Pemain Real Madrid Yang Layak Dijual

Pemain Real Madrid Yang Layak Dijual

Onestopfootball.net – Di leg kedua babak keenam belas Liga Champions, Rabu (3/3/2019), WIB dini hari, Real Madrid dikalahkan oleh Ajax Amsterdam dengan skor 1-4. Empat gol tim tamu dicetak oleh Hakim Ziyech (7 ‘), David Neres (18’), Dusan Tadic (62 ‘) dan Lasse Schöne (72’). Sementara itu, gol kandang lahir melalui Marco Asensio (70 ‘).

Real Madrid telah tersingkir dari Liga Champions UEFA 2018-2019, setelah gagal memenuhi tantangan Ajax Amsterdam. Ironisnya, Real Madrid tersingkir di depan puluhan ribu orang Madrilenians yang hadir di Santiago Bernabeu. Setelah pertandingan, nama Santiago Solari adalah pemimpin untuk meninggalkan Santiago Bernabeu. Pelatih dianggap orang yang paling bertanggung jawab atas kinerja Real Madrid.

Namun, ternyata Solari bukan satu-satunya yang menjadi sorotan. Beberapa nama juga muncul dan dianggap layak pergi ke markas Real Madrid. Berikut adalah 3 nama pemain utama yang dapat dijual di bursa transfer musim panas 2019.

Marcelo

Marcelo masih diaggap sebagai satu di antara bek kiri terbaik dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, ia membuktikan itu, dan mampu menjadi kekuatan lini belakang Real Madrid.

Pada musim lalu, Marcelo masih menjadi satu di antara kekuatan utama lini belakang Real Madrid di bawah asuhan Zinedine Zidane. Zizou mengakui, peran Marcelo sangat penting saat Real Madrid meraih gelar Liga Champions untuk kali ketiga secara beruntun.

Namun, saat ini kondisi Marcelo tak konsisten. Namanya mulai digeser bintang muda, Sergio Reguilon. Meski nama terakhir masih dianggap labil, namun tim pelatih El Real sudah memiliki solusi, yakni memberi banyak menit bermain terhadap jebolan akademi Real Madrid tersebut.

Setelah 12 tahun yang luar biasa bersama Real Madrid, sepertinya Marcelo sudah layak meninggalkan Los Blancos. Hal itu akan berbeda jika Marcelo ngotot bertahan di Real Madrid, meski dengan risiko tak masuk tim reguler.

Toni Kroos

Toni Kroos langsung menjadi kekuatan utama Real Madrid saat datang dari Bayern Munchen, lima tahun lalu. Ia mampu menyeimbangkan lini tengah Los Blancos, baik saat menyerang maupun bertahan.

Dia menjadi bagian penting atas raihan beberapa trofi, termasuk sekali di pentas La Liga dan tiga gelar Liga Champions. Namun, sepanjang musim ini, Toni Kroos mendapat kritikan tajam terkait minimnya kontribusi terhadap tim.

Baca juga : 10 Pemain FIFA 19 Ultimate Team

Pada musim ini, selain inkonsisten, ia juga belum mencetak gol di panggung La Liga dan hanya sekali di Liga Champions. Selain itu, Kroos sempat dianggap sebagai pengganti sepadan atas kepergian Cristiano Ronaldo, dari sisi pengalaman dan kepemimpinan.

Sayang, penampilan buruk sepanjang musim ini menjadi bukti kalau Kroos tak lagi oke, terutama terlihat ketika bersua Barcelona dan Levante. Saat kalah dari Ajax Amsterdam, dini hari tadi WIB, beberapa kali Kroos melakukan kesalahan.

Gareth Bale

Bukan rahasia lagi jika Gareth Bale sudah masuk gosip bakal menghilang dari markas Real Madrid. Namun, Bale masih bertahan hingga sekarang, dan itu menjadi sumber berita yang tak pernah berhenti.

Kepantasan Real Madrid untuk melepas Gareth Bale berasal dari performa sang pemain. Ia dianggap tak lagi mumpuni sejak datang dari Tottenham Hotspur pada 2013. Bale tak pernah menemukan permainan terbaik secara konsisten, dan itu membuatnya sulit berkembang di tengah persaingan ketat para pemain Real Madrid.

