Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

onestopfootball.net Milomir Selsija mengeluh tentang keluwesan Arema berkaitan transfer pemain.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Meski tak lagi melatih Arema FC musim 2020, bukan berarti Milomir Seslija sakit hati. Pelatih asal Bosnia ini tetap memberikan masukan agar tim berjuluk Singo Edan itu bisa lebih baik musim depan.Dia berharap manajemen Arema tidak terlalu ‘pelit’ dalam menginvestasikan dananya musim depan. Karena investasi yang bagus tentu dapat hasil yang bagus pula.Sejak dua musim terakhir, Arema mengubah kebijakan transfernya. Sederet pemain bintang diganti dengan pemain muda potensial.

Musim ini Milo merasakan keterbatasan budget Singo Edan. Alhasil dia tidak bisa mendatangkan beberapa pemain sendiri.”Sebenarnya pelatih butuh pemain pilihan sendiri untuk bisa menjalankan skema yang disiapkan,” jelasnya.Artinya, Milo berharap musim depan manajemen memberikan sedikit keleluasaan kepada pelatih untuk menyusun komposisi pemain. Karena musim ini, pelatih 56 tahun ini datang ketika tim sudah terbentuk.”Intinya Arema harus melakukan investasi yang tepat baik untuk pelatih dan pemainnya,” tegas dia.

Baca Juga : Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

Musim ini, sangat terasa jika budget terbatas Arema membuat kualitas pemain inti dan cadangan timpang. Saat ketika badai cedera menimpa pemain inti, Singo Edan terseok-seok di putaran kedua.Ini berbeda dengan musim 2016 silam saat Milo datang pertama kali sebagai pelatih kepala Singo Edan. Sejumlah trofi berhasil didaratkan ke Bumi Arema.”Waktu itu saya bisa memilih pemain dan mereka berkualitas. Sehingga bisa meraih beberapa trofi dan jadi runner up di kompetisi. Tahun ini saya sulit pilih pemain tapi ditargetkan berprestasi. Ada kalanya budget menjadi persoalan,” jelas Milo.Apa yang disampaikan Milo memang akan dijalankan manajemen Arema. Saat ini mereka sudah berkomunikasi dengan calon pelatih baru. Siapa saja pemain yang dipertahankan dan dilepas adalah hak pelatih baru. Begitu juga dengan rekrutan baru.

Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

onestopfootball.net Hariono pemain asal Persib yang kini gantung tempat dari Persib.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

1. Hariono Mengawali Karier Bersama Persida Sidoarjo
Hariono mengawali kariernya bersama Persida Sidoarjo sejak 2003 sampai 2004. Pemain kelahiran 1985 itu bermain sebanyak 30 kali untuk Persida Sidoarjo.Kemudian, Hariono dikontrak Deltras Sidoarjo pada 2004 hingga 2008. Bermain sebagai gelandang bertahan, Hariono mencatatkan 119 caps dan dua gol.

2. Membela Persib Bandung Selama 11 Tahun
Hariono kemudian merapat ke Persib Bandung pada musim 2008. Kala itu, dia dibawa oleh pelatih Persib, Jaya Hartono, untuk memperkuat tim berjuluk Pangeran Biru.Hariono memulai debut di pertandingan pertama Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2008 melawan Persela Lamongan. Berarti, gelandang asal Sidoarjo ini telah membela tim Pangeran Biru selama 11 tahun.

3. Hariono Pernah Jadi Kuli Panggul Sekaligus Pemain di Klub Milik Minimarket
Sebelum namanya menjadi besar bersama Persib Bandung, Hariono sempat merasakan asam garam kehidupan dengan menjadi kuli di sebuat retail minimarket di Sidoarjo.Sambil bekerja, pemain berusia 34 tahun itu juga tetap menjalani hobinya dalam mengolah si kulit bundar bersama rekan kerjanya. Hariono kemudian menjadi besar setelah dibawa oleh Jaya Hartono merapat bersama Maung Bandung.

