Pencetak Gol Terbanyak Dan Tercepat Di Liga Italia

Pencetak Gol Terbanyak Dan Tercepat Di Liga Italia

onestopfootball.net Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Pencetak Gol Terbanyak Dan Tercepat Di Liga Italia. Dan dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang membahas dan mengulas mengenai Pencetak Gol Terbanyak Dan Tercepat Di Liga Italia

Legenda sepak bola Argentina Gabriel Batistuta mengucapkan selamat pada Cristiano Ronaldo usai superstar Juventus itu memecahkan rekor golnya di pentas Serie A.Ronaldo baru saja bermain di laga SPAL vs Juventus di Stadion Paolo Mazza. Pertandingan berlangsung dengan cukup alot bagi sang juara bertahan Serie A.Juve bisa unggul lebih dahulu melalui Ronaldo pada menit ke-39. Bianconeri kemudian bisa menggandakan keunggulannya pada menit ke-60 melalui gol Aaron Ramsey.SPAL sempat membalas pada menit ke-69. Mereka mencetak gol melalui eksekusi penalti Andrea Petagna.Gol yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo di laga melawan SPAL itu bukan gol biasa. Itu adalah golnya yang ke-11 secara beruntun bagi Juventus di pentas Serie A.

Catatan itu menyamai rekor yang pernah ditorehkan oleh Gabriel Batistuta saat ia masih memperkuat Fiorentina pada musim 1994-95 silam. Ia juga menyamai rekor Fabio Quagliarella di Sampdoria pada musim lalu.Keberhasilan Cristiano Ronaldo itu disambut positif oleh Gabriel Batistuta. Mantan bomber AS Roma itu lantas mengucapkan selamat pada pemain Portugal tersebut via Twitter.”Selamat Cristiano atas rekornya! Masalahnya adalah tampaknya lebih mudah bagi saya jika Anda beristirahat saja,” kelakarnya.Cuitan Gabriel Batistuta itu sendiri tampaknya mengacu pada pertandingan antara Juventus lawan Brescia pekan lalu. Saat itu Cristiano Ronaldo memang diistirahatkan oleh Maurizio Sarri.Cristiano Ronaldo berpeluang untuk memecahkan rekor Gabriel Batistuta itu pekan depan. Juventus akan berhadapan dengan Inter Milan di Turin, setelah sebelumnya melakoni laga Liga Champons vs Lyon.

Di Serie A akhir pekan kemarin, Cristiano Ronaldo membantu Juventus menang 3-0 atas Fiorentina. Ronaldo mencetak dua gol ke gawang La Viola. Dengan itu, berarti dia selalu mencetak gol dalam sembilan penampilan terakhirnya di Serie A.Kesuksesan mencetak gol dalam sembilan penampilan beruntun Ronaldo ini tergolong istimewa. Namun, goal scoring streak Ronaldo bukanlah yang terbaik dalam sejarah Serie A.Ronaldo masih berada di bawah tiga nama, termasuk bomber legendaris Gabriel Batistuta.

Roberto Muzzi
Roberto Muzzi (Cagliari): 8 Gol dalam 8 penampilan beruntun di Serie A musim 1994/95 (antara pekan ke-13 dan pekan ke-22, absen di dua pertandingan).

Paulo Vitor Barreto
Paulo Vitor Barreto (Bari): 9 Gol dalam 8 penampilan beruntun di Serie A musim 2009/10 (antara pekan ke-15 dan pekan ke-22).

Christian Vieri
Christian Vieri (Inter Milan): 9 Gol dalam 8 penampilan beruntun di Serie A. Dia melakukannya di dua musim, yakni dari pekan ke-34 musim 2001/02 hingga pekan ke-9 musim 2002/03 (absen dua pertandingan selama periode tersebut).

Rodolfo Volk
Rodolfo Volk (AS Roma): 10 Gol dalam 8 penampilan beruntun di Serie A musim 1930/31 (antara pekan ke-6 dan pekan ke-14, absen satu pertandingan).

Jose Altafini
Jose Altafini (AC Milan): 12 Gol dalam 8 penampilan beruntun di Serie A musim 1958/59 (antara pekan ke-7 dan pekan ke-14).

Duvan Zapata
Duvan Zapata (Atalanta): 14 Gol dalam 8 penampilan beruntun di Serie A musim 2018/19 (antara pekan ke-14 dan pekan ke-21).