Satu di antara yang mengganggu kinerja Gareth Bale adalah kondisi fisik serta rentan cedera. Beberapa kali ia absen pada laga krusial. Apalagi, ia terus mendapat beban agar bisa menggantikan peran Cristiano Ronaldo.

10 Pemain FIFA 19 Ultimate Team

10 Pemain FIFA 19 Ultimate Team

Onestopfootball.net – Meskipun kontroversial dalam beberapa bulan terakhir, pengguna game ini terus memainkan fitur FUT, dan proses lelang untuk pemain terus mengalami pergerakan harga yang menarik.

Kehadiran mode permainan Tim Ultimate FIFA (FUT) dalam seri game FIFA sejak 2009 adalah salah satu alasan mengapa game dikembangkan dan dirilis oleh EA Sports telah menjadi salah satu game sepakbola paling populer di dunia. . Dominasi ini berlanjut hingga hari ini.

Daftar Pemain

Jan Oblak

Jan Oblak sudah menjadi pemain yang diandalkan oleh Atletico Madrid sebagai penjaga gawang sejak ia bergabung dari Benfica pada 2014. Sang pemain mampu menjadi salah satu alasan mengapa lini belakang Los Rojiblancos selalu memiliki kekuatan tinggi yang sulit ditembus lawan-lawan mereka baik dalam ajang La Liga maupun kompetisi Eropa seperti Champions League.

Dengan nilai kemampuan 90, Oblak memiliki nilai pasar antara 6100 sampai 110 ribu koin, sekaligus nilai buy it now terendah pada angka 76.500 koin.

Robert Lewandowski

Kemampuan Robert Lewandowski sebagai seorang penyerang yang dapat menjaga tingkat produktivitasnya secara konsisten membuatnya menjadi salah satu aset terbaik Bayern Munchen saat ini, dan dapat mereka andalkan dalam ajang Bundesliga maupun Champions League.

Penyerang asal Polandia ini memiliki nilai kemapuan 90, dengan nilai pasar antara 6400 sampai 120 ribu koin, sekaligus nilai buy it now terendah pada angka 71.500 koin.

David de Gea

Status David de Gea sebagai salah satu penjaga gawang terbaik di dunia saat ini sangat sulit dibantah, dengan kemampuan dan refleks dalam melakukan penyelamatan yang membuat Manchester United sulit dikalahkan ketika ia sedang berada dalam puncak performanya.

De Gea memiliki nilai kemampuan 91, dengan nilai pasar antara 12.500 sampai 240 ribu koin, sekaligus nilai buy it now terendah pada angka 100 ribu koin.

Baca juga : Fakta Manchester United Lolos Perempat Final

Sergio Ramos

Pengalaman dan konsistensi tinggi merupakan salah satu alasan mengapa Sergio Ramos pantas dianggap sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia saat ini, dengan berbagai kontribusi penting untuk Real Madrid dan juga Timnas Spanyol yang mewarnai kariernya.

Sergio Ramos memiliki nilai kemampuan 91, dengan nilai pasar antara 25.750 sampai 490 ribu koin, sekaligus nilai buy it now terendah pada angka 169 ribu koin.

Kevin De Bruyne

Menjadi salah satu pemain kunci dalam keberhasilan Manchester City mendapatkan gelar juara Premier League musim lalu merupakan bukti dari kemampuan tinggi yang dimiliki oleh Kevin De Bruyne yang sudah diperlihatkan sepanjang kariernya.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu memiliki nilai kemampuan 91, dengan nilai pasar antara 27.750 sampai 500 ribu koin, sekaligus nilai buy it now terendah pada angka 199 ribu koin.

Fakta Manchester United Lolos Perempat Final

Fakta Manchester United Lolos Perempat Final

Onestopfootball.net – Bermain di kandang melawan lawan-lawannya, MU telah berada di bawah tekanan sejak awal pertandingan. Menurut statistik yang dipublikasikan di situs resmi UEFA, Setan Merah mencatat hanya 32% dari kontrol, dibandingkan 68% dari PSG.

Manchester United meraih kemenangan 3-1 yang spektakuler atas Paris Saint-Germain di leg pertama babak 16 besar di Liga Champions di Parc des Princes, Rabu 6/6/2019, waktu setempat.

Terlepas dari segalanya, Manchester United mampu unggul untuk pertama kalinya sementara pertandingan belum berakhir selama dua menit. Berawal dari kesalahan yang dilakukan oleh Thilo Kehrer saat melakukan umpan ke Thiago Silva, bola ditangkap oleh Romelu Lukaku.