Mengutip dari Bobotoh.id, mantan pelatih Persib, Jaya Hartono, mengungkapkan masa lalu Hariono.”Dia (Hariono) mau kerja keras dia disiplin, dia tidak macam-macam. Padahal dulu siapa Hariono? Pemain dari klub Indomaret, bukan pemain liga!” ucap Jaya Hartono.”Tapi begitu saya pakai, saya bawa dia ke sini dia jadi besar di sini, luar biasa. Karena apa? Karena dia mau kerja keras dia disiplin, dia tidak macam-macam,” tutur mantan pelatih Deltas Sidoarjo.

4. Baru Cetak Satu Gol untuk Persib
Selama 11 tahun berkostum Persib Bandung, Hariono baru mencetak satu gol.Torehannya tersebut dia cetak dari titik putih saat menjamu Perseru Serui di Stadion Si Jalak Harupat dalam ajang Indonesia Soccer Championship 2016.

5. Hariono Sempat Membawa Maung Bandung Meraih Gelar
Bersama Persib Bandung, Hariono turut berkontribusi dalam beberapa raihan gelar. Gelandang bernomor masuk dalam skuat yang membawa Persib Bandung juara Liga Super Indonesia 2014.Hariono juga turut membawa Persib Bandung menjuarai Piala Presiden 2015, Celebes Cup, dan Piala Wali Kota Padang.

Baca Juga : Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

6. Hariono Pernah Perkuat Timnas Indonesia
Hariono beberapa kali dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Tercatat, gelandang asal Sidoarjo itu sudah bermain sebanyak 19 kali dan mencetak satu gol untuk tim Merah Putih.Gol Hariono dicetak saat Timnas Indonesia melakoni laga uji coba melawan Palestina pada 22 Agustus 2011.Caps Hariono bersama Timnas Indonesia tercatat dalam rentang waktu 2008 hingga 2014.

7. Hariono Punya Dua Julukan
Hariono memiliki dua julukan beken yang melekat pada dirinya yaitu Gennaro Gattuso Indonesia dan Si Gondrong. Pemain yang kerap dijuluki Gondrong Hariono juga identik dengan nomor punggungnya, 24.

8. Hariono Juga Merambah Bisnis Pakaian
Pemain Persib Bandung, Hariono, juga sudah membuka usaha di luar lapangan hijau. Dia telah merintis bisnis kaus. Baju yang dijual Hariono diberi label H24.

Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

onestopfootball.net Banyak pemain dan pelatih Impor yang bermain di Indonesia,banyak yang bertahan dan banyak yang pergi.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

Sempat tidak diperhitungkan, Renan Silva mengakhiri Shopee Liga 1 2019 dengan gelar bergengsi. Gelandang Borneo FC berhasil merengkuh predikat pemain terbaik kompetisi.PT Liga Indonesia Baru (LIB), melalui Technical Study Group (TSG) yang berisikan empat anggota Ansyari Lubis, Mustaqim, Supriyono Prima, dan Octavery Krisnandana mendapuk Renan Silva sebagai pemain terbaik Liga 1 2019.Pria asal Brasil ini mengungguli Fadil Sausu dari Bali United dan Makan Konate yang subur bersama Arema FC.

Renan Silva bergabung dengan Borneo FC pada awal musim ini. Ia menandatangani kontrak selama setahun. Sepanjang Liga 1 2019, dirinya mencatatkan 30 penampilan dengan torehan 12 gol dan lima assist.Sebelum merapat ke Borneo FC, Renan Silva memperkuat Persija Jakarta selama setengah musim pada putaran kedua Liga 1 2018. Ia turut bersumbangsih mengantar tim ibu kota keluar sebagai juara. Bermain dalam 13 laga, ia gagal membuat sebiji gol.Kepindahannya ke Borneo FC sangat tepat. Ia menjelma menjadi pemain penting Borneo FC. Perannya sebagai pengatur serangan tidak tergantikan.Ujungnya, kualitas Renan Silva perlahan mulai diakui. Gelar pemain terbaik Liga 1 2019 membuat makin melengkapi curiculum vitae (CV) Renan Silva di kancah sepak bola Indonesia.Berkesempatan untuk mewawancarai Renan Silva setelah dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik Shopee Liga 1 2019. Berikut petikannya:

