Thailand Terdiam Atas Kemenangan Timnas U 22 Yang Menjadi Juara Di Piala AFF

Thailand Terdiam Atas Kemenangan Timnas U 22 Yang Menjadi Juara Di Piala AFF

Onestopfootball.net – Meskipun mereka tertinggal lebih dulu, tujuan Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Haay menjadi judul yang menentukan kejuaraan milik tim Young Garuda. Setelah serangkaian peluang emas didapat oleh tim Young Garuda di babak pertama, seperti Osvaldo Haay di menit keempat, Gian Zola di menit ke-27 dan Witan Sulaeman di menit ke-33, pertandingan pertama di babak itu berakhir tanpa gol .

Di paruh kedua pertandingan, Thailand mulai mencoba bermain lebih bebas. Garis pertahanan tim nasional Sub-22 Indonesia semakin tertekan. Cloud Setho harus mulai mengejar serangan tim Perang Gajah.

Thailand menyerang buah manis di menit ke 57. Kapten Thailand, Saringkan Promsupa, berhasil mencetak gol dengan sundulan setelah menerima tendangan bebas dari rekan setimnya.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Timnas Indonesia U-22 berhasil membalas lewat gol yang dicetak Sani Rizki Fauzi pada menit ke-58. Mendapat umpan dari Gian Zola, tembakan dilepas Sani Rizki dan membentur tubuh bek Thailand, Marco Ballini. Bola berubah arah dan gagal dihalau kiper Thailand, Korraphat Nareechan.

Timnas Indonesia U-22 berhasil berbalik unggul pada menit ke-63. Seperti halnya gol yang dicetak Thailand, Tim Garuda Muda berhasil mencetak gol lewat tandukan Osvaldo Haay setelah menerima umpan tendangan bebas Luthfi Kamal Baharsyah.

Tertinggal satu gol membuat pemain Thailand termotivasi untuk bisa menyamakan kedudukan lagi. Pemain Thailand berusaha menekan lini pertahanan Tim Garuda Muda.

Baca juga : Berakhir Imbang MU dengan Liverpool

Dalam keadaan unggul, Timnas Indonesia U-22 kehilangan bek tengah sekaligus kapten tim, Bagas Adi Nugroho, yang diusir wasit karena menerima kartu merah. Bagas melakukan tekel keras dengan dua kaki yang membuat wasit tak memberinya ampun dan mengusirnya dari lapangan.

Gawang Awan Setho kemudian digempur Thailand. Namun, kukuhnya pertahanan, meski tanpa Bagas Adi membuat Thailand tak berhasil memaksimalkan peluang-peluang yang mereka miliki. Wasit meniupkan peluit panjang dan Timnas Indonesia U-22 resmi menjadi juara Piala AFF U-22 2019 dengan kemenangan 2-1 atas Thailand.

Susunan Pemain

Timnas Indonesia U-22 (4-3-3): Awan Setho Raharjo (kiper); Asnawi Mangkualam Bahar, Nurhidayat Haji Haris, Bagas Adi Nugroho, Firza Andika (belakang); Muhammad Luthfi Kamal Baharsyah, Gian Zola, Sani Rizki Fauzi (tengah); Witan Sulaeman, Osvaldo Haay, Marinus Wanewar (depan)

Pelatih: Indra Sjafri

Timnas Thailand U-22 (3-5-2): Korraphat Nareechan (kiper); Chatchai Saengdao, Marco Ballini, Saringkan Promsupa (belakang); Sampan Kesi, Tanpisit Khukhalarno, Patcharapol Intanee, Sakunchai Saeongthopho, Kritsada Nontharat (tengah); Jedsadakorn Kowngam, Jargensak Wonggorn (depan)

Pelatih: Alexandre Gama

Berakhir Imbang MU dengan Liverpool

Berakhir Imbang MU dengan Liverpool

Onestopfootball.net – Pada laga sebelumnya tim Manchester United (MU) berbagi angka dengan Liverpool dalam laga Liga Inggris di Old Trafford, Minggu (24/2/2019) dan nyatanya kedua tim memberikan ekspektasi yang tidak terduga dan Kedua tim bermain seimbang.

Hasil ini tidak membantu perjuangan masing-masing tim di klasemen. MU tergusur ke posisi lima disalip Arsenal yang mengalahkan Southampton 2-0.

The Red Devils memiliki 52 poin dari 27 pertandingan. MU tertinggal satu nilai di belakang The Gunners.

Di sisi lain, Liverpool sukses menggeser Manchester City untuk menguasai klasemen. Namun, dengan raihan 66 angka, The Reds hanya memimpin satu angka atas sang juara bertahan.

Badai cedera mewarnai babak pertama. MU kehilangan dua pemain akibat cedera, Ander Herrera dan Juan Mata, saat laga berumur 25 menit. Sebagai gantinya Solskjaer mengandalkan Andreas Pereira dan Jesse Lingard.

Keputusan menurunkan Lingard merupakan perjudian besar mengingat kondisinya. Dia baru pulih setelah terkapar pada duel Liga Champions versus Paris-Saint Germain.