Striker tim nasional Belgia itu mampu menggagalkan Gianluigi Buffon sebelum akhirnya mencetak bola di gawang Parisians dengan tembakan kaki kiri.

Pada menit ke-12, Paris Saint-Germain menyamakan kedudukan dengan kesuksesan. Pass horisontal Kylian Mbappe dari sisi kanan diselesaikan oleh Juan Bernat.

Romelu Lukaku kembali membawa Manchester United memimpin pada menit ke-30. Memanfaatkan bola liar hasil tembakan Marcus Rashford, Lukaku membobol gawang PSG dengan tendangan dari jarak dekat.

Pertandingan babak kedua

Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan skor 2-1, Manchester United mendapatkan hadiah penalti setelah Presnel Kimpembe dianggap melakukan handball di kotak terlarang pada menit ke-90.

Sepakan 12 pas itu pun sedikit mengundang kontroversi. Awalnya, wasit memutuskan jika MU hanya mendapatkan sepak pojok. Namun, setelah ditinjau lewat Video Assistant Referee (VAR), skuat Setan Merah layak mendapat penalti karena bola mengenai tangan Kimpembe.

Baca juga : Thailand Terdiam Atas Kemenangan Timnas U 22 Yang Menjadi Juara Di Piala AFF

Marcus Rashford yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Sampai pertandingan berakhir, Manchester United menang 3-1 atas Paris Saint-Germain.

Dengan hasil ini, MU berhak lolos ke perempat final Liga Champions dengan keunggulan gol tandang dalam agregat 3-3. Pada pertemuan pertama di Old Trafford, 12 Februari 2019, Manchester United kalah 0-2 dari PSG.

Data dan fakta Manchester United

1. Manchester United adalah klub pertama dalam sejarah Liga Champions yang lolos ke babak berikutnya, setelah kalah dua gol atau lebih di kandang pada leg pertama pertandingan yang memakai sistem gugur.

2. Penalti Marcus Rashford adalah sepakan 12 pas pertama yang pernah dieksekusinya bersama Manchester United dalam pertandingan resmi.

3. Manchester United selalu mencetak gol dalam 21 pertandingan tandang secara beruntun di semua kompetisi. Torehan itu menyamai rekor MU ketika masih diasuh Sir Matt Busby, antara November 1956 sampai September 1957.

4. Paris Saint-Germain tidak pernah kebobolan dua gol dalam 30 menit pertama pertandingan Liga Champions, sejak Oktober 1997 (laga melawan Bayern Munchen).

5. Manchester United untuk pertama kalinya mencetak lebih dari sekali dalam laga tandang fase knock out Liga Champions, sejak semifinal 2010-2011 melawan Schalke 04.

6. Kylian Mbappe mencatatkan lebih banyak assist dibandingkan pemain di Liga Champions musim ini (5 assist).

7. Gol Romelu Lukaku saat laga baru berjalan 1 menit 51 detik adalah gol tercepat Manchester United dalam fase knock out Liga Champions, setelah terakhir kali dilakukan Wayne Rooney dalam laga melawan Bayern Munchen, Maret 2010 (63 detik).

8. Hanya tiga klub yang berhasil meraih kemenangan tandang atas PSG dalam satu dekade terakhir, yakni Barcelona, Real Madrid, dan Manchester United.

9. Manchester United berhasil menyapu bersih kemenangan dalam sembilan laga tandang di bawah arahan Ole Gunnar Solskjaer. MU juga mencetak 23 gol, kebobolan lima gol, dan mencatatkan lima clean sheets.

Thailand Terdiam Atas Kemenangan Timnas U 22 Yang Menjadi Juara Di Piala AFF

Thailand Terdiam Atas Kemenangan Timnas U 22 Yang Menjadi Juara Di Piala AFF

Onestopfootball.net – Meskipun mereka tertinggal lebih dulu, tujuan Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Haay menjadi judul yang menentukan kejuaraan milik tim Young Garuda. Setelah serangkaian peluang emas didapat oleh tim Young Garuda di babak pertama, seperti Osvaldo Haay di menit keempat, Gian Zola di menit ke-27 dan Witan Sulaeman di menit ke-33, pertandingan pertama di babak itu berakhir tanpa gol .