Cinta Indonesia
Bagaimana Anda menilai permainan Anda di musim ini?
Saya sangat bahagia dengan apa yang saya lakukan pada musim ini dan berterima kasih kepada rekan setim, staf pelatih, dan manajemen. Saya tidak bisa mendapatkan apa pun tanpa bantuan mereka.Beberapa pihak menganggap kondisi fisik Anda bermasalah saat bergabung dengan Persija pada musim lalu.

Dari 13 laga, sepuluh kali Anda diganti. Sekarang penampilan Anda meningkat drastis dengan mendapatkan gelar pemain terbaik. Apa kuncinya?
Ketika saya tiba di Persija, saya tidak mengikuti pramusim dengan semua pemain karena saya bergabung di pertengahan musim. Tapi, saya tetap dapat membantu Persija menjadi juara dengan bermain di seluruh pertandingan sejak saya bergabung.

Baca Juga : Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

Apa yang melatarbelakangi Anda bertahan di Indonesia setelah dilepas Persija?
Saya dan keluarga mencintai Indonesia dan saya ingin bermain selama bertahun-tahun di sini. Semua orang menghargai saya dan mengakui kinerja saya.

Kenapa Anda memilih bergabung dengan Borneo FC pada awal musim?
Borneo FC adalah tantangan besar untuk saya. Banyak yang tidak percaya kami dapat membuat musim yang bagus seperti saat ini. Saya percaya dan Tuhan menolong saya.

Seberapa besar peran pelatih Mario Gomez dalam permainan Anda di musim ini? Apakah Anda merasa dia layak untuk tantangan yang lebih besar seperti melatih Timnas Indonesia?
Mario Gomez adalah pelatih top dan dia tidak membutuhkan untuk membuktikan apa pun ke siapa pun. Tapi saya rasa, Stefano Cugurra Teco layak untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, memaklumi ledakan emosi yang ditunjukkan pelatih Park Hang-seo pada laga final SEA Games 2019. Indra Sjafri menilai, hal itu adalah sesuatu yang wajar.Park Hang-seo harus diusir wasit pada laga final SEA Games 2019. Kejadian bermula ketika Osvaldo Haay melanggar Nguyen Trong Hoang pada menit ke-77.Wasit Majed Al-Shamrani berusaha menenangi sikap tempramental Park Hang-seo. Namun, hal itu diabaikan olehnya sehingga wasit melakukan tindakan tegas dengan memberikan kartu merah.Tak terima dengan hal itu, Park Hang-seo langsung mendatangi asisten wasit. Pria asal Korea Selatan itu meluapkan kekesalannya dengan kalimat-kalimat bernada tinggi. Vietnam akhirnya harus melanjutkan sisa pertandingan tanpa arahan Park Hang-seo.Namun, Indra Sjafri berkomentar bijak terkait hal itu. Simak di halaman berikut ini.

Meski demikian, Indra Sjafri menilai Park Hang-seo adalah sosok yang baik. Pelatih asal Sumatra Barat itu menilai gaya tempramental yang dilakukan Park Hang-seo hanyalah di dalam lapangan.”Hubungan saya dengan Park Hang-seo sebagai sesama pelatih ya harus berhubungan baik. Saya sudah bertemu dia beberapa kali dan menurut saya dia adalah pribadi yang baik,” kata Indra Sjafri.”Kami juga menginap di hotel yang sama. Ya kalau pada pertandingan berada di situasi yang meledak-ledak saya rasa itu adalah hal yang wajar,” ujar Indra Sjafri.Apa yang dikatakan Indra Sjafri memang benar adanya. Park Hang-seo merupakan sosok yang ramah di luar lapangan. Setiap selepas konferensi pers, pelatih berusia 60 tahun itu kerap menyalami para wartawan sembari memberikan senyum hangat.

