Pemain Liga Rusia yang Layak Masuk Klub Top Eropa

Pemain Liga Rusia yang Layak Masuk Klub Top Eropa – Dalam menjadi seorang pemain sepakbola, pasti akan sangat di perhatikan setiap apapun yang di lakukan termasuk menjadi seorang pemain yang handal dan menjadi seorang pemain top.

Di musim ini, beberapa pemain berhasil tampil luar biasa dengan performa yang meyakinkan. Bahkan, ada pemain muda dari Liga Rusia yang dinilai sangat layak untuk pindah ke klub yang lebih besar di liga-liga top Eropa guna meningkatkan kariernya di sepak bola. Lantas siapa sajakah mereka? Berikut kami sajikan daftar dan ulasannya, check this out!

Pemain Liga Rusia yang Layak Masuk Klub Top Eropa

 

1. Sardar Azmoun
Nama pertama adalah Sardar Azmoun. Striker timnas Iran itu sudah berkiprah di Liga Primer Rusia sejak musim 2013/2014. Selama 4 musim terakhir, ia bermain untuk Zenit Saint Petersburg dan dari musim ke musim, pencapaiannya terus meningkat.

2 musim lalu, Azmoun menjadi top skor Liga Primer Rusia berkat torehan 17 golnya. Musim lalu, 19 gol yang ia cetak hanya kalah 2 digit dari jumlah gol Artem Dzyuba, rekan setimnya yang jadi top skor Liga. Namun, penampilan Sardar Azmoun berbuah penghargaan pemain terbaik Russian Premier League.

Bersama Zenit, Azmoun sudah meraih 6 trofi, 3 trofi diantaranya adalah trofi liga Primer Rusia yang diraih secara beruntun. Rasanya, sudah waktunya bagi Azmoun untuk mencicip liga dengan level yang lebih tinggi. Apalagi, kiprahnya bersama Zenit kini berbuah ketertarikan beberapa klub top Eropa. Mereka yang berebut adalah Bayer Leverkusen, AS Roma, dan Lyon. Zenit dikabarkan tak mau melepas striker 26 tahunnya itu di bawah harga 20 juta euro.

 

2. Nikola Vlasic
Nama kedua yang layak mencicip Liga Top Eropa adalah Nikola Vlasic. Vlasic adalah seorang gelandang serang, tetapi juga bisa bermain sebagai winger kanan maupun winger kiri. Sejak musim 2018/2019, ia bermain untuk CSKA Moscow.

Nikola Vlasic cukup subur sebagai seorang playmaker. Musim lalu, ia berhasil mencetak 11 gol dan 5 asis di Liga Primer Rusia. Vlasic juga jadi bagian dari skuad timnas Kroasia di Euro 2020 lalu. Ia bermain bagus dalam 4 laga dan menyumbang 1 gol.

Penampilannya itu berbuah ketertarikan dari raksasa Serie A Italia, AC Milan yang tengah memburu playmaker anyar. Sayangnya, tawaran Milan berupa peminjaman dengan opsi beli seharga 25 juta euro ditolak CSKA Moscow yang hanya mau pembayaran cash di angka 30 juta euro.

Baca Juga : Daftar Klub Eropa dengan Puasa Liga Terlama

3. Khvicha Kvaratskhelia
Selain Nikola Vlasic, jebolan Liga Primer Rusia yang juga masuk radar transfer AC Milan adalah winger milik Rubin Kazan, Khvicha Kvaratskhelia. Baru berusia 20 tahun, ia merupakan seorang wonderkid dan rising star dari Georgia. Musim lalu, Khvicha mampu membukukan 4 gol dan 8 asis bagi Rubin Kazan di Russian Premier League.

Sudah 4 musim dirinya bermain di Liga Primer Rusia dan banyak media mengabarkan kalau ia sangat berhasrat untuk hengkang di musim panas ini. Dikutip dari Football Italia, selain dikaitkan dengan AC Milan, ia juga jadi target Ajax Amsterdam. Namun, agen dari Khvicha juga mengkonfirmasi bahwa kliennya juga diminati Tottenham Hotspur dan Juventus.