Di paruh kedua pertandingan, Thailand mulai mencoba bermain lebih bebas. Garis pertahanan tim nasional Sub-22 Indonesia semakin tertekan. Cloud Setho harus mulai mengejar serangan tim Perang Gajah.

Thailand menyerang buah manis di menit ke 57. Kapten Thailand, Saringkan Promsupa, berhasil mencetak gol dengan sundulan setelah menerima tendangan bebas dari rekan setimnya.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Timnas Indonesia U-22 berhasil membalas lewat gol yang dicetak Sani Rizki Fauzi pada menit ke-58. Mendapat umpan dari Gian Zola, tembakan dilepas Sani Rizki dan membentur tubuh bek Thailand, Marco Ballini. Bola berubah arah dan gagal dihalau kiper Thailand, Korraphat Nareechan.

Timnas Indonesia U-22 berhasil berbalik unggul pada menit ke-63. Seperti halnya gol yang dicetak Thailand, Tim Garuda Muda berhasil mencetak gol lewat tandukan Osvaldo Haay setelah menerima umpan tendangan bebas Luthfi Kamal Baharsyah.

Tertinggal satu gol membuat pemain Thailand termotivasi untuk bisa menyamakan kedudukan lagi. Pemain Thailand berusaha menekan lini pertahanan Tim Garuda Muda.

Baca juga : Berakhir Imbang MU dengan Liverpool

Dalam keadaan unggul, Timnas Indonesia U-22 kehilangan bek tengah sekaligus kapten tim, Bagas Adi Nugroho, yang diusir wasit karena menerima kartu merah. Bagas melakukan tekel keras dengan dua kaki yang membuat wasit tak memberinya ampun dan mengusirnya dari lapangan.

Gawang Awan Setho kemudian digempur Thailand. Namun, kukuhnya pertahanan, meski tanpa Bagas Adi membuat Thailand tak berhasil memaksimalkan peluang-peluang yang mereka miliki. Wasit meniupkan peluit panjang dan Timnas Indonesia U-22 resmi menjadi juara Piala AFF U-22 2019 dengan kemenangan 2-1 atas Thailand.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-22 (4-3-3): Awan Setho Raharjo (kiper); Asnawi Mangkualam Bahar, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Firza Andika (belakang); Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah, Gian Zola, Sani Rizki Fauzi (tengah); Witan Sulaeman, Osvaldo Haay, Marinus Wanewar (depan)

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas Thailand U-22 (3-5-2): Korraphat Nareechan (kiper); Chatchai Saengdao, Marco Ballini, Saringkan Promsupa (belakang); Sampan Kesi, Tanpisit Khukhalarno, Patcharapol Intanee, Sakunchai Saeongthopho, Kritsada Nontharat (tengah); Jedsadakorn Kowngam, Jargensak Wonggorn (depan)

Pelatih: Alexandre Gama

Berakhir Imbang MU dengan Liverpool

Berakhir Imbang MU dengan Liverpool

Onestopfootball.net – Pada laga sebelumnya tim Manchester United (MU) berbagi angka dengan Liverpool dalam laga Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (24/2/2019) dan nyatanya kedua tim memberikan ekspektasi yang tidak terduga dan Kedua tim bermain seimbang.

Hasil ini tidak membantu perjuangan masing-masing tim di klasemen. MU tergusur ke posisi lima disalip Arsenal yang mengalahkan Southampton 2-0.

The Red Devils memiliki 52 poin dari 27 pertandingan. MU tertinggal satu nilai di belakang The Gunners.

Di sisi lain, Liverpool sukses menggeser Manchester City untuk menguasai klasemen. Namun, dengan raihan 66 angka, The Reds hanya memimpin satu angka atas sang juara bertahan.

Badai cedera mewarnai babak pertama. MU kehilangan dua pemain akibat cedera, Ander Herrera dan Juan Mata, saat laga berumur 25 menit. Sebagai gantinya Solskjaer mengandalkan Andreas Pereira dan Jesse Lingard.

Keputusan menurunkan Lingard merupakan perjudian besar mengingat kondisinya. Dia baru pulih setelah terkapar pada duel Liga Champions versus Paris-Saint Germain.

Baca juga : Calon Pengganti Luis Suarez

Terbukti, Lingard harus meninggalkan laga jelang jeda setelah melewatkan kesempatan emas. Alexis Sanchez pun mengisi posisinya.

