Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

Dua pemain asing Persija Jakarta, Marko Simic dan Rohit Chand terpaksa berlatih terpisah dari rekan-rekannya pada Kamis (23/1/2020) di Lapangan PSAU TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pasalnya, keduanya baru bergabung dari masa liburan.”Rohit baru tiba di Jakarta pada dua hari lalu, sedangkan Simic baru kemarin. Jadi belum bisa bersama-sama dengan tim,” ujar asisten pelatih Persija Jakarta, Rodrigo Pellegrino dinukil dari Antara.

Pellegrino mengatakan, kondisi Simic dan Rohit belum memadai untuk melebur dengan rekan-rekannya guna melahap sesi latihan normal. Alhasil, keduanya tidak dilibatkan dengan aktivitas Riko Simanjuntak dan kawan-kawan.”Justru berbahaya kalau mereka dipaksakan berlatih penuh. Akibatnya bisa cedera. Saat ini mereka mungkin masih jet lag dan mungkin sulit tidur untuk beberapa hari,” kata Rodrigo.Setelah Simic dan Rohit tiba, Persija Jakarta masih menunggu kedatangan dua pemain asing lagi, dengan satu di antaranya adalah Marco Motta. Rencananya, bek asal Brasil itu bakal menginjakkan kaki di ibu kota pada 28 Januari 2020.

Baca Juga : Bruno Matos Calon Pemain Persib

Menu Latihan Persija
Sejauh ini, kata Rodrigo, Sergio Farias selaku pelatih Persija Jakarta masih menitikberatkan latihan fisik sebagai menu utama persiapan timnya untuk musim depan. Sesekali, tim pelatih mengubah daftar latihan menjadi transisi permainan.”Pelatih masih fokus ke fisik, tetapi mulai meningkatkan kualitas pertahanan, lini tengah dan transisi bertahan ke menyerang,” imbuh Rodrigo.”Kami ingin pemain bergerak melebar ke kiri dan kanan lalu mengirimkan bola ke kotak penalti. Pemain harus meningkatkan kualitas untuk penyerang atau pemain lain yang menunggu di depan gawang,” tutur asisten pelatih asal Brasil itu.

Bruno Matos Calon Pemain Persib

Bruno Matos Calon Pemain Persib

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bruno Matos Calon Pemain Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bruno Matos Calon Pemain Persib

Bursa transfer Indonesia masih dibuka. Sejumlah klub mulai berbenah dan menambah amunisi pemain bintang untuk menyongsong Liga 1 2020, termasuk Persib Bandung.Persebaya Surabaya berhasil menghebohkan pemberitaan setelah mendatangkan Makan Konate dari Arema FC. Klub berjuluk Bajul Ijo itu diprediksi mengelontorkan dana besar untuk memboyong pemain asal Mali tersebut.Bukan hanya Makan Konate, transfer Ezechiel N’Douassel ke Bhayangkara FC juga cukup menyita perhatian. N’Douassel yang selama tiga tahun ini menjadi tumpuan di lini depan Maung Bandung, malah memutuskan hengkang.Stiker asal Chad itu memilih Bhayangkara FC sebagai klub barunya pada kompetisi Liga 1 2020. Kini, Persib tengah kebingungan mencari pengganti N’Douassel.

Di sisi lain, klub berjuluk Pangeran Biru itu juga masih disibukkan mencari pemain baru untuk menyonsong Liga 1 2020. Persib sedang berusaha menggenapi slot pemain asing setelah hengkangnya Ezechiel N’Douassel ke Bhayangkara FC.Terbaru, Persib dikabarkan memiliki ketertarikan kepada geladang asal Brasil, Bruno Matos. Bruno adalah pemain yang resmi didepak Bhayangkara FC

1. Mantan Pemain Persija
Bruno Matos adalah mantan pemain Persija. Macan Kemayoran merupakan klub pertama yang dibela Matos, tepatnya pada putaran pertama Shopee Liga 1 2019.Memasuki paruh musim, Persija Jakarta mencoret Matos. Sejumlah dugaan mengemuka, mulai dari perselisihannya dengan pelatih Macan Kemayoran saat itu, Julio Banuelos, hingga kondisinya yang tak kunjung prima setelah mengalami cedera.Setelah kontraknya diputus Persija pada awal September 2019 lalu, gelandang asal Brasil tersebut merapat ke Bhayangkara FC.

