Calon Pengganti Luis Suarez

Barcelona, Calon Pengganti Luis Suarez

Onestopfootball.net – Berita terkini yang kami buat untuk menemani anda di setiap informasi tentang dunia sepak bola, Onestopfootball akan membahas Luis Suarez yang katanya akan di ganti oleh pemain lain, berikut siapa saja sih yang bakal menganti pemain ini.

Barcelona, Luis Suarez saat ini sudah berusia 32 tahun. Usia itu tentu bukan usia emas bagi seorang penyerang.

Barcelona pastinya sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mencari pengganti Suarez. Apalagi, dalam beberapa laga belakangan, bomber asal Uruguay itu juga gagal tampil maksimal.

Menurut catatan statistik, Suarez sudah tabsen mencetak gol dalam 16 pertandingan tandang Barcelona. Total di Liga Champions, Suarez baru mencetak enam gol dari 22 pertandingan tandang.

Suarez didatangkan Barcelona dari Liverpool pada awal musim 2014/15. Bersama Lionel Messi dan Neymar (kini di PSG), Suarez membentuk trio lini depan paling mematikan di dunia.

Tercatat, Suarez telah tampil 232 kali dan mencetak 169 gol bagi Barcelona. Melihat statistik ini, menggantikan Suarez tentu bukan perkara mudah.

Namun seperti dilansir Sportskeeda, tiga nama pemain di bawah rasanya patut dipertimbangkan.

Richarlison

Nama pertama yang patut dipertimbangkan Barcelona adalah Richarlison. Striker Everton asal Brasil itu telah menyumbang 11 gol dari 25 kali tampil bagi The Toffees.

Dari segi usia, Richarlison pas untuk masuk dalam proyek jangka panjang Barcleona karena baru berumur 21 tahun. Selain itu, nama besar Barcelona pun tampaknya bakal membuat Richarlison terpikat.

Richarlison bergabung dengan Everton dari Watford pada bursa transfer awal musim ini dengan harga 35 juta pound sterling atau Rp 646 miliar. Menurut situs transfermarkt, Richarlison terikat kontrak dengan Everton hingga Juni 2023.

Mauro Icardi

Icardi boleh dibilang target yang cukup realistis bagi Barcelona. Pasalnya, bomber asal Argentina itu belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Inter Milan.

Baca juga : Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat, Barcelona

Hal tersebut membuat manajemen Inter mencopot ban kapten Icardi. Inter lalu memindahkannya ke kiper senior mereka, Samir Handanovic.

Untuk mendapatkan Icardi, Barcelona harus bersaing dengan rival abadi mereka, Real Madrid. Ya, Los Galacitcos disebut memasukkan Icardi ke dalam daftar incaran mereka.

Marcus Rashford

Dibanding kedua nama sebelumnya, Barcelona tampaknya harus bekerja lebih keras jika ingin mendatangkan Marcus Rashford. Maklum, Manchester United (MU) tentu tak akan melepas begitu saja bintang muda mereka.

Sejak dibawa Louis van Gaal ke tim utama MU, Rashford terus menjadi andalan Setan Merah di lini depan. Ia tampil sebagai pengganti sepadan bagi Wayne Rooney dan Zlatan Ibrahimovic.

Di musim ini, Rashford telah tampil 33 kali dan mencetak 10 gol. Sejak mentas di tim utama, Rashford tampil 156 kali dan mencetak 42 gol.

Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat, Barcelona

Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat

Onestopfootball.net – Dalam berita Onestopfootball, Fred belum bisa mendapatkan peluang bermain yang cukup dari Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Namun pemain Brasil itu tidak perlu khawatir karena manajernya tidak melupakannya.

Dibeli dengan harga 52 juta pound sterling (sekitar R $ 965 miliar) dari Shakhtar Donetsk, Fred dipinggirkan dari pasukan Manchester United. Di musim pertamanya di Old Trafford, ia baru memulai tujuh kali.