Tim tamu juga tidak beruntung. Roberto Firmino gagal menyelesaikan pertandingan. Engkelnya bermasalah akibat salah mendarat. Manajer Liverpool pun memasukkan Daniel Sturridge.

Gangguan cedera menutupi jalan pertandingan. Liverpool menguasai laga dan MU sesekali melancarkan serangan balik. Namun, selain Lingard, tidak ada peluang berarti yang terjadi di babak pertama.

Kondisi tidak jauh berbeda selepas jeda. Pertahanan kedua tim sama-sama bermain baik sehingga kiper David de Gea dan Alisson Becker tidak harus melakukan penyelamatan penting.

MU sebenarnya merobek gawang Liverpool akibat bunuh diri Joel Matip yang salah mengantisipasi Chris Smalling. Namun, Smalling terlebih dahulu dalam posisi offside.

Susunan Pemain
Manchester United (4-3-3): De Gea, Young, Smalling, Lindelof, Shaw, Ander Herrera (Pereira 21), McTominay, Pogba, Mata (Lingard 25, Sanchez 43), Lukaku, Rashford

Liverpool (4-3-3): Alisson, Milner, Matip, van Dijk, Robertson, Henderson (Shaqiri 72), Fabinho, Wijnaldum, Salah (Origi 79), Firmino (Sturridge 31), Mane

Calon Pengganti Luis Suarez

Barcelona, Calon Pengganti Luis Suarez

Onestopfootball.net – Berita terkini yang kami buat untuk menemani anda di setiap informasi tentang dunia sepak bola, Onestopfootball akan membahas Luis Suarez yang katanya akan di ganti oleh pemain lain, berikut siapa saja sih yang bakal menganti pemain ini.

Barcelona, Luis Suarez saat ini sudah berusia 32 tahun. Usia itu tentu bukan usia emas bagi seorang penyerang.

Barcelona pastinya sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mencari pengganti Suarez. Apalagi, dalam beberapa laga belakangan, bomber asal Uruguay itu juga gagal tampil maksimal.

Menurut catatan statistik, Suarez sudah tabsen mencetak gol dalam 16 pertandingan tandang Barcelona. Total di Liga Champions, Suarez baru mencetak enam gol dari 22 pertandingan tandang.

Suarez didatangkan Barcelona dari Liverpool pada awal musim 2014/15. Bersama Lionel Messi dan Neymar (kini di PSG), Suarez membentuk trio lini depan paling mematikan di dunia.

Tercatat, Suarez telah tampil 232 kali dan mencetak 169 gol bagi Barcelona. Melihat statistik ini, menggantikan Suarez tentu bukan perkara mudah.

Namun seperti dilansir Sportskeeda, tiga nama pemain di bawah rasanya patut dipertimbangkan.

Richarlison

Nama pertama yang patut dipertimbangkan Barcelona adalah Richarlison. Striker Everton asal Brasil itu telah menyumbang 11 gol dari 25 kali tampil bagi The Toffees.

Dari segi usia, Richarlison pas untuk masuk dalam proyek jangka panjang Barcleona karena baru berumur 21 tahun. Selain itu, nama besar Barcelona pun tampaknya bakal membuat Richarlison terpikat.

Richarlison bergabung dengan Everton dari Watford pada bursa transfer awal musim ini dengan harga 35 juta pound sterling atau Rp 646 miliar. Menurut situs transfermarkt, Richarlison terikat kontrak dengan Everton hingga Juni 2023.

Mauro Icardi

Icardi boleh dibilang target yang cukup realistis bagi Barcelona. Pasalnya, bomber asal Argentina itu belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Inter Milan.

Baca juga : Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat, Barcelona

Hal tersebut membuat manajemen Inter mencopot ban kapten Icardi. Inter lalu memindahkannya ke kiper senior mereka, Samir Handanovic.

Untuk mendapatkan Icardi, Barcelona harus bersaing dengan rival abadi mereka, Real Madrid. Ya, Los Galacitcos disebut memasukkan Icardi ke dalam daftar incaran mereka.

Marcus Rashford

Dibanding kedua nama sebelumnya, Barcelona tampaknya harus bekerja lebih keras jika ingin mendatangkan Marcus Rashford. Maklum, Manchester United (MU) tentu tak akan melepas begitu saja bintang muda mereka.