“Dengan kemungkinan 85-90 persen, Ia akan berganti tim dan bermain di klub tingkat tinggi di Eropa. Saya dapat mengkonfirmasi ada minat serius dari Tottenham. Saya tidak bisa mengatakan sesuatu yang baru tentang Leeds, tapi ada juga Juventus.” kata agen Khvicha Kvaratskhelia dikutip dari Football-Italia.

Kabarnya, Rubin Kazan bersedia melepas bintang mudanya itu di kisaran harga 20 hingga 25 juta euro. Akan sangat menarik untuk menanti siapa yang bakal memenangkan perburuan pemilik 8 caps bersama timnas Georgia itu.

Daftar Klub Eropa dengan Puasa Liga Terlama

Daftar Klub Eropa dengan Puasa Liga Terlama – Setiap tim akan berusaha untuk mengalahkan rival di setiap musim yang ada di negaranya. Kemenangan harus segera di raihnya. Berikut ini adalah klub besar Eropa yang paling lama puasa gelar domestik saat ini.

 

1. Manchester United

Manchester United telah tercatat melewati 8 musim tanpa sekalipun meraih gelar liga domestik. Klub dengan koleksi gelar terbanyak Liga Inggris itu terakhir kali meraih trofi di musim 2012-2013 atau di musim terakhir era Sir Alex Ferguson menjabat sebagai pelatih. Hingga kini, setan merah masih kesulitan untuk kembali pada masa kejayaan mereka.

Dalam kurun waktu 8 musim, mereka sebenarnya sempat memenangkan beberapa gelar seperti Piala FA, piala liga dan European League. Namun di liga domestik pencapaian terbaik mereka hanya menjadi runner-up.

Daftar Klub Eropa dengan Puasa Liga Terlama

2. Borussia Dortmund

Saingan terberat Bayern Muenchen di Bundesliga, Borussia Dortmund telah melewati 9 musim tanpa gelar di liga domestik. Mereka terlalu kesulitan untuk mematahkan dominasi Bayern Muenchen di Bundesliga Jerman. Terakhir kali Borussia Dortmund mengangkat trofi Bundesliga adalah di musim 2011-2012 saat mereka dilatih oleh Juergen Klopp.

Setelah itu, pencapaian terbaik mereka hanya menjadi runner-up. Apalagi setelah setiap musim ditinggal oleh para pemain bintangnya, Dortmund sepertinya akan semakin sulit untuk menyaingi Bayern Munchen.

Baca Juga : Fakta Menarik dari Diego Maradona

3. AC Milan

Salah satu tim elite Italia, AC Milan tengah mengalami masa sulit setelah terakhir kali mereka meraih gelar di ajang Piala Super Italia tahun 2016. Sedangkan di Serie-A, Rossoneri telah berpuasa selama satu dekade sejak terakhir kali mereka meraih scudetto di musim 2010-2011.

Saking lamanya mereka tidak meraih gelar juara, koleksi 18 scudetto yang mereka raih ini telah tersusul oleh rival sekota mereka yaitu Inter Milan yang meraih gelar ke-19 nya pada musim lalu. Menghadapi musim baru, Milan mendatangkan pemain anyar seperti Fikayo Tomori, Olivier Giroud dan kiper Maignan untuk membantu tim mengakhiri puasa gelar.

4. Olympique Lyon

Olympique Lyon merupakan salah satu tim terkuat dengan koleksi 7 trofi liga domestik. Menariknya lagi, mereka berhasil memenangkan ketujuh piala tersebut secara berturut-turut dari musim 2001-2002 hingga 2007-2008. Namun sayangnya, sejak tahun 2008 mereka belum pernah mengangkat trofi liga domestik lagi.

Dominasi klub seperti PSG dengan skuat bintangnya telah mempersulit Olympique Lyon untuk mengakhiri puasa gelar. Apalagi bergabungnya Lionel Messi dan Sergio Ramos semakin mempersempit peluang Lyon dalam merebut gelar domestik.