David Trezeguet
David Trezeguet (Juventus): 11 Gol dalam 9 penampilan beruntun di Serie A musim 2005/06 (antara pekan ke-9 dan pekan ke-17).

Ciro Immobile
Ciro Immobile (Lazio): 13 Gol dalam 9 penampilan beruntun di Serie A musim 2019/20 (antara pekan ke-6 dan pekan ke-14).

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo (Juventus): 14 Gol dalam 9 penampilan beruntun di Serie A musim 2019/20 (mulai pekan ke-12, dan masih bisa berlanjut).

Ezio Pascutti
Ezio Pascutti (Bologna): 12 Gol dalam 10 penampilan beruntun di Serie A musim 1962/63 (antara pekan ke-1 dan pekan ke-10).

Gabriel Batistuta
Gabriel Batistuta (Fiorentina): 13 Gol dalam 11 penampilan beruntun di Serie A musim 1994/95 (antara pekan ke-1 dan pekan ke-11).

Fabio Quagliarella
Fabio Quagliarella (Sampdoria): 14 Gol dalam 11 penampilan beruntun di Serie A musim 2018/19 (antara pekan ke-10 dan pekan ke-21, absen satu pertandingan).

Baca Juga : Erling Haaland Dan Peforma Sadisnya Di Dortmund

Cristiano Ronaldo baru saja menorehkan sebuah rekor istimewa. Superstar Portugal itu menjadi pemain tercepat yang mencetak 50 gol untuk Juventus di semua ajang.Juventus menjamu Fiorentina di Allianz Stadium pada pekan ke-22 Serie A 2019/20, Minggu (2/2/2020). Juventus menang 3-0 melalui dua penalti Ronaldo dan satu gol Matthijs de Ligt.Dengan doppietta kontra Fiorentina, berarti Ronaldo telah mencetak 50 gol dalam 70 penampilan di semua kompetisi selama dua musim memperkuat Juventus.Dia tercatat sebagai pemain tercepat, yang membutuhkan jumlah pertandingan paling sedikit, untuk mencetak 50 gol dengan seragam Juventus.Di Italia, hanya Andriy Shevchenko lah pemain asing yang butuh jumlah penampilan lebih sedikit dari Ronaldo untuk mencetak 50 gol bersama klubnya. Eks bomber Ukraina itu melakukannya dengan seragam AC Milan

Adriano
Adriano mencetak 51 gol dalam 95 penampilan bersama Inter Milan, Fiorentina, dan Parma.

Edin Dzeko
Edin Dzeko butuh 92 laga untuk mencetak 50 gol bersama AS Roma.

David Trezeguet
David Trezeguet mencetak 52 gol dalam 86 penampilan untuk Juventus.

Gabriel Batistuta
Gavriel Batistuta butuh 85 penampilan untuk mencetak 50 gol bersama Fiorentina.

Michel Platini
Michel Platini butuh 84 penampilan untuk mencetak 50 gol di Juventus.

Marco van Basten
Marco van Basten butuh 83 penampilan untuk mencetak 50 gol di AC Milan.

Ronaldo
Il Fenomeno Ronaldo butuh 77 laga untuk mencetak 50 gol di Inter Milan.

Diego Milito
Diego Milito butuh 77 pertandingan untuk mencetak 50 gol bersama Genoa dan Inter Milan.

Cristiano Ronaldo
Cristiano Ronaldo berada di urutan kedua, mencapai 50 gol bersama Juventus dalam 70 penampilan.

Andriy Shevchenko
Andriy Shevchenko masih memegang rekor untuk urusan yang satu ini. Salah satu striker terbaik Milan ini mencetak 50 gol hanya dalam 69 penampilan untuk Rossoneri.

Trio Ronaldo-Higuain-Dybala Di Juventus Belum Siap

Trio Ronaldo-Higuain-Dybala Di Juventus Belum Siap

Onestopfootball.net – Beberapa waktu lalu, Maurizio Sarri selaku pelatih Juventus pernah mengungkapkan keinginannya memainkan Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, dan Gonzalo Higuain secara bersamaan. Namun baru-baru ini, ia menegaskan bahwa paket trio tersebut belum siap.

Sarri nampak sudah menemukan jawaban soal trio penyerangnya beberapa pertandingan awal. Pada kesempatan tersebut, ia terus menurunkan Douglas Costa, Gonzalo Higuain, dan juga Cristiano Ronaldo untuk menjadi trisula mautnya.