Sejak dibawa Louis van Gaal ke tim utama MU, Rashford terus menjadi andalan Setan Merah di lini depan. Ia tampil sebagai pengganti sepadan bagi Wayne Rooney dan Zlatan Ibrahimovic.

Di musim ini, Rashford telah tampil 33 kali dan mencetak 10 gol. Sejak mentas di tim utama, Rashford tampil 156 kali dan mencetak 42 gol.

Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat, Barcelona

Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat

Onestopfootball.net – Dalam berita Onestopfootball, Fred belum bisa mendapatkan peluang bermain yang cukup dari Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Namun pemain Brasil itu tidak perlu khawatir karena manajernya tidak melupakannya.

Dibeli dengan harga 52 juta pound sterling (sekitar R $ 965 miliar) dari Shakhtar Donetsk, Fred dipinggirkan dari pasukan Manchester United. Di musim pertamanya di Old Trafford, ia baru memulai tujuh kali.

Bahkan setelah Ole Gunnar Solskjaer tiba, biaya perjudian tidak meningkat. Hanya sekali dia bermain sejak menit pertama ketika dia menghadapi Huddersfield Town. Gelandang berusia 25 tahun itu belum menyentuh sejak ia tampil di Piala FA pada 5 Januari.

Dengan kini badai cedera pemain menghantam MU, Fred punya peluang untuk dimainkan. “Dia harus bermain dengan baik saat dapat kesempatan, terus berlatih, terus bekerja, sebagaimana yang dia lakukan kini,” ucap Solskjaer dikutip dari SkySports.

Baca juga : Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Disebut Solskjaer, saat ini memang sulit buat menembus lini tengah MU yang sudah solid dengan trio Paul Pogba, Nemaja Matic, dan Ander Herrera. Untuk kasus Fred, sang pemain disebutnya butuh untuk terus beradaptasi.

“Kami punya tiga gelandang, Herrera, Pogba dan Matic dan mereka bermain sangat bagus bersama-sama. Scott McTominay adalah pilihan yang pasti saat berhadapan dengan Liverpool karena dia pemain akademi – pada satu kesempatan kami punya lima pemain akademi di atas lapangan.

“Anda harus bersabar, menunggu waktu agar bisa beradaptasi. Lihat Juan (Sebastian Veron) – dia salah satu pemain terbaik yang pernah setim dengan saya – dan dia butuh waktu. Dan saya yakin saat kesempatan datang, Fred akan memanfaatkan peluang itu. Fred akan mendapatkan kesempatan itu, mungkin (menghadapi Crystal Palace),” terang Solskjaer.

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Onestopfootball.net – Pertandingan Lazio vs Milan berlangsung di Stadio Olimpico, Rabu (2/2/2019) dini hari. Lazio tampak dominan tetapi tidak bisa mencetak gol karena penyelesaian yang buruk. Tidak ada pemenang di semifinal satu kaki Coppa Italia antara Lazio dan AC Milan. Kedua tim bermain imbang tanpa gol 0-0.

Pada awal pertandingan, Milan menciptakan tekanan pertama dengan tembakan dibelokkan oleh Timoue Bakayoko dan upaya Lucas Paqueta dibungkam. Tembakan keras Patric setelah menggunakan kesalahan Suso masih jauh dari gawang yang diselamatkan oleh Gianluigi Donnarumma.

Ciro Immobile melewatkan peluang setelah gagal memaksimalkan umpan Rómulo. Solusi dari tepi kotak penalti masih tidak pada tempatnya. Lazio mengklaim penalti setelah Joaquín Correa diperkosa oleh Paqueta. Namun, wasit melanjutkan pertandingan karena dia pikir Paqueta melakukan tekel yang bersih.

Menjelang turun minum, Lazio menyerbu pertahanan Milan. Namun, Rossoneri mampu bertahan dengan solid untuk menggagalkan sontekan Correa usai menerima umpan tarik Immobile. Tembakan jarak jauh Marco Parolo dan Lucas Leiva juga bisa dimentahkan.

Setelah restart, Krzysztof Piatek mengancam Lazio. Bola terobosan Paqueta diterima Piatek untuk diteruskan dengan tembakan yang melebar tipis karena dibelokkan Patric.