Paul Pogba Kena Pangkas Harga

Paul Pogba Kena Pangkas Harga

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Paul Pogba Kena Pangkas Harga. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Paul Pogba Kena Pangkas Harga

Gelandang asal Prancis, Paul Pogba, tampaknya bakal segera meninggalkan Manchester United. Rumor yang telah berlangsung sejak dua musim terakhir itu akan menemui puncaknya pada musim panas mendatang.

Paul Pogba sudah lama merasa tak betah di Manchester United. Musim lalu, pemain asal Prancis itu bahkan blak-blakan tentang keinginannya untuk segera meninggalkan Old Trafford.Namun, keiginan tersebut terus tertunda. Manajemen Manchester United seperti tidak rela melepas begitu saja mantan bintang Juventus itu.

Manchester United terkesan menghalangi keinginan pergi Paul Pogba dengan menetapkan harga setinggi langit untuk sang pemain. Tidak tanggung-tanggung, Manchester United membanderol Pogba dengan nilai 180 juta pounds atau Rp3,1 triliun.

Angka tersebut membuat sejumlah klub peminat, seperti Juventus atau Real Madrid, menunda niatnya. Namun, secercah harapan itu masih ada.

Melansir dari The Sun, Jumat (7/2/2020), manajemen Setan Merah dikabarkan sedikit melunak soal nilai transfer sang pemain. Manajemen memangkas nilai Paul Pogba dari 180 juta pounds menjadi 150 juta pounds sekitar Rp2,64 triliun.

Penurunan harga tersebut diyakini bakal dimanfaatkan sejumlah klub elite Eropa untuk kembali membidik Paul Pogba pada bursa transfer musim panas mendatang. Juventus dan Real Madrid disebut berada di barisan depan untuk mendatangkan sang pemain kembali ke Allianz Stadium.

Baca Juga : Chelsea Monitor Lautaro Di Liga Champions

Paul Pogba bukan satu-satunya pemain yang punya banderol nilai besar. Beberapa musim ini, laju bursa transfer dunia membuat harga pemain-pemain bintang melonjak setinggi langit.

PSG mengeluarkan 222 juta euro atau Rp3,5 triliun saat memboyong Neymar dari Barcelona. Kylian Mbappe berada di posisi kedua dalam daftar pemain termahal. Ia dibanderol 180 juta euro atau Rp2,8 triliun saat pindah dari AS Monaco ke PSG.

Adapula Phillipie Coutinho, yang menghabiskan 160 juta euro atau Rp2,5 triliun dari Liverpool ke Barcelona.

Nama terakhir adalah Ousname Dembelle yang dibeli Barcelona dari Borussia Dortmund. Barcelona merogoh kocek 145 juta euro atau Rp2,3 triliun saat itu.

Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

Aston Villa resmi mendapatkan striker muda berusia 16 tahun, Louie Barry dari Barcelona. Barry dinilai gagal berkembang selama enam bulan di sana.Barry bergabung dengan Barcelona dari West Brom Juli tahun lalu. Ia menolak tawaran sejumlah klub besar, termasuk Paris Saint-Germain yang memberikan tawaran mencapai dua juta pounds.Kini Barry kembali ke Inggris, tepatnya bersama Villa. Manajemen tim langsung menempatkannya di skuat akademi.Mark Harrison, manajer akademi Aston Villa, mengatakan bahwa direkrutnya Barry adalah bentuk komitmen klub dalam mengembangkan bakat muda.

“Ini adalah pesan kuat, bahwa Aston Villa memiliki tekad, ambisi, dan komitmen. Kami sangat senang, kami tahu dia dan keluarganya merupakan suporter Villa,” kata Harrison.”Barry masih sangat muda, tapi dia telah berkembang. Dia selalu menampilkan perkembangan yang menakjubkan. Mentalnya bagus, dan dia sangat ingin berkembang di tim ini,” katanya lagi.Minimnya kesempatan di Spanyol membuat Barry tak kerasan. Sejumlah pengamat sepak bola Inggris cemas perkembangan wonderkid Timnas The Three Lions itu terhambat jika terus bertahan di Barcelona.Keluarga besar Barry diketahui merupakan suporter Aston Villa. Mark Harrison, mantan pelatih Barry sejak di West Brom sekaligus manajer akademi Villa, tahu betul kualitas Barry.