Bahkan setelah Ole Gunnar Solskjaer tiba, biaya perjudian tidak meningkat. Hanya sekali dia bermain sejak menit pertama ketika dia menghadapi Huddersfield Town. Gelandang berusia 25 tahun itu belum menyentuh sejak ia tampil di Piala FA pada 5 Januari.

Dengan kini badai cedera pemain menghantam MU, Fred punya peluang untuk dimainkan. “Dia harus bermain dengan baik saat dapat kesempatan, terus berlatih, terus bekerja, sebagaimana yang dia lakukan kini,” ucap Solskjaer dikutip dari SkySports.

Baca juga : Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Disebut Solskjaer, saat ini memang sulit buat menembus lini tengah MU yang sudah solid dengan trio Paul Pogba, Nemaja Matic, dan Ander Herrera. Untuk kasus Fred, sang pemain disebutnya butuh untuk terus beradaptasi.

“Kami punya tiga gelandang, Herrera, Pogba dan Matic dan mereka bermain sangat bagus bersama-sama. Scott McTominay adalah pilihan yang pasti saat berhadapan dengan Liverpool karena dia pemain akademi – pada satu kesempatan kami punya lima pemain akademi di atas lapangan.

“Anda harus bersabar, menunggu waktu agar bisa beradaptasi. Lihat Juan (Sebastian Veron) – dia salah satu pemain terbaik yang pernah setim dengan saya – dan dia butuh waktu. Dan saya yakin saat kesempatan datang, Fred akan memanfaatkan peluang itu. Fred akan mendapatkan kesempatan itu, mungkin (menghadapi Crystal Palace),” terang Solskjaer.

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Onestopfootball.net – Pertandingan Lazio vs Milan berlangsung di Stadio Olimpico, Rabu (2/2/2019) dini hari. Lazio tampak dominan tetapi tidak bisa mencetak gol karena penyelesaian yang buruk. Tidak ada pemenang di semifinal satu kaki Coppa Italia antara Lazio dan AC Milan. Kedua tim bermain imbang tanpa gol 0-0.

Pada awal pertandingan, Milan menciptakan tekanan pertama dengan tembakan dibelokkan oleh Timoue Bakayoko dan upaya Lucas Paqueta dibungkam. Tembakan keras Patric setelah menggunakan kesalahan Suso masih jauh dari gawang yang diselamatkan oleh Gianluigi Donnarumma.

Ciro Immobile melewatkan peluang setelah gagal memaksimalkan umpan Rómulo. Solusi dari tepi kotak penalti masih tidak pada tempatnya. Lazio mengklaim penalti setelah Joaquín Correa diperkosa oleh Paqueta. Namun, wasit melanjutkan pertandingan karena dia pikir Paqueta melakukan tekel yang bersih.

Menjelang turun minum, Lazio menyerbu pertahanan Milan. Namun, Rossoneri mampu bertahan dengan solid untuk menggagalkan sontekan Correa usai menerima umpan tarik Immobile. Tembakan jarak jauh Marco Parolo dan Lucas Leiva juga bisa dimentahkan.

Setelah restart, Krzysztof Piatek mengancam Lazio. Bola terobosan Paqueta diterima Piatek untuk diteruskan dengan tembakan yang melebar tipis karena dibelokkan Patric.

Alessio Romagonoli melakukan pelanggaran dengan mendorong Immobile di dalam kotak penalti. Namun, tidak ada hukuman karena Immobile lebih dahulu dalam posisi offside.

Baca juga  : Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Sebuah peluang kembali dilewatkan Lazio setelah upaya Correa dari posisi bagus bisa diredam Donnarumma. Davide Calabria melakukan intersepsi krusial untuk mematahkan serangan potensial Lazio.

Lazio nyaris membuka keunggulan setelah tendangan lob-nya sukses melewati Donnarumma namun bola mengenai tiang gawang. Namun, bendera offside hakim garis kemudian terangkat.

Sebelum laga berakhir, Milan menciptakan peluang saat Piatek menyundul umpan Fabio Borini. Sayangnya, bola masih melayang di atas gawang Lazio.

Tidak ada gol yang tercipta di sisa permainan. Skor 0-0 bertahan sampai laga bubar.