Asisten pelatih Vietnam, Lee Young-jin, memberikan apresiasi terhadap semangat pantang menyerah yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia U-22 pada laga final SEA Games 2019, Selasa (11/12/2019). Lee Young-jin mengaku, timnya sedikit lebih beruntung dari Indonesia hingga meraih medali emas.Vietnam menyegel medali emas SEA Games 2019 berkat kemenangan 3-0 atas Timnas Indonesia U-22. Sebanyak dua dari tiga gol itu terjadi melalui skema situasi tendangan bebas yang dimaksimalkan Doan Van Hau (39′, 73′).”Saya memberikan apresiasi kepada para pemain Timnas Indonesia U-22 yang sudah bermain sangat baik. Soal set piece, kami memang sudah mempersiapkannya dengan baik,” kata Lee Young-jin.”Kami bisa mencetak gol dari set piece dan laga menjadi lebih mudah. Soal gol dari set piece, kami sedikit lebih beruntung dari Indonesia,” tegas pelatih asal Korea Selatan itu.

Baca Juga : Bek Vietnam Bermain Aneh Redam Spirit Garuda

Medali emas SEA Games 2019 menjadi yang perdana diraih Vietnam sejak 1977. Lee Young-jin berterima kasih kepada seluruh dukungan dari masyarakat Vietnam.”Terima kasih kepada rakyat Vietnam yang mendukung kami dengan hati. Terima kasih kepada pemain yang sudah membalas dukungan tulus rakyat Vietnam. Semua pemain melakukan yang terbaik dalam 90 menit dan bermain sebagai tim. Akhirnya kami meraih medali emas,” ujar Lee Young-jin.Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia U-22 harus puas meraih medali perak. Artinya, Tim Merah Putih dipaksa kembali menunggu peluang meraih medali emas yang sudah bertahan sejak 1991.

Bek Vietnam Bermain Aneh Redam Spirit Garuda

Bek Vietnam Bermain Aneh Redam Spirit Garuda

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Bek Vietnam Bermain Aneh Redam Spirit Garuda.Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Bek Vietnam Bermain Aneh Redam Spirit Garuda

Mantan bek Timnas Vietnam berdarah Belanda, Danny van Bakel, menyebut Doan Van Hau sebagai satu di antara pemain belakang yang aneh di Asia Tenggara. Menurutnya, pemain Timnas Vietnam U-22 tersebut berbeda dengan bek-bek di Asia Tenggara lain karena mempunyai fisik dan kualitas mumpuni saat bermain di lapangan.Van Bau menjadi sosok kunci kemenangan Vietnam atas Timnas Indonesia U-22 pada final sepak bola SEA Games 2019 di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12/2019). Dua golnya membantu Vietnam membungkam Timnas Indonesia U-22 dengan skor 3-0 dan merebut medali emas.

Label aneh yang disematkan oleh Van Bekel tentu saja sebagai bentuk pujian. Menurut Van Bekel, keanehan Doan Van Hau terletak pada karakter dan skillnya yang jarang dimiliki mayoritas bek Asia Tenggara.Van Bekel menilai bek-bek Asia Tenggara terkadang terlalu kalem saat perebutan bola. Namun, Van Hau berbeda, karena tekniknya bagus, punya kemampuan membaca situasi, dan punya sikap kompetitif. “Pemain seperti Van Hau memiliki kualitas kemenangan dalam tubuh mereka. Mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk meredam spirit lawan,” kata Van Bekel dilansir dari Zing.vn, Selasa (10/12/2019).Van Bakel juga memberikan pujian kepada Van Hau atas torehan dua gol ke gawang Indonesia. Van Bekel menambahkan Van Hau pantas mendapatkan nilai 10 saat bermain di final.