Belum Bayar Kompensasi ke West Bromwich Albion
Menurut ESPN, Barcelona disebutkan belum membayar kompenasi kepada West Brom ketika merekrut Louie Barry. Dalam aturan FIFA, klub harus membayarkan sejumlah ‘uang pengembangan’ kepada klub terkait ketika membeli pemain muda.Pemain muda di sini di artikan sebagai pemain yang belum mendapatkan kontrak profesional. Tiap liga biasanya memiliki regulasi tersendiri. Premier League misalnya, diperbolehkan memberikan kontrak profesional saat si pemain sudah berusia 18 tahun.Perjanjian pra-kontrak boleh diberikan jauh hari sebelum si pemain menyentuh usia 18 tahun. Dalam konteks ini, pada saat itu, Barry sedang menjalani youth contract dengan West Brom. Hanya, Barca belum melunasi kompensasi meski kesepakatan sudah ada sejak Juli tahun lalu.Tidak banyak sebanarnya uang kompensasi yang harus dikeluarkan Barca. Mereka ‘hanya’ wajib membayar 130ribu euro saja.

Baca Juga : Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

Masa Depan Timnas Inggris
Lahir di Birmingham, Barry pernah memiliki dua kewarganegaraan, yakni Inggris dan Irlandia Utara. Barry pernah membela Timnas Irlandia kelompok usia, namun akhrinya mantap memilih Timnas Inggris U-16.Barry membela West Brom sejak usia 6 tahun. Setelah 10 tahun mengabdi bersama The Baggies, ia telah tumbuh menjadi pemain yang lebih matang dan siap menjelajah tiap rumput lapangan sepak bola.Sejak hijrah ke Camp Nou, Barry sukses melesakkan tujuh gol dari sembilan penampilan bersama Timnas Inggris U-16. Dirinya pun digadang-gadang bakal menjadi pemain andalan The Three Lions di masa-masa mendatang.Jauh sebelum bergabung dengan Barcelona, West Brom diketahui telah menerima tawaran dari Paris Saint-Germain terhadap Barry. Bahkan, Barry sudah tes medis di Paris, tetapi akhirna memilih Barcelona.

Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

Momen-momen menarik mewarnai kemenangan 2-1 Liverpool atas Wolverhampton Wanderers, di Stadion Molineux, Jumat (24/1/2020). Satu di antara momen yang disorot ketika striker Liverpool, Mohamed Salah, tak memberi umpan kepada rekannya, Takumi Minamino, yang dalam posisi menguntungkan untuk mencetak gol.Momen itu terjadi pada injury time babak pertama. Mohamed Salah awalnya menerima umpan terobosan dari rekannya, Roberto Firmino. Dia kemudian merangsek dengan terus berlari dan melepaskan tendangan ke gawang Wolves yang dijaga Conor Coady.

Baca Juga : Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Sayang tendangan Salah malah bisa diblok salah satu pemain Wolves, Matt Doherty. Liverpool pun gagal menambah gol.Saat itu, Liverpool baru unggul 1-0 melalui gol Jordan Henderson pada menit ke-8. Wolves malah akhirnya mampu membalas pada menit ke-51 lewat Raul Jimenez. Liverpool butuh gol telat Roberto Firmino pada menit ke-84 untuk menyegel kemenangan.Momen Salah tak mengoper bola ke Minamino itu menyedot perhatian karena bukan yang pertama. Mantan pemain AS Roma dan Chelsea itu juga pernah dituding egois ketika menghadapi Burnley, Agustus tahun lalu.Saat itu, Salah enggan memberi umpan kepada Sadio Mane. Alhasil, Mane sampai marah-marah saat ditarik keluar sehingga harus ditenangkan rekan-rekannya di bangku cadangan.Sikap Mohamed Salah tersebut juga mendapat kritikan dari fans. Sentilan mereka ditumpahkan melalui media sosial.