Baca juga : Calon Pengganti Luis Suarez

Terbukti, Lingard harus meninggalkan laga jelang jeda setelah melewatkan kesempatan emas. Alexis Sanchez pun mengisi posisinya.

Tim tamu juga tidak beruntung. Roberto Firmino gagal menyelesaikan pertandingan. Engkelnya bermasalah akibat salah mendarat. Manajer Liverpool pun memasukkan Daniel Sturridge.

Gangguan cedera menutupi jalan pertandingan. Liverpool menguasai laga dan MU sesekali melancarkan serangan balik. Namun, selain Lingard, tidak ada peluang berarti yang terjadi di babak pertama.

Kondisi tidak jauh berbeda selepas jeda. Pertahanan kedua tim sama-sama bermain baik sehingga kiper David de Gea dan Alisson Becker tidak harus melakukan penyelamatan penting.

MU sebenarnya merobek gawang Liverpool akibat bunuh diri Joel Matip yang salah mengantisipasi Chris Smalling. Namun, Smalling terlebih dahulu dalam posisi offside.

Susunan Pemain
Manchester United (4-3-3): De Gea, Young, Smalling, Lindelof, Shaw, Ander Herrera (Pereira 21), McTominay, Pogba, Mata (Lingard 25, Sanchez 43), Lukaku, Rashford

Liverpool (4-3-3): Alisson, Milner, Matip, van Dijk, Robertson, Henderson (Shaqiri 72), Fabinho, Wijnaldum, Salah (Origi 79), Firmino (Sturridge 31), Mane

Calon Pengganti Luis Suarez

Barcelona, Calon Pengganti Luis Suarez

Onestopfootball.net – Berita terkini yang kami buat untuk menemani anda di setiap informasi tentang dunia sepak bola, Onestopfootball akan membahas Luis Suarez yang katanya akan di ganti oleh pemain lain, berikut siapa saja sih yang bakal menganti pemain ini.

Barcelona, Luis Suarez saat ini sudah berusia 32 tahun. Usia itu tentu bukan usia emas bagi seorang penyerang.

Barcelona pastinya sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mencari pengganti Suarez. Apalagi, dalam beberapa laga belakangan, bomber asal Uruguay itu juga gagal tampil maksimal.

Menurut catatan statistik, Suarez sudah tabsen mencetak gol dalam 16 pertandingan tandang Barcelona. Total di Liga Champions, Suarez baru mencetak enam gol dari 22 pertandingan tandang.

Suarez didatangkan Barcelona dari Liverpool pada awal musim 2014/15. Bersama Lionel Messi dan Neymar (kini di PSG), Suarez membentuk trio lini depan paling mematikan di dunia.

Tercatat, Suarez telah tampil 232 kali dan mencetak 169 gol bagi Barcelona. Melihat statistik ini, menggantikan Suarez tentu bukan perkara mudah.

Namun seperti dilansir Sportskeeda, tiga nama pemain di bawah rasanya patut dipertimbangkan.

Richarlison

Nama pertama yang patut dipertimbangkan Barcelona adalah Richarlison. Striker Everton asal Brasil itu telah menyumbang 11 gol dari 25 kali tampil bagi The Toffees.

Dari segi usia, Richarlison pas untuk masuk dalam proyek jangka panjang Barcleona karena baru berumur 21 tahun. Selain itu, nama besar Barcelona pun tampaknya bakal membuat Richarlison terpikat.

Richarlison bergabung dengan Everton dari Watford pada bursa transfer awal musim ini dengan harga 35 juta pound sterling atau Rp 646 miliar. Menurut situs transfermarkt, Richarlison terikat kontrak dengan Everton hingga Juni 2023.

Mauro Icardi

Icardi boleh dibilang target yang cukup realistis bagi Barcelona. Pasalnya, bomber asal Argentina itu belum menandatangani perpanjangan kontrak dengan Inter Milan.

Baca juga : Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat, Barcelona

Hal tersebut membuat manajemen Inter mencopot ban kapten Icardi. Inter lalu memindahkannya ke kiper senior mereka, Samir Handanovic.

Untuk mendapatkan Icardi, Barcelona harus bersaing dengan rival abadi mereka, Real Madrid. Ya, Los Galacitcos disebut memasukkan Icardi ke dalam daftar incaran mereka.

Marcus Rashford

Dibanding kedua nama sebelumnya, Barcelona tampaknya harus bekerja lebih keras jika ingin mendatangkan Marcus Rashford. Maklum, Manchester United (MU) tentu tak akan melepas begitu saja bintang muda mereka.

Sejak dibawa Louis van Gaal ke tim utama MU, Rashford terus menjadi andalan Setan Merah di lini depan. Ia tampil sebagai pengganti sepadan bagi Wayne Rooney dan Zlatan Ibrahimovic.

Di musim ini, Rashford telah tampil 33 kali dan mencetak 10 gol. Sejak mentas di tim utama, Rashford tampil 156 kali dan mencetak 42 gol.

Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat, Barcelona

Fred Solskjaer Akan Selalu Ingat

Onestopfootball.net – Dalam berita Onestopfootball, Fred belum bisa mendapatkan peluang bermain yang cukup dari Ole Gunnar Solskjaer di Manchester United. Namun pemain Brasil itu tidak perlu khawatir karena manajernya tidak melupakannya.