Namun rencananya harus diubah menyusul cederanya Douglas Costa beberapa pekan lalu. Sarri kemudian mencoba beberapa pemain seperti Federico Bernardeschi, Paulo Dybala, dan bahkan Juan Cuadrado yang sebelumnya diproyeksi sebagai bek kanan musim ini.

Sebelum menghadapi SPAL pada akhir pekan kemarin, Sarri berujar bahwa dirinya tertarik untuk menggunakan trio Dybala, Ronaldo, dan juga Higuain. Namun publik dibuat bingung karena hanya Dybala serta Ronaldo yang diturunkan di laga tersebut.

Belum Bisa Dimainkan Bersamaan
Publik tentu penasaran dengan hasil racikan Sarri dengan ketiga penyerang tersebut. Bagaimanapun juga, mereka adalah penyumbang terbesar gol Bianconeri dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Sarri pun dicecar pertanyaan seputar trio tersebut saat menghadiri konferensi pers jelang laga pekan kedua Liga Champions kontra Bayer Leverkusen. Kepada awak media, ia mengungkapkan bahwa ketiganya masih belum siap dimainkan secara bersamaan.

“Itu adalah saran yang sangat indah, namun kami masih belum cukup seimbang. Untuk sekarang, kami hanya bisa mencoba solusi ini dalam beberapa bagian dalam pertandingan,” ujar Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Baca Juga : Pemain MU Yang Mengecewakan Solskjaer

Enggan Meremehkan Leverkusen
Di kesempatan yang sama, Sarri juga memberikan kode akan melakukan rotasi pemain saat menghadapi Leverkusen. Namun ia mengaku masih belum tahu siapa yang bakalan ditepikan dari pertandingan tersebut.

“Saya tak tahu siapa yang bakalan beristirahat. Kondisi fisik kami sedang bertumbuh, namun kondisi mental juga ada hubungannya,” lanjutnya.

Mantan pelatih Chelsea itu sendiri enggan meremehkan kualitas yang dimiliki oleh Leverkusen saat ini. Sampai-sampai, ia enggan memikirkan laga kontra Inter Milan di ajang Serie A yang berlangsung beberapa hari setelahnya.

“Laga ini akan menjadi kontes yang sangat berat dan akan menjadi kesalahan yang luar biasa jika memikirkan hal lain di luar esok hari. Di kompetisi ini, sejumlah insiden bisa menjadi krusial,” tandasnya.

Pemain Juventus Yang Buat Maurizio Sarri Terkejut

Pemain Juventus Yang Buat Maurizio Sarri Terkejut

Onestopfootball.net – Maurizio Sarri belum lama melatih klub raksasa Italia, Juventus. Dalam rentang waktu singkat, ada satu pemain Bianconeri yang membuatnya terkejut. Dia adalah Aaron Ramsey. Gelandang asal Wales tersebut merupakan sosok baru di Turin. Ia tiba saat masa kontraknya bersama klub sebelumnya, Arsenal, selesai pada bulan Juni kemarin.

Dalam beberapa pertandingan awal, Ramsey masih harus berjuang mendapatkan kesempatan bermain dari Sarri. Namun begitu diberi peluang, ia langsung menyuguhkan permainan yang membuat para penonton terpukau.

Laga debutnya menurut Situs Judi Bola, Aaron Ramsey sebagai starter terjadi pada bulan September lalu, tepat saat Juventus bertemu Verona di ajang Serie A. Ia langsung mencetak gol dan sejak saat itu, namanya tak pernah lagi absen dari starting XI yang diusung oleh Sarri.

Ramsey Mengejutkan Sarri
Kemungkinan besar Ramsey akan kembali tampil dalam laga pekan kedua fase grup Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (2/10/2019). Pertandingan tersebut digelar di markas Juventus, Allianz Stadium.

Dalam konferensi pers jelang laga, Sarri menyempatkan diri untuk mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pria berumur 28 tahun itu. Sarri mengaku terkejut dengan bagaimana Ramsey bisa terintegrasi dengan pemain Bianconeri lainnya dalam waktu singkat.

“Dia bermain dengan baik, namun masih ada ruang perkembangan. Saya dikejutkan oleh kecepatannya dalam berintegrasi,” tutur Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Baca Juga : Prinsip Jurgen Klopp Membuat Liverpool Semakin Kuat

Juventus Sedang Berkembang
Di kesempatan yang sama, Sarri juga memberikan komentarnya soal performa Juventus dalam dua pertandingan terakhir. Partai yang di mana Ramsey juga turut terlibat dan memberikan penampilan apik.