Di leg kedua, Milan akan gantian menjamu Lazio di San Siro pada April 2019.

Susunan Pemain

LAZIO: Strakosha; Patric, Acerbi, Bastos; Romulo (Marusic 89), Parolo (Luis Alberto 74), Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic; Correa; Immobile (Caicedo 81)

AC MILAN: Donnarumma; Calabria, Musacchio, Romagnoli, Laxalt; Kessie (Calhanoglu 29), Bakayoko, Paqueta (Biglia 85); Suso (Castillejo 74), Piatek, Borini

Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Onestopfootball.net – Messi telah memenangkan sembilan gelar liga dan empat trofi Liga Champions bersama Barcelona. Bahkan, La Pulga sekarang muncul sebagai pencetak gol terbaik Barcelona sepanjang masa.

Ketika berbicara tentang atlet terbaik sepanjang masa, nama Messi dapat disandingkan oleh orang-orang seperti Roger Federer, Michael Jordan, Usain Bolt, Michael Phelps, Tom Brady atau Tiger Woods.

Namun, tidak semua pecinta sepakbola menganggap Messi yang terbaik sepanjang masa karena masih ada beberapa prestasi yang belum diraih. Messi masih punya waktu untuk mewujudkan ini sebelum menggantungkan sepatunya.

Onestopfootball, Gelar Liga Champions Ke-5

Setelah treble terakhir yang dimenangkan Barcelona pada 2015, Lionel Messi dan klubnya belum bisa meraih kesuksesan lagi di kompetisi paling bergengsi di sepakbola Eropa sementara Real Madrid sudah memenangkan tiga edisi terakhir.

Bintang Argentina itu sudah berjanji kepada para fans bahwa dia akan melakukan segalanya untuk memenangkan Liga Champions kelima, tetapi dia melakukannya terutama karena tujuan pribadinya.

Mendapatkan trofi ini lagi akan membuat Lionel Messi punya peluang yang lebih baik untuk memenangkan Ballon d’Or keenamnya, sesuatu yang akan membedakannya dari sang rival Cristiano Ronaldo untuk selamanya.

Onestopfootball, Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa

Lionel Messi punya kemampuan mencetak gol yang sangat luar biasa. Meskipun begitu, Messi akan menghadapi tugas yang sangat berat untuk mencetak gol resmi lebih banyak daripada yang pernah dicetak Jozef Bican selama karirnya (805 gol).

Pemain Argentina itu sudah menjadi pencetak gol terbanyak ketujuh sepanjang masa dengan 647 gol dicetak sebagai profesional untuk klub dan negaranya. Ia tepat berada di belakang Cristiano Ronaldo yang juga aktif dan masih jauh dari 800 gol yang dicetak Bican.

Pemain Argentina itu sepertinya bisa menjaga performa impresifnya untuk setidaknya tiga tahun ke depan, tetapi tidak ada yang tahu apakah dia akan mampu memecahkan rekor tersebut.

Onestopfootball, Mengakhiri Karier di Atas Cristiano Ronaldo

Meski Lionel Messi berulang kali mengatakan bahwa dia tidak ingin bersaing dengan Cristiano Ronaldo, dia tidak bisa menghindari perbandingan itu dan dunia akan selalu mengkaitkan namanya dengan bintang Portugal tersebut.

Baca juga : Sosok Kapten Paul Pogba, Manchester United

Messi pasti tidak akan peduli apakah dia akan mengakhiri kariernya di atas pemain Juventus itu. Namun, semua orang akan pasti akan bertanya apakah dia mampu berada di atas Ronaldo setelah bersaing dengan sang rival cukup lama.

Kedua pemain itu saat ini sama-sama sudah mengoleksi lima trofi Ballon d’Or. Sepertinya akan ada setidaknya satu tahun lagi di mana mereka akan bersaing dalam penghargaan tersebut dan itu mungkin menjadi faktor penentu untuk mengetahui siapa yang akan menjadi pemain terbaik setelah karier mereka berakhir.

