Begini Perasaan Abraham Tak Bermain Dia Piala Dunia 2022

Begini Perasaan Abraham Tak Bermain Dia Piala Dunia 2022 Penyerang AS Roma yakni Tammy Abraham, buka suara perihal perasaannya yang tak dapat membela Timmas Inggris pada pagelaran Piala Dunia 2022 kini.

Pada musim 2021/22 kemarin, Tammy Abraham baru saja mencatatkan debut manis bagi AS Roma lewat sumbangan 27 gol dan lima assists dari sebanyak 53 pertandingan yang dilaluinya.

Sayangnya, penampilan sang striker menurun cukup drastis di musim 2022/23 ini, di mana Abraham tercatat baru bisa mencetak 3 gol saja dari 15 pertandingan Serie A.

Baca Juga: Southgate Percaya Harry Bersiap Untuk tampil Kontra Amerika Serikat

Berkat dari penampilan inkonsisten-nya tersebut, Abraham juga tak dipanggil oleh Gareth Southgate untuk membela Timnas Inggris di ajang Piala Dunia 2022 Qatar.

Abraham harus kalah saing dengan penyerang Newcastle United, yakni Callum Wilson yang didapuk Southgate untuk menjadi pelapis dari Harry Kane.

Bicara perihal kegagalannya berangkat ke Qatar, Abraham terhadap awak media mengatakan tak begitu mempermasalahkannya.

Striker yang berusia 25 tahun tersebut ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mengembalikan penampilam terbaiknya dan kembali masuk ke skuat Timnas Inggris di masa depan.

Southgate Percaya Harry Bersiap Untuk tampil Kontra Amerika Serikat

Southgate Percaya Harry Bersiap Untuk tampil Kontra Amerika Serikat Pelatih timnas Inggris yakni Gareth Southgate percaya bahwasannya sang kapten Harry Kane akan tersedia untuk pertandingan selanjutnya yakni kontra Amerika Serikat di Grup B Piala Dunia 2022.

The Three Lions sendiri akan menghadapi Negeri Paman Sam di Stadion Al Bayt pada hari Sabtu (26/11) esok hari WIB mendatang untuk pertandingan kedua mereka di Piala Dunia 2022.

Baca Juga: Gaal Secara Tegas Katakan Memphis Pemain Penting Bagi Timnas Belanda

Keadaan Harry Kane dikhawatirkan  menjelang pertandingan ini, sebab bomber Tottenham Hotspur tersebut ditarik keluar pada tengah pertandingan kontra Iran, Senin (21/11) silam, dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan.

Kemudian diketahui bahwa pemain yang kini berusia 29 tahun tersebut mengalami masalah terhadap pergelangan kakinya. Tapi, menjelang pertandingan, Gareth Southgate memberikan update perihal anak buahnya, yang dipercaya akan tersedia untuk menghadapi Amerika Serikat.

Gaal Secara Tegas Katakan Memphis Pemain Penting Bagi Timnas Belanda

Gaal Secara Tegas Katakan Memphis Pemain Penting Bagi Timnas Belanda Memphis Depay sendiri memang belum dapat tampil cukup maksimal sebab baru sembuh dari terluka. Walau demikian, pelatih Louis van Gaal menegaskan bahwa dia merupakan salah satu bomber andalannya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Memphis Depay sendiri balik dari cedera yang dialaminya. Pemain yang memperkuat Barcelona tersebut baru diturunkan sebagai pemain pengganti pada sesi kedua dalam kemenangan 2-0 atas Senegal, namun Van Gaal mengatakan ia tak percaya apakah dia sudah siap untuk memulai.

Baca Juga: Jepang Sukses Comeback Atas Si Jerman

Tapi, bos Belanda tersebut juga secara tegas mengatakan bahwa Depay sangat penting untuk harapan sukses timnya dan dia bersedia membuat pengecualian untuk penyerang tersebut.

“Dia sudah bermain selama 30 menit dan langkah selanjutnya adalah 45 menit. Luka yang dia alami membuatnya sangat sulit untuk memutuskan kapan dia dapat bermain jadi kami harus melihatnya,” ucap sang mantan pelatih Manchester United tersebut.

“Namun dia merupakan sosok pemain yang cukup luar biasa dan jadi saya harus mengesampingkan prinsip saya sebab saya menganggap dia sangat penting untuk tim saya.”

Jepang Sukses Comeback Atas Si Jerman

Jepang Sukses Comeback Atas Si Jerman Keberhasilan Jepang mencatatkan comeback gemilang atas Jerman terhadap pertandingan pertama grup E Piala Dunia 2022 Qatar menjadi suatu motivasi tambahan bagi gelandang Arema FC yang berasal dari Jepang, Renshi Yamaguchi untuk terus mengembangkan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar.

Maya Yoshida serta beberapa teman memang tampil cukup memukau pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Internasional Khalifa tersebut. Pernah tertinggal lewat eksekusi penalti Ilkay Gundogan di sesi pertama, tim Samurai Biru sukses bangkit di babak kedua lewat gol yang dicetak Ritsu Doan dan Takuma Asano untuk memastikan kemenangan dengan skor 2-1.