2. Banderol Tinggi
Bruno Matos tampil cukup baik bersama Bhayangkara FC. Pada musim 2019, Bruno mempersembahkan sembilan gol dari 17 penampilannya bersama The Guardian.Mengacu pada hal tersebut, harga Bruno Matos dikabarkan melonjak naik. Berdasar Transfermarkt, harga pasar pemain asal Brasil itu mencapai Rp6,4 miliar.Harga pasar Matos bahkan lebih mahal ketimbang superstar Persija, Marco Simic. Saat ini, nilai pasar striker paling subur di klub Macan Kemayoran itu hanya sektar Rp5,4 miliar.

3. Didepak Gara-gara Ezechiel N’Douassel?
Bhayangkara FC rela melepas Bruno Matos karena lebih memilih Ezechiel N’Douassel. Alasannya, slot pemain asing di Bhayangkara sudah penuh.Jika Ezechiel N’Douassel datang, maka harus ada satu pemain asing yang didepak dari skuat asuhan Angel Alfredo Vera itu. Sebelumnya, klub berjuluk The Guardian itu lebih dulu mendatangkan Renan Silva. Adapula Guy Herve dan Lee Wom Jae.”Slot pemain asing kami sudah tidak ada makanya Matos kami lepas. Kontrak dia dengan Bhayangkara habis pada Februari 2020,” kata Chief Operation Officer Bhayangkara FC, Sumardji.

Baca Juga : Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

4. Buka Peluang Kembali ke Persija
Nama Bruno Matos masuk dalam daftar bidikan teratas Persib Bandung. Itu artinya, Bruno bakal merumput bersama Maung Bandung jika negoasiasi yang dilakukan menemui kata sepakat.Meski demikian, Bruno mengaku tetap membuka peluang kembali ke Persija. Menurut agen Matos, pemainnya akan menerima tawaran yang sekiranya cukup menarik.”Jika Persija Jakarta memberikan tawaran yang menarik, kenapa tidak Matos kembali,” ujar agen yang menaungi Matos, Fabio Barbosa.

5. Performa Lumayan
Meski didepak Bhayangkara FC, kualitas Bruno Matos tak perlu diragukan lagi. Pada akhir musim 2019, Matos melejit dengan menjadi pemain tersubur kedua tim setelah Herman Dzumafo yang membukukan 10 gol.Padahal, ia baru datang pada pertengahan musim. Saat itu, Matos mencetak sembilan gol dan merupakan torehan cukup baik bagi anak yang baru datang.Namun manajemen Bhayangkara FC memiliki pertimbangan lain. Bruno Matos menjadi nama yang justru didepak setelah kedatangan Ezechiel N’Douassel dan Renan Silva.

Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

Aston Villa resmi mendapatkan striker muda berusia 16 tahun, Louie Barry dari Barcelona. Barry dinilai gagal berkembang selama enam bulan di sana.Barry bergabung dengan Barcelona dari West Brom Juli tahun lalu. Ia menolak tawaran sejumlah klub besar, termasuk Paris Saint-Germain yang memberikan tawaran mencapai dua juta pounds.Kini Barry kembali ke Inggris, tepatnya bersama Villa. Manajemen tim langsung menempatkannya di skuat akademi.Mark Harrison, manajer akademi Aston Villa, mengatakan bahwa direkrutnya Barry adalah bentuk komitmen klub dalam mengembangkan bakat muda.