Alessio Romagonoli melakukan pelanggaran dengan mendorong Immobile di dalam kotak penalti. Namun, tidak ada hukuman karena Immobile lebih dahulu dalam posisi offside.

Baca juga  : Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Sebuah peluang kembali dilewatkan Lazio setelah upaya Correa dari posisi bagus bisa diredam Donnarumma. Davide Calabria melakukan intersepsi krusial untuk mematahkan serangan potensial Lazio.

Lazio nyaris membuka keunggulan setelah tendangan lob-nya sukses melewati Donnarumma namun bola mengenai tiang gawang. Namun, bendera offside hakim garis kemudian terangkat.

Sebelum laga berakhir, Milan menciptakan peluang saat Piatek menyundul umpan Fabio Borini. Sayangnya, bola masih melayang di atas gawang Lazio.

Tidak ada gol yang tercipta di sisa permainan. Skor 0-0 bertahan sampai laga bubar.

Di leg kedua, Milan akan gantian menjamu Lazio di San Siro pada April 2019.

Susunan Pemain

LAZIO: Strakosha; Patric, Acerbi, Bastos; Romulo (Marusic 89), Parolo (Luis Alberto 74), Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic; Correa; Immobile (Caicedo 81)

AC MILAN: Donnarumma; Calabria, Musacchio, Romagnoli, Laxalt; Kessie (Calhanoglu 29), Bakayoko, Paqueta (Biglia 85); Suso (Castillejo 74), Piatek, Borini

Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Onestopfootball.net – Messi telah memenangkan sembilan gelar liga dan empat trofi Liga Champions bersama Barcelona. Bahkan, La Pulga sekarang muncul sebagai pencetak gol terbaik Barcelona sepanjang masa.

Ketika berbicara tentang atlet terbaik sepanjang masa, nama Messi dapat disandingkan oleh orang-orang seperti Roger Federer, Michael Jordan, Usain Bolt, Michael Phelps, Tom Brady atau Tiger Woods.

Namun, tidak semua pecinta sepakbola menganggap Messi yang terbaik sepanjang masa karena masih ada beberapa prestasi yang belum diraih. Messi masih punya waktu untuk mewujudkan ini sebelum menggantungkan sepatunya.

Onestopfootball, Gelar Liga Champions Ke-5

Setelah treble terakhir yang dimenangkan Barcelona pada 2015, Lionel Messi dan klubnya belum bisa meraih kesuksesan lagi di kompetisi paling bergengsi di sepakbola Eropa sementara Real Madrid sudah memenangkan tiga edisi terakhir.

Bintang Argentina itu sudah berjanji kepada para fans bahwa dia akan melakukan segalanya untuk memenangkan Liga Champions kelima, tetapi dia melakukannya terutama karena tujuan pribadinya.

Mendapatkan trofi ini lagi akan membuat Lionel Messi punya peluang yang lebih baik untuk memenangkan Ballon d’Or keenamnya, sesuatu yang akan membedakannya dari sang rival Cristiano Ronaldo untuk selamanya.

Onestopfootball, Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa

Lionel Messi punya kemampuan mencetak gol yang sangat luar biasa. Meskipun begitu, Messi akan menghadapi tugas yang sangat berat untuk mencetak gol resmi lebih banyak daripada yang pernah dicetak Jozef Bican selama karirnya (805 gol).

Pemain Argentina itu sudah menjadi pencetak gol terbanyak ketujuh sepanjang masa dengan 647 gol dicetak sebagai profesional untuk klub dan negaranya. Ia tepat berada di belakang Cristiano Ronaldo yang juga aktif dan masih jauh dari 800 gol yang dicetak Bican.

Pemain Argentina itu sepertinya bisa menjaga performa impresifnya untuk setidaknya tiga tahun ke depan, tetapi tidak ada yang tahu apakah dia akan mampu memecahkan rekor tersebut.

Onestopfootball, Mengakhiri Karier di Atas Cristiano Ronaldo

Meski Lionel Messi berulang kali mengatakan bahwa dia tidak ingin bersaing dengan Cristiano Ronaldo, dia tidak bisa menghindari perbandingan itu dan dunia akan selalu mengkaitkan namanya dengan bintang Portugal tersebut.

Baca juga : Sosok Kapten Paul Pogba, Manchester United

Messi pasti tidak akan peduli apakah dia akan mengakhiri kariernya di atas pemain Juventus itu. Namun, semua orang akan pasti akan bertanya apakah dia mampu berada di atas Ronaldo setelah bersaing dengan sang rival cukup lama.