Baca Juga: Townsend Katakan Granit Xhaka Peroleh Kritik Yang Tak Adil

Tiga angka yang sukses diraih pada pertandingan pertama tersebut membuat Jepang saat ini menduduki peringkat dua klasemen sementra grup E Piala Dunia 2022 Qatar. Mereka kalah selisih angka dari Spanyol yang dipertandingan pertama sanggup memetik kemenangan telak 7-0 atas Kosta Rika.

Sebagai salah satu pemain yang berasal Jepang yang saat ini berkarir di Indonesia, Renshi Yamaguchi mengatakan bahwa kemenangan negaranya atas tim kuat Jerman merupakan hal yang luar biasa.

“Tentu saja saya senang dengan kemenangan Jepang atas Jerman. Ini menjadi kejutan,” ucapnya.

Townsend Katakan Granit Xhaka Peroleh Kritik Yang Tak Adil

Townsend Katakan Granit Xhaka Peroleh Kritik Yang Tak Adil Pemain sayap Everton yakni Andros Townsend, berpikir Granit Xhaka sudah memperoleh kritik yang tak adil selama waktunya di Arsenal. Dia mengatakan itu ketika menjadi komentator pertandingan Swiss melawan Kamerun di Piala Dunia 2022.

Granit Xhaka mungkin tak lagi memakai ban kapten di level tim, namun dia tetap menjadi kapten untuk negaranya. Terbaru, sang gelandang memimpin kemenangan 1-0 Swiss atas Kamerun di pertandingan Grup G Piala Dunia 2022, Kamis (24/11) malam kemarin WIB.

Baca Juga: Kane Masih Dikhawatirkan Cuti Menjelang Pertandingan Inggris Vs Amerika Serikat

Ini merupakan musim penebusan dari Xhaka di Arsenal dan perubahan besar dari pemain yang pernah dicemooh oleh fansnya sendiri ketika melawan Crystal Palace pada bulan Oktober 2019 silam.

Kane Masih Dikhawatirkan Cuti Menjelang Pertandingan Inggris Vs Amerika Serikat

Kane Masih Dikhawatirkan Cuti Menjelang Pertandingan Inggris Vs Amerika Serikat Keadaan kapten timnas Inggris yakni Harry Kane, masih diragukan jelang pertandingan kedua mereka di Piala Dunia 2022 kontra Amerika Serikat pada Sabtu (26/11) esok hari WIB.

Sang striker Tottenham Hotspur tersebut mengalami cedera engkel pada pertandingan pembuka The Three Lions di Piala Dunia 2022, sewaktu mereka mengalahkan Iran dengan skor 6-2 pada Senin (21/11) kemarin.

Pelatih Gareth Southgate mengatakan bahwa bombernya dalam keadaan baik-baik saja selepas pertandingan, tapi 90 min melaporkan bahwa Harry Kane masih merasakan sakit dan diragukan untuk tampil pertandingan kontra Amerika Serikat.

Baca Juga: Bukayo Saka Pernah Jadi Sasaran Rasisme, Dikatakan Memiliki Mental Yang Hebat

Bila Kane terluka, tentu itu akan merugikan bagi timnas Inggris. Tapi kabar baiknya ialah Kane kemungkinan cuma akan absen satu pertandingan.

Lebih jauh lagi, bila bomber berusia 29 tahun tersebut absen maka Callum Wilson akan mengambil alih tempatnya. Sang striker Newcastle United tersebut mengawali turnamen dengan baik selepas menciptakan sebuah assist untuk Jack Grealish dalam pertandingan kontra Iran.

Bukayo Saka Pernah Jadi Sasaran Rasisme, Dikatakan Memiliki Mental Yang Hebat

Bukayo Saka Pernah Jadi Sasaran Rasisme, Dikatakan Memiliki Mental Yang Hebat Carlton Cole memuji Bukayo Saka atas kekuatan mentalnya guna bangkit kembali selepas nasib malang di final Euro 2020 untuk bersinar dalam pertandingan pembuka Inggris di Piala Dunia 2022 melawan Iran tersebut.

Serangkaian bentuk pelecehan rasial yang sering memalukan menimpa pemain sayap Arsenal tersebut selepas dia gagal mengeksekusi tendangan penalti terakhir Inggris, membuat The Three Lions kalah di final Euro 202O melawan Italia 16 bulan silam.

Tapi, Saka sendiri jelas melupakan semua kekecewaannya dengan mencetak dua gol brilian dalam kemenangan 6-2 Inggris atas Iran pada Senin (21/11) kemarin. Usai mencetak gol dari tendangan voli, anak muda tersebut menari melewati para pemain Iran sebelum memasukkan bola ke dalam gawang dengan membuat kiper lawan untuk mati langkah.

Baca Juga: Upamecano Merasa Puas Akan Penampilan Pertamanya Di Piala Dunia

Sang mantan striker West Ham dan Inggris yakni Carlton Cole, langsung memuji mentalitas yang dipunya Saka di usianya yang baru menginjak 21 tahun tersebut.