Luis Enrique Pindah Spanyol

Luis Enrique Pindah Spanyol

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Luis Enrique Pindah Spanyol. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Luis Enrique Pindah Spanyol.

Luis Enrique kembali menjabat sebagai pelatih Spanyol. Dalam jumpa pers, ia mengungkapkan alasan mengapa Robert Moreno tak lagi menjadi asistennya.Sebelumnya, Enrique resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih Spanyol pada Juni lalu untuk merawat putrinya, Xana, yang menderita kanker tulang. Ia bahkan sudah tak lagi mendampingi La Furia Roja di Kualifikasi Piala Eropa 2020 sejak Maret lalu. Xana sendiri akhirnya wafat pada Agustus.Moreno yang berstatus asisten pelatih Enrique pun ditugaskan menggantikan posisinya. Di bawah Moreno, Spanyol lolos ke Piala Eropa 2020 dengan status tak terkalahkan di kualifikasi.

Namun rupanya RFEF ingin Spanyol dipimpin oleh Enrique di turnamen itu . Pada prosesnya, Moreno pun diganti dan tak lagi menempati jabatan sebelumnya sebagai asisten pelatih.Proses pergantian pelatih ini pun menyisakan cerita tak enak antara Enrique, Moreno, dan RFEF. Padahal sebelumnya Moreno sudah menjadi asisten Enrique sejak di AS Roma, Celta Vigo, hingga Barcelona.”Satu-satunya orang yang bertanggung jawab mengenai absennya Robert Moreno dalam staf kepelatihan Spanyol adalah saya,” ujar Enrique dalam perkenalan dirinya kembali sebagai pelatih Spanyol di Madrid.

Baca Juga :Jerman Masuk Neraka

“Ia (Moreno) mengunjungi rumah saya pada September lalu, dia bilang ingin melatih Spanyol di Euro 2020 dan setelahnya, ia siap kembali menjadi asisten saya jika saya ingin melatih lagi.””Saya paham, dia orangnya ambisius dan bekerja sangat keras untuk menjadi pelatih Spanyol, tapi dia sudah menunjukkan ketidaksetiaan, dan buat saya ini sebuah kesalahan.””Saya tak mau orang seperti itu ada dalam staf kepelatihan saya. Saya katakan padanya jika dia itu kuat dan punya determinasi, tapi dia tak akan jadi bagian dari tim saya,” demikian Enrique seperti dikutip Sky Sports.

Jerman Masuk Neraka

Jerman Masuk Neraka

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Jerman Masuk Neraka. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Jerman Masuk Neraka

Hasil undian Piala Eropa 2020 menempatkan Jerman di grup Neraka. Joachim Loew menilai ini akan menjadi ujian bagi skuat muda Die Mannschaft.

Pengundian fase Grup Piala Eropa 2020 sudah tuntas dilakukan di Bukarest pada Sabtu (30/11/2019) malam WIB. Grup Neraka muncul dengan Jerman, Portugal dan Prancis berada di Grup F.Satu slot tersisa di Grup ini akan ditentukan lewat play-off jalur A dan D yang akan digelar pada Maret mendatang. Islandia, Bulgaria, Hongaria, Rumania, Georgia, Belarusia, Makedonia Utara, dan Kosovo akan bersaing demi satu tempat di Grup F.Melihat hasil undian ini, Loew mengakui Jerman akan berada di Grup sulit. Hal tersebut akan menjadi tantangan bagi skuat muda Nationelf.

Baca Juga :Persela Targetkan Persib

Loew saat ini memang banyak mengandalkan pemain muda sebagai pilar utama Jerman. Ia mulai menyingkir para pemain dari generasi emas yang meraih Piala Dunia 2019. Tercatat hanya Manuel Neuer dan Toni Kroos yang masih dipertahankan.Namun Loew mengaku Jerman bakal diuntungkan dengan status tuan rumah yang mereka sandang di Grup ini. Mereka bakal melakoni tiga laga di Grup di Allianz Arena.”Ini adalah grup neraka. Pertandingan di Munich akan menjadi pesta sepakbola. Harapannya cukup tinggi karena,” ujar Loew dikutip dari AS.