“Ini adalah pesan kuat, bahwa Aston Villa memiliki tekad, ambisi, dan komitmen. Kami sangat senang, kami tahu dia dan keluarganya merupakan suporter Villa,” kata Harrison.”Barry masih sangat muda, tapi dia telah berkembang. Dia selalu menampilkan perkembangan yang menakjubkan. Mentalnya bagus, dan dia sangat ingin berkembang di tim ini,” katanya lagi.Minimnya kesempatan di Spanyol membuat Barry tak kerasan. Sejumlah pengamat sepak bola Inggris cemas perkembangan wonderkid Timnas The Three Lions itu terhambat jika terus bertahan di Barcelona.Keluarga besar Barry diketahui merupakan suporter Aston Villa. Mark Harrison, mantan pelatih Barry sejak di West Brom sekaligus manajer akademi Villa, tahu betul kualitas Barry.

Belum Bayar Kompensasi ke West Bromwich Albion
Menurut ESPN, Barcelona disebutkan belum membayar kompenasi kepada West Brom ketika merekrut Louie Barry. Dalam aturan FIFA, klub harus membayarkan sejumlah ‘uang pengembangan’ kepada klub terkait ketika membeli pemain muda.Pemain muda di sini di artikan sebagai pemain yang belum mendapatkan kontrak profesional. Tiap liga biasanya memiliki regulasi tersendiri. Premier League misalnya, diperbolehkan memberikan kontrak profesional saat si pemain sudah berusia 18 tahun.Perjanjian pra-kontrak boleh diberikan jauh hari sebelum si pemain menyentuh usia 18 tahun. Dalam konteks ini, pada saat itu, Barry sedang menjalani youth contract dengan West Brom. Hanya, Barca belum melunasi kompensasi meski kesepakatan sudah ada sejak Juli tahun lalu.Tidak banyak sebanarnya uang kompensasi yang harus dikeluarkan Barca. Mereka ‘hanya’ wajib membayar 130ribu euro saja.

Baca Juga : Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

Masa Depan Timnas Inggris
Lahir di Birmingham, Barry pernah memiliki dua kewarganegaraan, yakni Inggris dan Irlandia Utara. Barry pernah membela Timnas Irlandia kelompok usia, namun akhrinya mantap memilih Timnas Inggris U-16.Barry membela West Brom sejak usia 6 tahun. Setelah 10 tahun mengabdi bersama The Baggies, ia telah tumbuh menjadi pemain yang lebih matang dan siap menjelajah tiap rumput lapangan sepak bola.Sejak hijrah ke Camp Nou, Barry sukses melesakkan tujuh gol dari sembilan penampilan bersama Timnas Inggris U-16. Dirinya pun digadang-gadang bakal menjadi pemain andalan The Three Lions di masa-masa mendatang.Jauh sebelum bergabung dengan Barcelona, West Brom diketahui telah menerima tawaran dari Paris Saint-Germain terhadap Barry. Bahkan, Barry sudah tes medis di Paris, tetapi akhirna memilih Barcelona.

Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mohamed Egois Tak Beri Umpan Ke Takumi

Momen-momen menarik mewarnai kemenangan 2-1 Liverpool atas Wolverhampton Wanderers, di Stadion Molineux, Jumat (24/1/2020). Satu di antara momen yang disorot ketika striker Liverpool, Mohamed Salah, tak memberi umpan kepada rekannya, Takumi Minamino, yang dalam posisi menguntungkan untuk mencetak gol.Momen itu terjadi pada injury time babak pertama. Mohamed Salah awalnya menerima umpan terobosan dari rekannya, Roberto Firmino. Dia kemudian merangsek dengan terus berlari dan melepaskan tendangan ke gawang Wolves yang dijaga Conor Coady.

Baca Juga : Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Sayang tendangan Salah malah bisa diblok salah satu pemain Wolves, Matt Doherty. Liverpool pun gagal menambah gol.Saat itu, Liverpool baru unggul 1-0 melalui gol Jordan Henderson pada menit ke-8. Wolves malah akhirnya mampu membalas pada menit ke-51 lewat Raul Jimenez. Liverpool butuh gol telat Roberto Firmino pada menit ke-84 untuk menyegel kemenangan.Momen Salah tak mengoper bola ke Minamino itu menyedot perhatian karena bukan yang pertama. Mantan pemain AS Roma dan Chelsea itu juga pernah dituding egois ketika menghadapi Burnley, Agustus tahun lalu.Saat itu, Salah enggan memberi umpan kepada Sadio Mane. Alhasil, Mane sampai marah-marah saat ditarik keluar sehingga harus ditenangkan rekan-rekannya di bangku cadangan.Sikap Mohamed Salah tersebut juga mendapat kritikan dari fans. Sentilan mereka ditumpahkan melalui media sosial.

Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

onestopfootball.net Setelah menunggu tanda tangan kontrak akhirnya Shin Tae Yong,menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan Shin Tae yong, telah memutuskan menerima pinangan PSSI untuk melatih Timnas Indonesia. Dalam waktu dekat, arsitek berusia 49 tahun tersebut bakal tiba di Tanah Air.Daum melaporkan, melansir dari Yonhap, Tae Yong akan menandatangani kontrak dengan PSSI pada 26 Desember 2019. Saat ini, kedua belah pihak telah menemui kata sepakat.”Belum ada tanda tangan kontrak. Saya baru akan pergi ke Indonesia pada 26 Desember 2019 untuk membubuhkan tanda tangan kontrak,” ujar Tae Yong dinukil dari Daum.

Kepastian Tae Yong menangani Timnas Indonesia sekaligus membuat Shenzhen FC, gigit jari. Sebelumnya, klub Liga China tersebut bersaing dengan PSSI untuk mendapatkan tenaga pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini.Tae Yong juga mengakui tengah terlibat negosiasi tahap akhir dengan PSSI. “Kami berada dalam tahap akhir pembicaraan,” tutur Tae Yong. “Indonesia panas. Tapi, sekarang saatnya bekerja,” imbuhnya berkelakar.”Shenzhen FC meminta saya untuk melatih mereka sementara mereka masih punya pelatih. Akhirnya, saya menerima tawaran untuk melatih Timnas Indonesia,” jelas Tae Yong.

Baca Juga : Persita Gembosi Kekuatan Persik

PSSI Belum Mengumumkan
Sebelumnya, PSSI masih enggan mengumumkan pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Tae Yong telah diputuskan untuk menukangi tim berjulukan Skuat Garuda itu.Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, tidak membantah maupun mengakui informasi tersebut. Menurut pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu, pihaknya masih membutuhkan waktu sepekan untuk memutuskan pelatih Timnas Indonesia.”Untuk pelatih Timnas Indonesia, sedang dalam finalisasi dalam sepekan ke depan,” ujar Iwan Bule Senin (23/12/2019).

Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

onestopfootball.net Milomir Selsija mengeluh tentang keluwesan Arema berkaitan transfer pemain.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Meski tak lagi melatih Arema FC musim 2020, bukan berarti Milomir Seslija sakit hati. Pelatih asal Bosnia ini tetap memberikan masukan agar tim berjuluk Singo Edan itu bisa lebih baik musim depan.Dia berharap manajemen Arema tidak terlalu ‘pelit’ dalam menginvestasikan dananya musim depan. Karena investasi yang bagus tentu dapat hasil yang bagus pula.Sejak dua musim terakhir, Arema mengubah kebijakan transfernya. Sederet pemain bintang diganti dengan pemain muda potensial.

Musim ini Milo merasakan keterbatasan budget Singo Edan. Alhasil dia tidak bisa mendatangkan beberapa pemain sendiri.”Sebenarnya pelatih butuh pemain pilihan sendiri untuk bisa menjalankan skema yang disiapkan,” jelasnya.Artinya, Milo berharap musim depan manajemen memberikan sedikit keleluasaan kepada pelatih untuk menyusun komposisi pemain. Karena musim ini, pelatih 56 tahun ini datang ketika tim sudah terbentuk.”Intinya Arema harus melakukan investasi yang tepat baik untuk pelatih dan pemainnya,” tegas dia.