“Ingat, dia Bukayo Saka dimarahi selepas Euro. Apakah Anda tahu betapa sulitnya untuknya untuk merasa seperti dia mengecewakan negaranya? Dan kemudian semua orang memberinya tongkat selepas itu,” ucap Cole.

Upamecano Merasa Puas Akan Penampilan Pertamanya Di Piala Dunia

Upamecano Merasa Puas Akan Penampilan Pertamanya Di Piala Dunia  Upamecano mengatakan akan rasa puasnya selepas mencicipi Piala Dunia pertamanya bersama tim Prancis dengan kemenangan 4-1 atas Australia pada Selasa silam (23/11/2022) waktu setempat.

Prancis sendiri meraup kemenangan 4-1 atas Australia di pertandingan pertamanya di sesi penyisihan grup Piala Dunia pada hari Selasa. Dayot Upamecano tampil mengesankan di pertandingan tersebut dalam menjaga posisi pertahanan Les Bleus dan ia pun juga mengaku puas dengan penampilannya tersebut.

“Saya amat puas. Saya mengharapkan pertandingan besar. Saya amat senang dengan kemenangan pertama saya bersama tim dan yang terpenting, yang pertama di Piala Dunia. Kami harus terus seperti itu. Kami akan beristirahat untuk bersiap bertempur dengan Denmark,” ucap Upamecano.

Baca Juga: Gavi Menjadi Pencetak Gol Termuda Selepas Pele

Les Bleus pernah tertinggal dulu lewat gol Craig Goodwin di menit ke-9, tapi dapat bangkit untuk mencetak dua gol dalam selang lima menit lewat Adrien Rabiot serta Oliver Giroud. Di sesi kedua mereka menambah dua gol lagi lewat Kylian Mbappe dan Giroud untuk merampungkan pertandingan dengan kemenangan 4-1. Menurut Upamecano, kelengahan Les Bleus di sesi pertama terjadi sebab mereka memerlukan sedikit waktu untuk masuk ke dalam permainan.

Gavi Menjadi Pencetak Gol Termuda Selepas Pele

Gavi Menjadi Pencetak Gol Termuda Selepas Pele Gelandang Spanyol yakni Gavi menjadi pencetak gol termuda ketiga di sepanjang sejarah piala dunia serta paling muda usai legenda Brasil yakni Pele pada tahun 1958, setelah ia mencetak gol ke-74 di kemenangan negaranya 7-0 atas Kosta Rika pada Rabu (23/11) kemarin malam WIB.

Ketika Gavi bermain di pertandingan melawan Kosta Rika, pemain muda Barcelona tersebut juga menjadi pemain termuda berusia 18 tahun, 110 hari yang pernah tampil guna membela Spanyol di turnamen besar internasional Piala Dunia atau Piala Eropa.

Baca Juga: Enrique Memuji Gavi Selepas Ciptakan Rekor Baru

“Saya tak pernah bermimpi dapat berada di sini di usia ini, saya amat senang dapat berada di sini, ini baru satu langkah, saya harus meneruskannya,”ujar sang pemain.

La Roja sendiri memimpin 4-0 saat Alejandro Balde berlari menembus posisi pertahanan Kosta Rika dan setelah penjaga gawang Keylor Navas melakukan clearance, Alvaro Morata memberikan umpan terhadap Gavi dan ia menyarangkan golnya melalui kaki kanannya dan ini dianggap salah satu penampilan skil yang jauh luar biasa sampai sejauh ini di Piala Dunia 2022. Kontribusinya membuatnya dianugerahi gelar pemain terbaik di pertandingan tersebut.

Enrique Memuji Gavi Selepas Ciptakan Rekor Baru

Enrique Memuji Gavi Selepas Ciptakan Rekor Baru Pelatih Timnas Spanyol yakni Luis Enrique mengatakan cukup kagum dengan penampilan Gavi yang menciptakan rekor baru. Itu juga merupakan hari yang penting untuk Gavi.

Pemain yang masi berusia 18 tahun tersebut menjadi pemain Spanyol termuda yang pernah bermain di Piala Dunia, cuma dalam usia 18 tahun 110 hari dengan tendangan volinya yang dapat dikatakan luar biasa, Gavi juga menjadi pencetak gol Spanyol termuda serta pencetak gol termuda ketiga dalam sejarah Piala Dunia.

Pemain terakhir yang mengungguli akan rasa hormat tersebut tak lain ialah Pele. Beberapa rekor tersebut diimbangi dengan penampilan yang hebat dan beberapa statistik yang luar biasa.

Baca Juga: Timnas Jerman Kembali Berulah, Tetap Mendukung LGBT Di Piala Dunia 2022

Ketika Spanyol mendominasi penguasaan bola, mencatat sebesar 82% penguasaan bola, Gavi berperan cukup penting dalam dominasi mereka dengan dan tanpa bola. Gavi menjadi pencetak gol Piala Dunia termuda Spanyol dalam prosesnya dan Luis Enrique ditanya seberapa bagus dia dapat menjadi selepas pertandingan.

“Saya tak tahu, saya harap dia akan pergi dan bermain jauh lebih baik setiap saat dan mencoba untuk menjadi agresif dengan dan tanpa bola,” ucapnya.