“Kami bermain lebih baik melawan SPAL ketimbang Brescia namun, di luar dari permainan, apa yang membuat saya tenang adalah sikap dalam sesi latihan,” tambahnya.

“Itu membuat saya berpikir bahwa kami memang ditakdirkan untuk berkembang. Sekarang kami harus tumbuh dari segi kecepatan permainan kami serta penyelesaian akhir,” tandasnya.

Juventus meraih kemenangan yang penting dari dua laga tersebut. Kini mereka sedang bertengger di peringkat dua klasemen Serie A dengan koleksi 16 poin tanpa kekalahan. Terpaut dua angka dari pemuncak klasemen, Inter Milan.

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Pertandingan Lazio Vs Italia Berakhir Seri

Onestopfootball.net – Pertandingan Lazio vs Milan berlangsung di Stadio Olimpico, Rabu (2/2/2019) dini hari. Lazio tampak dominan tetapi tidak bisa mencetak gol karena penyelesaian yang buruk. Tidak ada pemenang di semifinal satu kaki Coppa Italia antara Lazio dan AC Milan. Kedua tim bermain imbang tanpa gol 0-0.

Pada awal pertandingan, Milan menciptakan tekanan pertama dengan tembakan dibelokkan oleh Timoue Bakayoko dan upaya Lucas Paqueta dibungkam. Tembakan keras Patric setelah menggunakan kesalahan Suso masih jauh dari gawang yang diselamatkan oleh Gianluigi Donnarumma.

Ciro Immobile melewatkan peluang setelah gagal memaksimalkan umpan Rómulo. Solusi dari tepi kotak penalti masih tidak pada tempatnya. Lazio mengklaim penalti setelah Joaquín Correa diperkosa oleh Paqueta. Namun, wasit melanjutkan pertandingan karena dia pikir Paqueta melakukan tekel yang bersih.

Menjelang turun minum, Lazio menyerbu pertahanan Milan. Namun, Rossoneri mampu bertahan dengan solid untuk menggagalkan sontekan Correa usai menerima umpan tarik Immobile. Tembakan jarak jauh Marco Parolo dan Lucas Leiva juga bisa dimentahkan.

Setelah restart, Krzysztof Piatek mengancam Lazio. Bola terobosan Paqueta diterima Piatek untuk diteruskan dengan tembakan yang melebar tipis karena dibelokkan Patric.

Alessio Romagonoli melakukan pelanggaran dengan mendorong Immobile di dalam kotak penalti. Namun, tidak ada hukuman karena Immobile lebih dahulu dalam posisi offside.

Baca juga  : Keinginan Lionel Messi Sebelum Gantung Sepatu

Sebuah peluang kembali dilewatkan Lazio setelah upaya Correa dari posisi bagus bisa diredam Donnarumma. Davide Calabria melakukan intersepsi krusial untuk mematahkan serangan potensial Lazio.

Lazio nyaris membuka keunggulan setelah tendangan lob-nya sukses melewati Donnarumma namun bola mengenai tiang gawang. Namun, bendera offside hakim garis kemudian terangkat.

Sebelum laga berakhir, Milan menciptakan peluang saat Piatek menyundul umpan Fabio Borini. Sayangnya, bola masih melayang di atas gawang Lazio.

Tidak ada gol yang tercipta di sisa permainan. Skor 0-0 bertahan sampai laga bubar.

Di leg kedua, Milan akan gantian menjamu Lazio di San Siro pada April 2019.

Susunan Pemain

LAZIO: Strakosha; Patric, Acerbi, Bastos; Romulo (Marusic 89), Parolo (Luis Alberto 74), Leiva, Milinkovic-Savic, Lulic; Correa; Immobile (Caicedo 81)

AC MILAN: Donnarumma; Calabria, Musacchio, Romagnoli, Laxalt; Kessie (Calhanoglu 29), Bakayoko, Paqueta (Biglia 85); Suso (Castillejo 74), Piatek, Borini

Jarak Juventus dan Napoli semakin dekat

Jarak Juventus dan Napoli semakin dekat

onestopfootball.net – Dalam petandingan sebelumnya Aksi Cristiano Ronaldo telah memenagkan pertandingan yang kemenangan itu membuat jarak antara kubu napoli dan kubu juventus semakin dekat. saat itu juga ronaldo yang menjadi pusat perhatian dalam pertandingan.