Onestopfootball, Pensiun di Barcelona

Salah satu tujuan yang paling diinginkan yang Lionel Messi sebelum gantung sepatu adalah menjadi salah satu ‘One Club Man’ seperti Carles Puyol, Francesco Totti, atau Paolo Maldini.

Impian Messi adalah terus bermain di level tertinggi untuk Barcelona selama bertahun-tahun lamanya. Namun, hal itu juga bukan perkara mudah karena ia bermain untuk salah satu klub yang paling menuntut dalam sepak bola dan Messi pasti dituntut untuk terus menampilkan performa terbaiknya.

Jika tidak bisa pensiun di Barcelona, Messi mungkin bisa menjalani musim terakhir di Newell’s Old Boys atau klub yang lain.

Onestopfootball, Raih Gelar Bersama Argentina

ungkin salah satu tantangan yang paling sulit buat Messi adalah memenangkan trofi utama bersama tim nasional Argentina.

Messi punya peluang untuk mempersembahkan trofi buat negaranya pada 2019 ketika dia mengikuti Copa America di Brasil pada musim panas mendatang, tetapi sepertinya itu bukan tujuan utama Messi.

Keinginan utama Lionel Messi adalah memenangkan Piala Dunia bersama negaranya dan mengakhiri perdebatan terbesar dalam sejarah sepakbola untuk selamanya. Mengangkat trofi ini akan membuatnya berbeda dari semua pemain lain di dunia, bahkan termasuk Pele atau Diego Maradona.

Masalah utama dengan tantangan ini adalah Messi akan berusia 35 tahun saat menuju Piala Dunia. Tidak ada yang tahu apakah dia masih berada dalam performa terbaiknya pada saat itu.

Sosok Kapten Paul Pogba, Manchester United

Sosok Kapten Paul Pogba, Manchester United

Onestopfootball.net – Pogba kesulitan untuk tampil apik di MU sejak didatangkan dari Juventus pada tahun 2016 lalu. Ia sempat diberi jabatan ban wakil kapten oleh Jose Mourinho akan tetapi manajer asal Portugal tersebut kemudian mencopot lagi jabatan tersebut.

Kini setelah Manchester United ditangani oleh Ole Gunnar Solskjer, Pogba bisa tampil menawan bagi MU. Ia menjadi pilar lini tengah yang kerap jadi penentu kemenangan Setan Merah berkat sumbangan gol maupun assistnya.

Namun ia sempat kesulitan saat berhadapan dengan PSG di Liga Champions. Ia bahkan terkena kartu merah dan tak bisa mengindarkan timnya dari kekalahan.

Gelandang Manchester United, Andrei Kanchelskis, menyebut Paul Pogba bukan pemimpin macam Roy Keane dan berharap ia bisa menunjukkan kelasnya saat lawan Liverpool.

Baca juga : Jadon Sancho Menolak Masuk Tim MU

Akhir pekan ini, MU akan berduel lawan Liverpool. Kanchelskis pun berharap Pogba bisa membuktikan kemampuannya lebih dari sebelumnya.

“Semua orang berbicara tentang Paul Pogba dan bagaimana ia tampil di pertandingan besar. Sekarang kita akan melihat melawan Liverpool, dalam derby besar melawan tim yang luar biasa,” tuturnya pada Onestopfootball.

Tetap Pemain Penting

Kanchelskis juga mengatakan bahwa saat ini Pogba memang pemain yang penting di lini tengah MU. Akan tetapi ia bukan pemain yang bisa memandu rekan-rekannya yang lain.

“Saat ini ia bukan pemimpin. Di masa lalu kami memiliki orang-orang seperti Roy Keane dan Steve Bruce, Cantona,” serunya.

“Mereka ini adalah para pemimpin. Saat ini Manchester United tidak memilikinya,” ujar Kanchelskis.

Jadon Sancho Menolak Masuk Tim MU

Jadon Sancho Menolak Masuk Tim MU

Onestopfootball.net – Sancho sendiri sedang naik daun di Jerman. Pada usia 18, ia berhasil menjadi salah satu pemegang yang biasa di Borussia Dortmund, di mana ia menunjukkan kinerja yang baik dan memperkuat Die Borussien.