Baca Juga : Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

Musim ini, sangat terasa jika budget terbatas Arema membuat kualitas pemain inti dan cadangan timpang. Saat ketika badai cedera menimpa pemain inti, Singo Edan terseok-seok di putaran kedua.Ini berbeda dengan musim 2016 silam saat Milo datang pertama kali sebagai pelatih kepala Singo Edan. Sejumlah trofi berhasil didaratkan ke Bumi Arema.”Waktu itu saya bisa memilih pemain dan mereka berkualitas. Sehingga bisa meraih beberapa trofi dan jadi runner up di kompetisi. Tahun ini saya sulit pilih pemain tapi ditargetkan berprestasi. Ada kalanya budget menjadi persoalan,” jelas Milo.Apa yang disampaikan Milo memang akan dijalankan manajemen Arema. Saat ini mereka sudah berkomunikasi dengan calon pelatih baru. Siapa saja pemain yang dipertahankan dan dilepas adalah hak pelatih baru. Begitu juga dengan rekrutan baru.

Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

onestopfootball.net Hariono pemain asal Persib yang kini gantung tempat dari Persib.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

1. Hariono Mengawali Karier Bersama Persida Sidoarjo
Hariono mengawali kariernya bersama Persida Sidoarjo sejak 2003 sampai 2004. Pemain kelahiran 1985 itu bermain sebanyak 30 kali untuk Persida Sidoarjo.Kemudian, Hariono dikontrak Deltras Sidoarjo pada 2004 hingga 2008. Bermain sebagai gelandang bertahan, Hariono mencatatkan 119 caps dan dua gol.

2. Membela Persib Bandung Selama 11 Tahun
Hariono kemudian merapat ke Persib Bandung pada musim 2008. Kala itu, dia dibawa oleh pelatih Persib, Jaya Hartono, untuk memperkuat tim berjuluk Pangeran Biru.Hariono memulai debut di pertandingan pertama Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2008 melawan Persela Lamongan. Berarti, gelandang asal Sidoarjo ini telah membela tim Pangeran Biru selama 11 tahun.

3. Hariono Pernah Jadi Kuli Panggul Sekaligus Pemain di Klub Milik Minimarket
Sebelum namanya menjadi besar bersama Persib Bandung, Hariono sempat merasakan asam garam kehidupan dengan menjadi kuli di sebuat retail minimarket di Sidoarjo.Sambil bekerja, pemain berusia 34 tahun itu juga tetap menjalani hobinya dalam mengolah si kulit bundar bersama rekan kerjanya. Hariono kemudian menjadi besar setelah dibawa oleh Jaya Hartono merapat bersama Maung Bandung.

Mengutip dari Bobotoh.id, mantan pelatih Persib, Jaya Hartono, mengungkapkan masa lalu Hariono.”Dia (Hariono) mau kerja keras dia disiplin, dia tidak macam-macam. Padahal dulu siapa Hariono? Pemain dari klub Indomaret, bukan pemain liga!” ucap Jaya Hartono.”Tapi begitu saya pakai, saya bawa dia ke sini dia jadi besar di sini, luar biasa. Karena apa? Karena dia mau kerja keras dia disiplin, dia tidak macam-macam,” tutur mantan pelatih Deltas Sidoarjo.

4. Baru Cetak Satu Gol untuk Persib
Selama 11 tahun berkostum Persib Bandung, Hariono baru mencetak satu gol.Torehannya tersebut dia cetak dari titik putih saat menjamu Perseru Serui di Stadion Si Jalak Harupat dalam ajang Indonesia Soccer Championship 2016.

5. Hariono Sempat Membawa Maung Bandung Meraih Gelar
Bersama Persib Bandung, Hariono turut berkontribusi dalam beberapa raihan gelar. Gelandang bernomor masuk dalam skuat yang membawa Persib Bandung juara Liga Super Indonesia 2014.Hariono juga turut membawa Persib Bandung menjuarai Piala Presiden 2015, Celebes Cup, dan Piala Wali Kota Padang.

Baca Juga : Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

6. Hariono Pernah Perkuat Timnas Indonesia
Hariono beberapa kali dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Tercatat, gelandang asal Sidoarjo itu sudah bermain sebanyak 19 kali dan mencetak satu gol untuk tim Merah Putih.Gol Hariono dicetak saat Timnas Indonesia melakoni laga uji coba melawan Palestina pada 22 Agustus 2011.Caps Hariono bersama Timnas Indonesia tercatat dalam rentang waktu 2008 hingga 2014.