“Untuk tim muda kami, ini menjadi tantangan besar namun juga motivasi besar. Ini adalah hadiah untuk kami yang menjadi juara grup pada babak kualifikasi,” tambahnya.

Jerman lolos ke babak utama Piala Eropa 2020 usai menjadi juara di Grup C pada babak kualifikasi dengan mengumpulkan 21 poin. Mereka mengungguli Belanda di urutan kedua dengan selisih tiga angka.

Beberapa Alasan Mengapa Barcelona Masih Butuh Neymar

Beberapa Alasan Mengapa Barcelona Masih Butuh Neymar

Onestopfootball.net – Barcelona pernah merasakan kesuksesan besar dengan trio MSN. Sekarang mereka kesulitan untuk menemukan kombinasi penyerang seperti itu lagi. Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar membentuk trio yang biasa disebut MSN. Trisula maut ini sangat ditakuti karena sangat produktif menjebol gawang lawan. Namun, trio MSN ini pada akhirnya bubar pada tahun 2017. Neymar memutuskan hengkang ke PSG dengan status pemain termahal dunia.

Barcelona kemudian menggantikan Neymar dengan Ousmane Dembele dan Philippe Coutinho. Namun, performa kedua pemain tersebut justru tidak sesuai harapan. Kedatangan Antoine Griezmann pada musim panas sepertinya juga belum menjadi solusi. Kepergian Neymar bisa dibilang merupakan kehilangan besar buat Barcelona. Barcelona harus bereuni kembali dengan pemain asal Brasil itu. Berikut ini akan kami bahas mengenai beberapa alasan mengapa Barcelona masih butuh Neymar seperti dilansir dari berbagai sumber :

Lini Serang Kesulitan
Pada era MSN, apakah ada tim yang bermimpi mengejar defisit 3 gol untuk menyingkirkan Barcelona dari Liga Champions? Dengan trio MSN, Barcelona bahkan bisa melakukan comeback luar biasa saat melawan PSG di Camp Nou.

Namun saat ini, Blaugrana kesulitan untuk mencetak gol. Bahkan, mereka bermain tanpa gol tiga kali dari tujuh pertandingan pada musim ini. Meskipun, masih terlalu dini untuk mengeluh tetapi Barcelona biasanya bukan tim yang kesulitan untuk mendapatkan gol.

Merekrut kembali Neymar bisa membantu mengembalikan ketajaman Suarez dan magis Messi. Trio MSN yang baru tentu bisa membuat Barca menjadi tim yang paling ditakuti di benua Eropa lagi.

Kurangi Beban Messi
Setelah Barcelona disingkirkan Liverpool di ajang Liga Champions musim lalu, beberapa penggemar ada yang menyalahkan Lionel Messi dan mempertanyakan kontribusinya. Tapi, mereka lupa bahwa dia adalah pemain terbaik mereka sepanjang musim.

Selain itu, sejak kepergian Neymar ke PSG pada musim panas 2017, Messi menjadi satu-satunya pemain yang membimbing mereka menuju kesuksesan. Sayangnya, Messi adalah manusia dan semua manusia memiliki kekurangan.

Ketika Messi tidak dalam permainan terbaiknya, Barcelona selalu tampak tidak berdaya dan tidak bersemangat. Memulangkan Neymar bisa sedikit mengurangi beban Messi. Neymar bisa menjadi pembeda ketika Messi tak bersinar.

Baca Juga : Pemain Hebat Madrid Yang Membuat Zidane Pusing

Kembalikan Sihir MSN
Selama era MSN, trio penyerang Messi, Suarez dan Neymar sangat menyenangkan untuk ditonton. Mereka mencetak banyak gol dengan cara yang sangat mudah. Tapi saat ini, mereka bertiga punya pengalaman yang mengerikan pada musim lalu.