Bakat hebat tim nasional Inggris mulai menarik perhatian beberapa klub elit Eropa. Salah satunya adalah Manchester United, yang tertarik untuk membawa pemain sayap ke Old Trafford di musim panas.

Tetapi diinformasikan oleh Don Balon, kemungkinan Jadon Sancho pindah ke Inggris musim depan hampir nol. Pasalnya, pemain masih cemas untuk mempertahankan Dortmund lebih lama lagi.

Onestopfootball, Lebih senang bermain di Jerman

Pesatnya perkembangan Sancho akan menolak tawaran MU karena merasa sedang berkembang pesat di Dortmund.

Di bawah asuhan Lucian Favre, Sancho memiliki jadwal pertandingan reguler. Akibatnya, Anda dapat dengan cepat meningkatkan kapasitas Anda saat ini.

Namun di MU, saya ragu bahwa saya bisa memiliki jadwal pertandingan reguler mengingat ada banyak nama penting di sektor sayap MU. Alhasil, Sancho lebih memilih tinggal di Dortmund.

Baca juga : Gagal Transfer Pemain Manchester United di Musim Dingin

Selain kesempatan bermain, Sancho juga ingin tetap di Dortmund karena pencapaian Die Borussien, yang sedang naik daun.

Seperti musim-musim sebelumnya, Dortmund adalah salah satu kandidat terkuat untuk kejuaraan Bundesliga. Namun musim ini, mereka benar-benar ditabur untuk menjadi juara.

Hingga minggu 22, mereka masih berada di puncak klasemen Bundesliga, unggul 3 poin dari juara bertahan Bayern Munich.

Sancho merasa bahwa dia sangat tertantang dengan situasi klubnya saat ini, jadi dia ingin tinggal lebih lama di Jerman untuk mematahkan dominasi Die Rotten.

Gagal Transfer Pemain Manchester United di Musim Dingin

Gagal Transfer Pemain Manchester United di Musim Dingin

Onestopfootball.net – Ole Gunnar Solskjaer bertanggung jawab atas penampilan mengesankan Setan Merah belakangan ini. Pemain Manchester  United sekarang merasa nyaman bermain dengan arsitek Norwegia.

Solskjaer masih belum yakin tentang menjadi manajer permanen Setan Merah musim depan. Namun, saya ingin merekrut beberapa pemain di bulan Januari.

Namun, United gagal menarik pemain tunggal di pasar transfer musim dingin. Solskjaer akhirnya harus bekerja dengan tim yang ada di sana hingga akhir musim.

Kalidou Koulibaly

Kalidou Koulibaly sudah menjadi target Manchester United belakangan ini. Jose Mourinho menginginkannya di klub dan laporan menunjukkan bahwa Ole Gunnar Solskjaer juga tertarik untuk merekrutnya.

Namun, Napoli tidak mau melepaskan sang bek dan dia tetap bertahan di Serie A. Koulibaly masih tetap menjadi target Setan Merah dan mereka dikabarkan akan melakukan pergerakan lagi di musim panas.

Ivan Perisic

Pemain lainnya yang menjadi target Manchester United sejak musim panas adalah Ivan Perisic. Bintang Inter Milan itu siap bergabung dengan United pada musim panas, tetapi raksasa Serie A menegaskan bahwa ia terlalu berharga untuk dilepaskan.

United melakukan usaha lagi pada awal Januari dan mereka mendapat jawaban yang sama. Tetapi situsinya berubah secara drastis dan dia tersedia di akhir bursa transfer dan hampir bergabung dengan Arsenal.

Baca juga : Kemenangan Timnas Indonesia Atas Kamboja

Nicolo Barella

Nicolo Barella menjadi target utama Chelsea pada bursa transfer Januari dan tawaran The Blues juga sudah diterima. United juga tertarik dengan sang pemain dan laporan di Italia menyatakan bahwa mereka juga sudah mengajukan tawaran untuknya.

Namun, kedua klub gagal merekrutnya karena Barella memutuskan untuk tetap bertahan di Cagliari. Dia tidak ingin pindah karena alasan pribadi dan sekarang dikabarkan mendekat ke Inter Milan.