7. Hariono Punya Dua Julukan
Hariono memiliki dua julukan beken yang melekat pada dirinya yaitu Gennaro Gattuso Indonesia dan Si Gondrong. Pemain yang kerap dijuluki Gondrong Hariono juga identik dengan nomor punggungnya, 24.

8. Hariono Juga Merambah Bisnis Pakaian
Pemain Persib Bandung, Hariono, juga sudah membuka usaha di luar lapangan hijau. Dia telah merintis bisnis kaus. Baju yang dijual Hariono diberi label H24.

Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

onestopfootball.net Banyak pemain dan pelatih Impor yang bermain di Indonesia,banyak yang bertahan dan banyak yang pergi.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

Sempat tidak diperhitungkan, Renan Silva mengakhiri Shopee Liga 1 2019 dengan gelar bergengsi. Gelandang Borneo FC berhasil merengkuh predikat pemain terbaik kompetisi.PT Liga Indonesia Baru (LIB), melalui Technical Study Group (TSG) yang berisikan empat anggota Ansyari Lubis, Mustaqim, Supriyono Prima, dan Octavery Krisnandana mendapuk Renan Silva sebagai pemain terbaik Liga 1 2019.Pria asal Brasil ini mengungguli Fadil Sausu dari Bali United dan Makan Konate yang subur bersama Arema FC.

Renan Silva bergabung dengan Borneo FC pada awal musim ini. Ia menandatangani kontrak selama setahun. Sepanjang Liga 1 2019, dirinya mencatatkan 30 penampilan dengan torehan 12 gol dan lima assist.Sebelum merapat ke Borneo FC, Renan Silva memperkuat Persija Jakarta selama setengah musim pada putaran kedua Liga 1 2018. Ia turut bersumbangsih mengantar tim ibu kota keluar sebagai juara. Bermain dalam 13 laga, ia gagal membuat sebiji gol.Kepindahannya ke Borneo FC sangat tepat. Ia menjelma menjadi pemain penting Borneo FC. Perannya sebagai pengatur serangan tidak tergantikan.Ujungnya, kualitas Renan Silva perlahan mulai diakui. Gelar pemain terbaik Liga 1 2019 membuat makin melengkapi curiculum vitae (CV) Renan Silva di kancah sepak bola Indonesia.Berkesempatan untuk mewawancarai Renan Silva setelah dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik Shopee Liga 1 2019. Berikut petikannya:

Cinta Indonesia
Bagaimana Anda menilai permainan Anda di musim ini?
Saya sangat bahagia dengan apa yang saya lakukan pada musim ini dan berterima kasih kepada rekan setim, staf pelatih, dan manajemen. Saya tidak bisa mendapatkan apa pun tanpa bantuan mereka.Beberapa pihak menganggap kondisi fisik Anda bermasalah saat bergabung dengan Persija pada musim lalu.

Dari 13 laga, sepuluh kali Anda diganti. Sekarang penampilan Anda meningkat drastis dengan mendapatkan gelar pemain terbaik. Apa kuncinya?
Ketika saya tiba di Persija, saya tidak mengikuti pramusim dengan semua pemain karena saya bergabung di pertengahan musim. Tapi, saya tetap dapat membantu Persija menjadi juara dengan bermain di seluruh pertandingan sejak saya bergabung.

Baca Juga : Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

Apa yang melatarbelakangi Anda bertahan di Indonesia setelah dilepas Persija?
Saya dan keluarga mencintai Indonesia dan saya ingin bermain selama bertahun-tahun di sini. Semua orang menghargai saya dan mengakui kinerja saya.

Kenapa Anda memilih bergabung dengan Borneo FC pada awal musim?
Borneo FC adalah tantangan besar untuk saya. Banyak yang tidak percaya kami dapat membuat musim yang bagus seperti saat ini. Saya percaya dan Tuhan menolong saya.