Selain Messi, tak satu pun dari dua anggota trio MSN yang bisa bangga dengan performanya pada musim lalu. Merekrut kembali Neymar pada akhirnya bisa menemukan kepingan yang hilang di lini depan Barcelona.

Neymar juga tidak bisa mengulagi performa impresifnya seperti di Camp Nou setelah pindah ke PSG. Neymar sepertinya merindukan kedua rekannya tersebut dan menyatukan mereka kembali bisa mengembalikan kejayaan Barcelona.

Liga Champions
Selama kesuksesan terakhir Barcelona di Liga Champions, Neymar mempunyai peran yang besar. Bahkan, pemain Brasil itu memainkan peran penting dalam kemenangan 3-1 atas Juventus di final. Namun setelah kepergiannya, Blaugrana kesulitan di Liga Champions, terutama pada babak sistem gugur.

Pada musim 2017/2018, Barcelona disingkirkan Roma setelah unggul di leg pertama. Musim lalu tidak lebih baik karena mereka didepak Liverpool dengan cara yang lebih buruk.

Merekrut kembali Neymar bisa menentukan kesuksesan Barcelona di Liga Champions. Bersama Neymar, Barcelona bukan hanya sukses di Eropa tetapi mereka bisa meraih treble.

Jadwal Petandingan UEFA Europa League periode 13 -15 Februari 2019

Jadwal Petandingan UEFA Europa League periode 13 -15 Februari 2019

onestopfootball.net – Hallo para football lovers, kali ini tim one stop football akan memberikan jadwal pertandingan sepakbola dengan siaran langsung. waktu yang kami tunjukan adalah waktu kick-off yang dalam Waktu Indonesia Barat (WIB). Inilah jadwal pertandigan UEFA Europa League periode 13 -15 Februari 2019.

Tanggal / jam UEFA Europa League Asian Handicap Over/Under
Home Handicap Away Over Total Under
13/Feb  00:55 Fenerbahce vs Zenit St. Petersburg 2.05 0 : 1/4 1.85 2.05 2.25 1.825
15/Feb  00:55 BATE Borisov vs Arsenal 1.85 1 1/4 : 0 2.05 1.875 2.75 2
15/Feb  00:55 Galatasaray vs Benfica 2 0 1.9 1.9 2.25 1.975
15/Feb  00:55 Krasnodar vs Leverkusen 1.85 1/2 : 0 2.05 1.825 2.5 2.025
15/Feb  00:55 Lazio vs Sevilla 2.025 0 : 1/4 1.85 1.825 2.25 2.025
15/Feb  00:55 Olympiacos Piraeus vs Dinamo Kiev 2 0 : 1/2 1.9 2.075 2.25 1.8
15/Feb  00:55 Rapid Wien vs Inter Milan 2.1 3/4 : 0 1.8 1.95 2.5 1.925
15/Feb  00:55 Rennes vs Real Betis 1.975 0 1.925 2.025 2.25 1.85
15/Feb  00:55 Slavia Prague vs Racing Genk 2.125 0 : 1/4 1.775 1.85 2.25 2.025
15/Feb  03:00 Celtic vs Valencia 2.025 1/4 : 0 1.85 1.825 2.25 2.05
15/Feb  03:00 Club Brugge vs Red Bull Salzburg 2 1/4 : 0 1.9 1.925 2.5 1.95
15/Feb  03:00 FC Zurich vs Napoli 1.9 1 1/4 : 0 1.975 2 2.75 1.875
15/Feb  03:00 Malmo vs Chelsea 2.075 1 1/4 : 0 1.825 1.85 2.75 2.025
15/Feb  03:00 Shaktar Donetsk vs Frankfurt 2.025 0 : 1/4 1.875 1.95 2.5 1.925
15/Feb  03:00 Sporting Lisbon vs Villarreal 2 0 : 1/4 1.875 2 2.5 1.85
15/Feb  03:00 Viktoria Plzen vs Dinamo Zagreb 2.075 0 : 1/4 1.825 1.85 2.25 2.05