Kemenangan 3-0 pada laga tandang kontra Sassuolo, Senin dini hari WIB (11/2/2019), tak hanya membuat Juventus memperlebar jarak dengan Napoli dalam perburuan scudetto. Pada pertandingan yang dimainkan di MAPEI Stadium itu, ada momen yang diyakini sudah dinanti penggemar Si Nyonya Tua.

Sami Khedira membuka keran gol Juventus pada menit ke-23, disusul gol Cristiano Ronaldo menit ke-70, dan dilengkapi gol Emre Can, 16 menit berselang.

Secara khusus, gol Ronaldo itu yang jadi perhatian. Seusai mencetak gol kedua pada laga itu, Ronaldo seperti biasa berselebrasi dengan gaya khasnya.

Namun, di sela itu, Ronaldo terlihat mencari Paulo Dybala yang duduk di bangku cadangan, dan bersamaan dengan itu, ia menyelipkan gaya “mask” alias topeng, yang selama ini merupakan selebrasi khas rekannya itu.

Gesture kecil itu jadi besar, lantaran belakangan ini keduanya dianggap tak harmonis. Pelatih Max Allegri belakangan kerap mencadangkan Dybala. Pada laga kontra Sassuolo, Dybala juga berada di bangku cadangan.

Dybala bahkan sampai kesal lantaran tak dimainkan saat Juventus bermain 3-3 kontra Parma (3/2/2019). Ia lantas meninggalkan bangku pemain pengganti sebagai luapan kekecewaan. Namun, kasus itu sudah usai seiringi permintaan maaf yang disampaikan Dybala.

Baca juga : Jadwal Petandingan Italian Serie A periode 16 -19 Februari 2019

Di Serie A musim ini, pemain asal Argentina itu baru menyarankan dua gol, bertolak belakangan dengan Ronaldo yang langsung menjelma jadi mesin gol Juventus.

Selebrasi topeng ala Dybala yang dilakukan Ronaldo itu diyakini menurunkan tensi di kamar ganti sekaligus meyakinkan, rumor yang beredar belakangan perihal dirinya dengan Dybala, sama sekali tak benar.

Selebrasi itu dianggap sebagai bukti sebagai dukungan antarrekan satu tim serta tak adanya konflik di antara Ronaldo dan Dybala.

Pelatih Juventus, Max Allegri, angkat bicara, perihal keputusannya mencadangkan Dybala, juga hubungan sang pemain dengan Ronaldo.

“Ronaldo dan Dybala tentu bisa bermain bersama dan pasti akan main bersama, tapi kami membutuhkan semua orang untuk bekerja keras agar tim tetap seimbang,” kata Allegri.

“Semua tergantung pada siapa lawan kami. Sassuolo punya lini tengah yang kuat, jadi saya harus menyeimbangkan tim saya seperti itu,” lanjut sang pelatih.

Jadwal Petandingan Italian Serie A periode 16 -19 Februari 2019

Jadwal Petandingan Italian Serie A periode 16 -19 Februari 2019

onestopfootball.net – Hallo para football lovers, kali ini tim one stop football akan memberikan jadwal pertandingan sepakbola dengan siaran langsung. waktu yang kami tunjukan adalah waktu kick-off yang dalam Waktu Indonesia Barat (WIB). Inilah jadwal pertandigan Italian Serie A periode 16 -19 Februari 2019.

Tanggal / jam Italian Serie A Asian Handicap Over/Under
Home Handicap Away Over Total Under
16/Feb  02:30  Juventus vs Frosinone 1.925 0 : 2 1/4 1.975 1.825 3 2.075
17/Feb  00:00 Cagliari vs Parma 1.825 0 : 1/4 2.1 1.9 2.25 1.975
17/Feb  02:30 Atalanta vs AC Milan 2.075 0 : 1/2 1.825 1.9 2.5 1.975
17/Feb  18:30 Spal vs Fiorentina 1.925 1/4 : 0 2 2.075 2.25 1.825
17/Feb  21:00 Empoli vs Sassuolo 2.025 0 1.9 1.85 2.5 2.05
17/Feb  21:00 Genoa vs Lazio 1.85 1/2 : 0 2.075 1.875 2.5 2.025
17/Feb  21:00 Udinese vs Chievo 1.85 0 : 1/2 2.075 1.975 2.25 1.9
18/Feb  00:00 Inter Milan vs Sampdoria 1.925 0 : 1 2 1.825 2.5 2.075
18/Feb  02:30 Napoli vs Torino 2.075 0 : 1 1/4 1.85 2 2.75 1.9
19/Feb  02:30 Roma vs Bologna 2 0 : 1 1/4 1.925 1.85 2.75 2.025