Douglas Costa

Kedatangan Cristiano Ronaldo memberikan dampak besar kepada Gonzalo Higuain tetapi dia akhirnya meninggalkan klub dengan status pinjaman. Douglas Costa masih tetap berada di Juventus dan sedang berjuang untuk masuk ke starting XI karena kehadiran Ronaldo dan Paulo Dybala.

Costa dikaitkan dengan kepindahan menuju Manchester United tetapi transfer itu tidak terwujud. Pemain asal Brasil itu terikat kontrak dengan Juventus sampai 2020 dan United bisa mengejarnya lagi pada musim panas.

Diego Godin

Diego Godin juga menjadi target Manchester United pada musim panas dan bursa transfer Januari. Saat itu, Setan Merah siap untuk mengaktifkan klausul pelepasannya tetapi ditolak oleh bintang Atletico Madrid tersebut.

Godin sekarang akan bergabung dengan Inter Milan dengan status bebas transfer pada musim panas setelah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya di tim Spanyol. Hal itu jelas membuat Setan Merah harus gigit jari.

Kemenangan Timnas Indonesia Atas Kamboja

Kemenangan Timnas Indonesia Atas Kamboja

Onestopfootball.net – Sebelum menghadapi Kamboja, tim nasional Indonesia U-22 berada di bawah tekanan karena mereka masih bersaing dengan Malaysia dan Myanmar untuk lolos ke semifinal sebagai runner-up di Grup B.

Tempat di semi-final juara Grup B dikonfirmasi oleh Kamboja , yang memenangkan dua kemenangan atas Malaysia dan Myanmar dalam dua pertandingan sebelumnya.

Kemenangan atas Kamboja adalah harga kematian bagi tim asuhan Indra Sjafri untuk mencapai semifinal. Berkat dua gol yang dicetak oleh Marinus Wanewar, tim Young Garuda mendapat tempat di semifinal, meskipun dalam pertandingan Grup B lainnya, Malaysia menang 1-0 atas Myanmar.

Kamboja, yang berhasil membungkam Malaysia dan Myanmar seolah-olah mereka tidak berdaya dalam menghadapi meningkatnya serangan yang dilakukan oleh Osvaldo Haay et al.

Bahkan para pemain depan mereka frustasi untuk dapat menembus pertahanan Tim Pemuda Garuda yang dikawal oleh Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Firza Andika dan Asnawi Mangkualam.

Performa Awan Setho yang baik di bawah mistar gawang tim Sub-22 Indonesia membuat para pemain tim lokal semakin frustrasi sepanjang pertandingan. Pada akhirnya, Kamboja masih bisa tersenyum karena mereka memastikan bahwa mereka memasuki empat final Piala Sub-22 AFF 2019 sebagai juara Grup B.

Baca juga : AC Milan Tidak mempunyai pemain baru

Beberapa hal menarik dirangkum Bola.com dari hasil pertandingan antara Timnas Indonesia U-22 kontra Kamboja.

Marinus Wanewar Cetak 2 Gol Dalam 1 Laga untuk Timnas Indonesia

Dua gol yang dicetak Marinus Wanewar dalam pertandingan kontra Kamboja menjadi sebuah momen yang sangat berharga bagi pemain asal Papua tersebut. Dua golnya ke gawang Kamboja tak hanya membawa Timnas Indonesia U-22 lolos ke semifinal Piala AFF U-22 2019, tapi juga membuktikan ketajaman dirinya sebagai seorang striker.

Dalam pertandingan kontra Kamboja, Marinus Wanewar untuk pertama kalinya berhasil mencetak dua gol dalam satu pertandingan untuk Timnas Indonesia. Sebuah fakta yang membuktikan Marinus Wanewar mampu menjadi striker yang tajam di kotak penalti lawan.

Piala AFF U-22 2019 menjadi turnamen kedua yang dijalani Marinus Wanewar bersama Tim Garuda Muda. Sebelumnya, Marinus Wanewar memperkuat Timnas Indonesia U-22 untuk pertama kalinya pada SEA Games 2017 asuhan Luis Milla.