Baca Juga : Evan Dimas Dan Kawan Kawan Dipecundangi Vietnam

“Dia akan membawa kegembiraan untuk Vietnam selama bertahun-tahun. Permainan sepak bola yang dia tunjukkan hari ini (lawan Indonesia) sangat bagus. Seorang bek dengan tinggi 1,85 m dan mencetak 2 gol di final,” kata Danny van Bakel.Van Bekel meyakini Van Hau mempunyai masa depan yang cerah. Di usianya yang baru 20 tahun, ia masih memiliki banyak peluang meningkatkan kualitasnya.”Dalam banyak momen, Van Hau menunjukkan tekad yang diperlukan. Cara Van Hau memainkan permainan yang sulit dilakukan banyak pemain. Di Belanda, kami dulu memiliki pemain dengan gaya permainan yang berani seperti Mark van Bommel. Terkadang sebuah tim membutuhkan pemain keren semacam itu untuk mengintimidasi lawan, “kata Van Bakel.Seperti diketahui, pada partai final cabor sepak bola SEA Games 2019, Doan Van Hau terlihat sengaja mencederai kaki Evan Dimas, padahal sang pemain telah mengoper bola ke Zulfiandi.Berkat terjangan itu Evan Dimas langsung terjatuh sambil mengerang kesakitan. Evan Dimas akhirnya ditarik keluar dan digantikan Syahrian Abimanyu.

Evan Dimas Dan Kawan Kawan Dipecundangi Vietnam

Evan Dimas Dan Kawan Kawan Dipecundangi Vietnam

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Evan Dimas Dan Kawan Kawan Dipecundangi Vietnam. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Evan Dimas Dan Kawan Kawan Dipecundangi Vietnam

Timnas Indonesia U-22 dipecundangi Vietnam pada partai final sepak bola SEA Games 2019, Selasa (10/12/2019) malam, di Stadion Rizal Memorial, Manila. Evan Dimas dan kawan-kawan kalah dengan skor 0-3.Garuda Muda sempat tampil apik pada awal pertandingan. Beberapa peluang sempat diciptakan skuat asuhan Indra Sjafri tersebut.Sayang, sundulan Doan Van Hau pada menit ke-39 berhasil menggetarkan gawang Nadeo Argawinata. Mimpi buruk Osvaldo Haay dan kawan-kawan berlanjut hingga babak kedua.

Vietnam berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-59 dari tendangan Doan Van Hau. Kemudian pada menit ke-73, Do Hung Dung juga menambah pundi-pundi gol The Golden Star menjadi 3-0.Skor tersebut bertahan hingga ditiupnya peluit tanda berakhirnya permainan. Itu berarti, Timnas Indonesia U-22 gagal mengulangi sejarah yang ditorehkan Skuat Garuda pada SEA Games 1991 di Manila.Skuat asuhan Indra Sjafri harus puas dengan medali perak dalam event olahraga dua tahunan antarnegara Asia Tenggara tersebut. Kiprah Timnas Indonesia U-22 meraih medali perak itu tak lepas dari perhatian dari Luis Milla.

Baca Juga : Rahim Sterling Dihujat

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu bahkan memberi ucapan selama kepada Garuda Muda atas torehan prestasinya itu. “Kerja bagus anak-anak. Selamat atas torehan mengakjubkan kalian di turnamen ini,” bunyi tulisan di Twitter Luis Milla.Menariknya, pelatih asal Spanyol itu turut menyertakan hashtag #KitaGaruda dalam unggahannya tersebut. Beberapa fans menilai Luis Milla masih menaruh seucil hatinya di Indonesia.”Anda terlihat sangat mencintai Indonesia dan orang-orangnya. Sayang, federasi tak mengerti. Mereka hanya ingin pencapaian instan. Kami juga sebenarnya mencintaimu coach. Kami ingin Anda kembali,” komentar salah seorang fans.

Rahim Sterling Dihujat

Rahim Sterling Dihujat

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Rahim Sterling Dihujat. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Rahim Sterling Dihujat

Striker Manchester City, Raheem Sterling, meledek bek Manchester United, Phil Jones, setelah beredar foto dirinya dengan ekspresi wajah aneh dalam kemenangan 4-1 kontra Dinamo Zagreb di laga terakhir Grup C, Kamis (12/12/2019) dini hari WIB. Phil Jones dikenal sering tertangkap kamera tengah menunjukkan ekspresi wajah yang aneh dan kocak dalam berbagai pertandingan. Beragam meme tentang ekspresi wajah Phil Jones tersebut kerap bertebaran di media sosial, baik Twitter maupun Instagram.