Seberapa besar peran pelatih Mario Gomez dalam permainan Anda di musim ini? Apakah Anda merasa dia layak untuk tantangan yang lebih besar seperti melatih Timnas Indonesia?
Mario Gomez adalah pelatih top dan dia tidak membutuhkan untuk membuktikan apa pun ke siapa pun. Tapi saya rasa, Stefano Cugurra Teco layak untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri, memaklumi ledakan emosi yang ditunjukkan pelatih Park Hang-seo pada laga final SEA Games 2019. Indra Sjafri menilai, hal itu adalah sesuatu yang wajar.Park Hang-seo harus diusir wasit pada laga final SEA Games 2019. Kejadian bermula ketika Osvaldo Haay melanggar Nguyen Trong Hoang pada menit ke-77.Wasit Majed Al-Shamrani berusaha menenangi sikap tempramental Park Hang-seo. Namun, hal itu diabaikan olehnya sehingga wasit melakukan tindakan tegas dengan memberikan kartu merah.Tak terima dengan hal itu, Park Hang-seo langsung mendatangi asisten wasit. Pria asal Korea Selatan itu meluapkan kekesalannya dengan kalimat-kalimat bernada tinggi. Vietnam akhirnya harus melanjutkan sisa pertandingan tanpa arahan Park Hang-seo.Namun, Indra Sjafri berkomentar bijak terkait hal itu. Simak di halaman berikut ini.

Meski demikian, Indra Sjafri menilai Park Hang-seo adalah sosok yang baik. Pelatih asal Sumatra Barat itu menilai gaya tempramental yang dilakukan Park Hang-seo hanyalah di dalam lapangan.”Hubungan saya dengan Park Hang-seo sebagai sesama pelatih ya harus berhubungan baik. Saya sudah bertemu dia beberapa kali dan menurut saya dia adalah pribadi yang baik,” kata Indra Sjafri.”Kami juga menginap di hotel yang sama. Ya kalau pada pertandingan berada di situasi yang meledak-ledak saya rasa itu adalah hal yang wajar,” ujar Indra Sjafri.Apa yang dikatakan Indra Sjafri memang benar adanya. Park Hang-seo merupakan sosok yang ramah di luar lapangan. Setiap selepas konferensi pers, pelatih berusia 60 tahun itu kerap menyalami para wartawan sembari memberikan senyum hangat.

Asisten pelatih Vietnam, Lee Young-jin, memberikan apresiasi terhadap semangat pantang menyerah yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia U-22 pada laga final SEA Games 2019, Selasa (11/12/2019). Lee Young-jin mengaku, timnya sedikit lebih beruntung dari Indonesia hingga meraih medali emas.Vietnam menyegel medali emas SEA Games 2019 berkat kemenangan 3-0 atas Timnas Indonesia U-22. Sebanyak dua dari tiga gol itu terjadi melalui skema situasi tendangan bebas yang dimaksimalkan Doan Van Hau (39′, 73′).”Saya memberikan apresiasi kepada para pemain Timnas Indonesia U-22 yang sudah bermain sangat baik. Soal set piece, kami memang sudah mempersiapkannya dengan baik,” kata Lee Young-jin.”Kami bisa mencetak gol dari set piece dan laga menjadi lebih mudah. Soal gol dari set piece, kami sedikit lebih beruntung dari Indonesia,” tegas pelatih asal Korea Selatan itu.

Baca Juga : Bek Vietnam Bermain Aneh Redam Spirit Garuda

Medali emas SEA Games 2019 menjadi yang perdana diraih Vietnam sejak 1977. Lee Young-jin berterima kasih kepada seluruh dukungan dari masyarakat Vietnam.”Terima kasih kepada rakyat Vietnam yang mendukung kami dengan hati. Terima kasih kepada pemain yang sudah membalas dukungan tulus rakyat Vietnam. Semua pemain melakukan yang terbaik dalam 90 menit dan bermain sebagai tim. Akhirnya kami meraih medali emas,” ujar Lee Young-jin.Kekalahan ini membuat Timnas Indonesia U-22 harus puas meraih medali perak. Artinya, Tim Merah Putih dipaksa kembali menunggu peluang meraih medali emas yang sudah bertahan sejak 1991.