Kedua pemain itu saat ini sama-sama sudah mengoleksi lima trofi Ballon d’Or. Sepertinya akan ada setidaknya satu tahun lagi di mana mereka akan bersaing dalam penghargaan tersebut dan itu mungkin menjadi faktor penentu untuk mengetahui siapa yang akan menjadi pemain terbaik setelah karier mereka berakhir.

Onestopfootball, Pensiun di Barcelona

Salah satu tujuan yang paling diinginkan yang Lionel Messi sebelum gantung sepatu adalah menjadi salah satu ‘One Club Man’ seperti Carles Puyol, Francesco Totti, atau Paolo Maldini.

Impian Messi adalah terus bermain di level tertinggi untuk Barcelona selama bertahun-tahun lamanya. Namun, hal itu juga bukan perkara mudah karena ia bermain untuk salah satu klub yang paling menuntut dalam sepak bola dan Messi pasti dituntut untuk terus menampilkan performa terbaiknya.

Jika tidak bisa pensiun di Barcelona, Messi mungkin bisa menjalani musim terakhir di Newell’s Old Boys atau klub yang lain.

Onestopfootball, Raih Gelar Bersama Argentina

ungkin salah satu tantangan yang paling sulit buat Messi adalah memenangkan trofi utama bersama tim nasional Argentina.

Messi punya peluang untuk mempersembahkan trofi buat negaranya pada 2019 ketika dia mengikuti Copa America di Brasil pada musim panas mendatang, tetapi sepertinya itu bukan tujuan utama Messi.

Keinginan utama Lionel Messi adalah memenangkan Piala Dunia bersama negaranya dan mengakhiri perdebatan terbesar dalam sejarah sepakbola untuk selamanya. Mengangkat trofi ini akan membuatnya berbeda dari semua pemain lain di dunia, bahkan termasuk Pele atau Diego Maradona.

Masalah utama dengan tantangan ini adalah Messi akan berusia 35 tahun saat menuju Piala Dunia. Tidak ada yang tahu apakah dia masih berada dalam performa terbaiknya pada saat itu.

Sosok Kapten Paul Pogba, Manchester United

Sosok Kapten Paul Pogba, Manchester United

Onestopfootball.net – Pogba kesulitan untuk tampil apik di MU sejak didatangkan dari Juventus pada tahun 2016 lalu. Ia sempat diberi jabatan ban wakil kapten oleh Jose Mourinho akan tetapi manajer asal Portugal tersebut kemudian mencopot lagi jabatan tersebut.

Kini setelah Manchester United ditangani oleh Ole Gunnar Solskjer, Pogba bisa tampil menawan bagi MU. Ia menjadi pilar lini tengah yang kerap jadi penentu kemenangan Setan Merah berkat sumbangan gol maupun assistnya.

Namun ia sempat kesulitan saat berhadapan dengan PSG di Liga Champions. Ia bahkan terkena kartu merah dan tak bisa mengindarkan timnya dari kekalahan.

Gelandang Manchester United, Andrei Kanchelskis, menyebut Paul Pogba bukan pemimpin macam Roy Keane dan berharap ia bisa menunjukkan kelasnya saat lawan Liverpool.

Baca juga : Jadon Sancho Menolak Masuk Tim MU

Akhir pekan ini, MU akan berduel lawan Liverpool. Kanchelskis pun berharap Pogba bisa membuktikan kemampuannya lebih dari sebelumnya.

“Semua orang berbicara tentang Paul Pogba dan bagaimana ia tampil di pertandingan besar. Sekarang kita akan melihat melawan Liverpool, dalam derby besar melawan tim yang luar biasa,” tuturnya pada Onestopfootball.

Tetap Pemain Penting

Kanchelskis juga mengatakan bahwa saat ini Pogba memang pemain yang penting di lini tengah MU. Akan tetapi ia bukan pemain yang bisa memandu rekan-rekannya yang lain.

“Saat ini ia bukan pemimpin. Di masa lalu kami memiliki orang-orang seperti Roy Keane dan Steve Bruce, Cantona,” serunya.

“Mereka ini adalah para pemimpin. Saat ini Manchester United tidak memilikinya,” ujar Kanchelskis.