Romagnoli Tepis Rumor ke Juventus karena Romagnoli Bahagia di Milan

romagnoli-tepis-rumor-ke-juventus-karena-romagnoli-bahagia-di-milan

Onestopfootball.net – Kapten AC Milan Alessio Romagnoli menanggapi kabar yang mengkaitkan dirinya dengan Juventus. Dalam kesempatan ini, Romagnoli membantah isu yang menyebut dirinya ingin meninggalkan Rossoneri.

Romagnoli merupakan lulusan akademi pemain muda AS Roma. Ia memutuskan bergabung dengan Rossoneri pada musim panas 2015. Sejak saat itu, Romagnoli menjadi bagian penting di jantung pertahanan Milan. Sejauh ini, Romagnoli telah tampil dalam 135 pertandingan di Milan dan mengoleksi delapan gol.

Performa impresif Romagnoli itu membuatnya dikaitkan dengan Juventus. Pemain berusia 24 tahun itu dikabarkan menjadi target transfer Bianconeri pada musim panas mendatang. Menanggapi rumor tersebut, Romagnoli menegaskan bahwa dirinya masih belum punya keinginan untuk meninggalkan Milan. Sang pemain masih merasa sangat bahagia bermain di San Siro.

“Saya belum pernah mendengar rumor ini,” kata Romagnoli seperti dilansir Football Italia.

“Bursa transfer tidak dibuka dan saya sangat senang di Milan. Saya tidak melihat alasan untuk berganti klub.”

Romagnoli menegaskan bahwa dirinya merasa sangat bangga menjadi kapten Milan. Ia berharap bisa menjadi bagian dari Milan selama mungkin.

“Merupakan suatu kehormatan menjadi kapten Milan dan ini adalah rumor yang bahkan belum pernah saya dengar sebelumnya.

“Saya bahagia di Milan, saya bahagia di Milan dan selama saya bahagia, saya ingin bertahan di sini.”

Begitulah penjelasan dari Alessio Romagnoli yang sekarang menjadi salah satu pemain kepercayaan dari Gattuso yang menangani Klub asal Italia tersebut.

BACA JUGA :

Hector Herrera Incaran AC Milan

hector-herrera

Onestopfootball.net – Teka-teki mengenai klub yang akan diperkuat oleh Hector Herrera mulai terkuak. Gelandang FC Porto itu dikabarkan mulai merapat ke klub Serie A, AC Milan. Pada musim panas kemarin, Herrera menjadi salah satu properti panas di bursa transfer. Ia tampil apik di lini tengah Timnas Mexico, sehingga ia mulai dilirik oleh sejumlah tim-tim Eropa.

Pada saat itu ada dua klub yang dirumorkan serius ingin memboyong sang gelandang. Mereka adalah Arsenal dan AC Milan yang disebut sangat tertarik merekrut sang gelandang. Namun dilansir Sport Mediaset, peluang Herrera bergabung dengan Arsenal semakin mengecil. Pasalnya sang gelandang lebih intens berkomunikasi dengan pihak Milan.

Menurut laporan dari salah satu media Inggris, pihak Arsenal tidak benar-benar serius mendatangkan Herrera ke Emirates Stadium. Sebelumnya Herrera digadang-gadang akan menggantikan Aaron Ramsey. Alhasil Unai Emery dikabarkan sempat meminta Direksi Arsenal untuk mulai menego sang gelandang dengan FC Porto.

Namun, Arsenal dikabarkan tidak pernah melakukan pendekatan yang serius baik kepada Porto atau kepada perwakilan sang pemain. Menurut laporan yang sama, berbeda dengan Arsenal, Milan malah benar-benar serius untuk menggaet Herrera.

Pihak Milan kabarnya sudah beberapa kali berdiskusi dengan perwakilan Herrera. Langkah itu sudah mereka lakukan sejak awal musim kemarin. Sang agen, Gabriel Moraes dikabarkan akan datang ke Milan dalam waktu dekat untuk memasuki tahap akhir pembicaraan kesepakatan ini.

Kontrak Herrera akan berakhir di musim panas nanti, sehingga AC Milan tidak perlu mengeluarkan dana sepeserpun untuk menggaetnya ke San Siro.

BACA JUGA :