Dibeli dengan harga 52 juta pound sterling (sekitar R $ 965 miliar) dari Shakhtar Donetsk, Fred dipinggirkan dari pasukan Manchester United. Di musim pertamanya di Old Trafford, ia baru memulai tujuh kali.

Bahkan setelah Ole Gunnar Solskjaer tiba, biaya perjudian tidak meningkat. Hanya sekali dia bermain sejak menit pertama ketika dia menghadapi Huddersfield Town. Gelandang berusia 25 tahun itu belum menyentuh sejak ia tampil di Piala FA pada 5 Januari.

Dengan kini badai cedera pemain menghantam MU, Fred punya peluang untuk dimainkan. “Dia harus bermain dengan baik saat dapat kesempatan, terus berlatih, terus bekerja, sebagaimana yang dia lakukan kini,” ucap Solskjaer dikutip dari SkySports.

Baca juga : Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Disebut Solskjaer, saat ini memang sulit buat menembus lini tengah MU yang sudah solid dengan trio Paul Pogba, Nemaja Matic, dan Ander Herrera. Untuk kasus Fred, sang pemain disebutnya butuh untuk terus beradaptasi.

“Kami punya tiga gelandang, Herrera, Pogba dan Matic dan mereka bermain sangat bagus bersama-sama. Scott McTominay adalah pilihan yang pasti saat berhadapan dengan Liverpool karena dia pemain akademi – pada satu kesempatan kami punya lima pemain akademi di atas lapangan.

“Anda harus bersabar, menunggu waktu agar bisa beradaptasi. Lihat Juan (Sebastian Veron) – dia salah satu pemain terbaik yang pernah setim dengan saya – dan dia butuh waktu. Dan saya yakin saat kesempatan datang, Fred akan memanfaatkan peluang itu. Fred akan mendapatkan kesempatan itu, mungkin (menghadapi Crystal Palace),” terang Solskjaer.

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Onestopfootball.net – Pertandingan Lazio vs Milan berlangsung di Stadio Olimpico, Rabu (2/2/2019) dini hari. Lazio tampak dominan tetapi tidak bisa mencetak gol karena penyelesaian yang buruk. Tidak ada pemenang di semifinal satu kaki Coppa Italia antara Lazio dan AC Milan. Kedua tim bermain imbang tanpa gol 0-0.

Pada awal pertandingan, Milan menciptakan tekanan pertama dengan tembakan dibelokkan oleh Timoue Bakayoko dan upaya Lucas Paqueta dibungkam. Tembakan keras Patric setelah menggunakan kesalahan Suso masih jauh dari gawang yang diselamatkan oleh Gianluigi Donnarumma.

Ciro Immobile melewatkan peluang setelah gagal memaksimalkan umpan Rómulo. Solusi dari tepi kotak penalti masih tidak pada tempatnya. Lazio mengklaim penalti setelah Joaquín Correa diperkosa oleh Paqueta. Namun, wasit melanjutkan pertandingan karena dia pikir Paqueta melakukan tekel yang bersih.

Menjelang turun minum, Lazio menyerbu pertahanan Milan. Namun, Rossoneri mampu bertahan dengan solid untuk menggagalkan sontekan Correa usai menerima umpan tarik Immobile. Tembakan jarak jauh Marco Parolo dan Lucas Leiva juga bisa dimentahkan.

Setelah restart, Krzysztof Piatek mengancam Lazio. Bola terobosan Paqueta diterima Piatek untuk diteruskan dengan tembakan yang melebar tipis karena dibelokkan Patric.

Alessio Romagonoli melakukan pelanggaran dengan mendorong Immobile di dalam kotak penalti. Namun, tidak ada hukuman karena Immobile lebih dahulu dalam posisi offside.

Baca juga  : Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Sebuah peluang kembali dilewatkan Lazio setelah upaya Correa dari posisi bagus bisa diredam Donnarumma. Davide Calabria melakukan intersepsi krusial untuk mematahkan serangan potensial Lazio.

Lazio nyaris membuka keunggulan setelah tendangan lob-nya sukses melewati Donnarumma namun bola mengenai tiang gawang. Namun, bendera offside hakim garis kemudian terangkat.

Sebelum laga berakhir, Milan menciptakan peluang saat Piatek menyundul umpan Fabio Borini. Sayangnya, bola masih melayang di atas gawang Lazio.

Tidak ada gol yang tercipta di sisa permainan. Skor 0-0 bertahan sampai laga bubar.

Di leg kedua, Milan akan gantian menjamu Lazio di San Siro pada April 2019.

Susunan Pemain

LAZIO: Strakosha; Patric, Acerbi, Bastos; Romulo (Marusic 89), Parolo (Luis Alberto 74), Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic; Correa; Immobile (Caicedo 81)

AC MILAN: Donnarumma; Calabria, Musacchio, Romagnoli, Laxalt; Kessie (Calhanoglu 29), Bakayoko, Paqueta (Biglia 85); Suso (Castillejo 74), Piatek, Borini