Ternyata, saat laga Manchester City kontra Dinamo Zagreb di The Maksimir Stadium, giliran Raheem Sterling yang tanpa sengaja tertangkap kamera menunjukkan ekspresi wajah kocak dan aneh saat hendak menendang di depan gawang Dinamo Zagreb. Mendapati foto seperti itu, Sterling langsung mengunggahkan ke media sosial melalui akun Twitternya. Di foto tersebut Sterling membubuhi keterangan singkat. “Phil Jones bakal bangga,” tulis Sterling dengan ditambahi tiga emoticon tertawa.

Baca Juga : Pemain Manchester United Pendominasi Cetak Gol

Unggahan Sterling tersebut mendapat tanggapan beragam dari warganet. Ada yang ikut tertawa, kemudian mengunggah berbagai ekspresi kocak Phil Jones yang selama ini sering beredar. Namun, ada pula beberapa warganet yang malah balik meledek Raheem Sterling. Mereka mengolok-oloknya dengan mengunggah meme tentang bek MU, Aaron Wan-Bissaka. Seperti diketahui, Aaron Wan-Bissaka menjadi momok menakutkan bagi Sterling pada derbi Manchester akhir pekan lalu. Bek MU tersebut benar-benar membuat Sterling tak berkutik. Pada pertandingan itu, Sterling tak mencatatkan tendangan yang berpeluang gol.

Luis Enrique Pindah Spanyol

Luis Enrique Pindah Spanyol

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Luis Enrique Pindah Spanyol. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Luis Enrique Pindah Spanyol.

Luis Enrique kembali menjabat sebagai pelatih Spanyol. Dalam jumpa pers, ia mengungkapkan alasan mengapa Robert Moreno tak lagi menjadi asistennya.Sebelumnya, Enrique resmi mengundurkan diri dari jabatan pelatih Spanyol pada Juni lalu untuk merawat putrinya, Xana, yang menderita kanker tulang. Ia bahkan sudah tak lagi mendampingi La Furia Roja di Kualifikasi Piala Eropa 2020 sejak Maret lalu. Xana sendiri akhirnya wafat pada Agustus.Moreno yang berstatus asisten pelatih Enrique pun ditugaskan menggantikan posisinya. Di bawah Moreno, Spanyol lolos ke Piala Eropa 2020 dengan status tak terkalahkan di kualifikasi.

Namun rupanya RFEF ingin Spanyol dipimpin oleh Enrique di turnamen itu . Pada prosesnya, Moreno pun diganti dan tak lagi menempati jabatan sebelumnya sebagai asisten pelatih.Proses pergantian pelatih ini pun menyisakan cerita tak enak antara Enrique, Moreno, dan RFEF. Padahal sebelumnya Moreno sudah menjadi asisten Enrique sejak di AS Roma, Celta Vigo, hingga Barcelona.”Satu-satunya orang yang bertanggung jawab mengenai absennya Robert Moreno dalam staf kepelatihan Spanyol adalah saya,” ujar Enrique dalam perkenalan dirinya kembali sebagai pelatih Spanyol di Madrid.

Baca Juga :Jerman Masuk Neraka

“Ia (Moreno) mengunjungi rumah saya pada September lalu, dia bilang ingin melatih Spanyol di Euro 2020 dan setelahnya, ia siap kembali menjadi asisten saya jika saya ingin melatih lagi.””Saya paham, dia orangnya ambisius dan bekerja sangat keras untuk menjadi pelatih Spanyol, tapi dia sudah menunjukkan ketidaksetiaan, dan buat saya ini sebuah kesalahan.””Saya tak mau orang seperti itu ada dalam staf kepelatihan saya. Saya katakan padanya jika dia itu kuat dan punya determinasi, tapi dia tak akan jadi bagian dari tim saya,” demikian Enrique seperti dikutip Sky Sports.