negaranya di turnamen empat tahunan tersebut.

Baca Juga: Eriksen Tidak Pernah Kepikiran Untuk Tampil Di Piala Dunia 2022

“Saya melihat Ronaldo termotivasi serta fokus, seperti pemain lain. Dia sekali lagi hadir untuk membantu negara kami dan tim nasional. Ada banyak pembicaraan perihal topik tersebut, namum kami ada Piala Dunia untuk dimainkan,” ucap Bernardo terhadap A Bola.

Lebih lanjut Bernardo sendiri memberikan tanggapan terkait kesempatan Ronaldo yang kemungkinan absen pada pertandingan pembuka di Qatar 2022 yang mempertemukan antara Portugal dengan Ghana, Kamis (24/11) malam WIB. kabar tersebut mulai menyeruak usai CR7 absen pada waktu Portugal melaksanakan pertandingan uji coba dengan Nigeria belum lama ini.