Tercatat dalam turnamen pertamanya pada Agustus 2017 itu, Marinus Wanewar hanya berhasil mencetak satu gol. Yang menarik, satu-satunya gol yang dicetak Marinus dalam turnamen itu terjadi saat Timnas Indonesia U-22 menang tipis 1-0 atas Timor Leste, di mana golnya menjadi sangat penting saat itu.

Laga kontra Malaysia di Piala AFF U-22 2019, Rabu (20/2/2019), menjadi laga di mana Marinus berhasil kembali mencetak gol untuk Tim Garuda Muda setelah 2018 tak memperkuat tim nasional. Akhirnya dua gol Marinus ke gawang Kamboja menambah pembendaharaan golnya untuk Timnas Indonesia.

Jarak Juventus dan Napoli semakin dekat

Jarak Juventus dan Napoli semakin dekat

onestopfootball.net – Dalam petandingan sebelumnya Aksi Cristiano Ronaldo telah memenagkan pertandingan yang kemenangan itu membuat jarak antara kubu napoli dan kubu juventus semakin dekat. saat itu juga ronaldo yang menjadi pusat perhatian dalam pertandingan.

Kemenangan 3-0 pada laga tandang kontra Sassuolo, Senin dini hari WIB (11/2/2019), tak hanya membuat Juventus memperlebar jarak dengan Napoli dalam perburuan scudetto. Pada pertandingan yang dimainkan di MAPEI Stadium itu, ada momen yang diyakini sudah dinanti penggemar Si Nyonya Tua.

Sami Khedira membuka keran gol Juventus pada menit ke-23, disusul gol Cristiano Ronaldo menit ke-70, dan dilengkapi gol Emre Can, 16 menit berselang.

Secara khusus, gol Ronaldo itu yang jadi perhatian. Seusai mencetak gol kedua pada laga itu, Ronaldo seperti biasa berselebrasi dengan gaya khasnya.

Namun, di sela itu, Ronaldo terlihat mencari Paulo Dybala yang duduk di bangku cadangan, dan bersamaan dengan itu, ia menyelipkan gaya “mask” alias topeng, yang selama ini merupakan selebrasi khas rekannya itu.

Gesture kecil itu jadi besar, lantaran belakangan ini keduanya dianggap tak harmonis. Pelatih Max Allegri belakangan kerap mencadangkan Dybala. Pada laga kontra Sassuolo, Dybala juga berada di bangku cadangan.

Dybala bahkan sampai kesal lantaran tak dimainkan saat Juventus bermain 3-3 kontra Parma (3/2/2019). Ia lantas meninggalkan bangku pemain pengganti sebagai luapan kekecewaan. Namun, kasus itu sudah usai seiringi permintaan maaf yang disampaikan Dybala.

Baca juga : Jadwal Petandingan Italian Serie A periode 16 -19 Februari 2019

Di Serie A musim ini, pemain asal Argentina itu baru menyarankan dua gol, bertolak belakangan dengan Ronaldo yang langsung menjelma jadi mesin gol Juventus.

Selebrasi topeng ala Dybala yang dilakukan Ronaldo itu diyakini menurunkan tensi di kamar ganti sekaligus meyakinkan, rumor yang beredar belakangan perihal dirinya dengan Dybala, sama sekali tak benar.

Selebrasi itu dianggap sebagai bukti sebagai dukungan antarrekan satu tim serta tak adanya konflik di antara Ronaldo dan Dybala.

Pelatih Juventus, Max Allegri, angkat bicara, perihal keputusannya mencadangkan Dybala, juga hubungan sang pemain dengan Ronaldo.

“Ronaldo dan Dybala tentu bisa bermain bersama dan pasti akan main bersama, tapi kami membutuhkan semua orang untuk bekerja keras agar tim tetap seimbang,” kata Allegri.

“Semua tergantung pada siapa lawan kami. Sassuolo punya lini tengah yang kuat, jadi saya harus menyeimbangkan tim saya seperti itu,” lanjut sang pelatih.