Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1

Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1

onestopfootball.net Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1 Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1

Tira Persikabo resmi kembali mengenalkan Abduh Lestaluhu sebagai bagian dari skuat untuk Liga 1 2020, Minggu (23/2/2020). Sikap tersebut diambil karena Abduh diklaim masih menjadi bagian dari klub.Perkenalan yang dilakukan Tira Persikabo memantik tanda tanya seputar nasib sang pemain. Padahal, sebelumnya, Abduh Lestaluhu sudah dikenalkan sebagai bagian dari skuat Persebaya untuk musim 2020.Direktur Pengembangan Bisnis Persikabo, Rhendi Arindra, menyebut awalnya Persebaya memang menginginkan jasa Abduh Lestaluhu sepaket dengan Angga Saputro. Namun, manajemen Tira Persikabo enggan melepaskan dua pemain sekaligus.

Persebaya ketika itu berdalih membutuhkan jasa Abduh untuk menambah kekuatan saat tampil di Piala AFC 2020 jika Bali United lolos ke Liga Champions Asia 2020.Dengan alasan membawa nama harum Indonesia, Tira Persikabo akhirnya melunak sehingga melepas Abduh. Namun, dengan catatan bakal mengembalikan sang pemain jika Persebaya gagal ke Piala AFC.Persebaya kemudian dipastikan tidak mentas di Piala AFC karena Bali United gagal lolos ke Liga Champions sehingga Tira Persikabo berhak untuk kembali mengamakan jasa Abduh sesuai kesepakatan awal.

Tetapi, yang terjadi, Abduh Lestaluhu dikenalkan sebagai pemain Persebaya pada 8 Februari 2020.Rhendi menyayangkan sikap klub asal Jawa Timur itu, yang seharusnya membangun komunikasi dengan pihaknya sebelum memperkenalkan Abduh.”Saya konsisten, sampai detik ini Abduh masih pemain kami. Tira Persikabo dan Persebaya kan sudah saling kenal, seharusnya komunikasi bisa dibangun,” kata Rhendi di Cibinong, Minggu (23/2/2020).”Persebaya awalnya mengaku butuh untuk kedalaman skuat karena mau bermain di event internasional dan membawa nama Indonesia. Kami sepakat, semua kalau membawa nama Merah-Putih, silakan diambil. Kami dengan senang hati, tapi harus janji kalau tidak jadi tampil di Piala AFC, Abduh Lestaluhu tetap pemain kami,” lanjut Rhendi.

Rhendi Arindra memastikan Tira Persikabo tidak gentar jika Persebaya Surabaya melanjutkan permasalahan ini ke PSSI. Menurut Rhendi, pihaknya akan berusaha mati-matian mempertahankan Abduh Lestaluhu.”Kami sudah mendaftarkan Abduh Lestaluhu ke PT LIB (operator kompetisi). Jadi, sebenarnya kami masih membuka ruang komunikasi dengan Persebaya. Namun, Abduh adalah pemain inti kami dan kami akan memperjuangkannya karena pelatih juga membutuhkan jasanya,” tegas Rhendi.Tira Persikabo bermain imbang 1-1 melawan klub Liga 2 2020, Badak Lampung, pada laga uji coba yang digelar di Stadion Mini, Cibinong, Minggu (23/2/2020). Pelatih Igor Kriushenko tak mengkhawatirkan persiapan anak asuhnya itu jelang Liga 1 2020.

Baca Juga : Tottenham Hotspur Garansi Tiket Lolos Liga Champions

Ini menjadi uji coba keenam yang dilakukan Tira Persikabo dalam persiapan menuju Liga 1 2020. Uniknya, klub yang berjulukan Laskar Padjadjaran itu belum terkalahkan dengan mencatatkan 3 kemenangan dan 3 kali imbang.Pelatih Igor Kriushenko secara keseluruhan cukup puas dengan performa anak asuhnya. Namun, pria asal Belarusia itu tak menampik masih ada beberapa hal yang ingin dievaluasi jelang bertempur di Liga 1 2020.

“Saya hari ini memberikan kesempatan bermain penuh pada pemain yang tidak bermain saat menghadapi Persib Bandung. Saya tadi hanya ingin melihat kondisi pemain yakni seberapa siap mereka untuk mengarungi liga nnti,” kata Igor Kriushenko kepada wartawan.”Saya mungkin akan melakukan evaluasi juga. Ada beberapa pemain yang harus berlatih lebih untuk mengembalikan kondisi terbaiknya,” tegas Igor Kriushenko.

Laga uji coba tersebut juga menjadi ajang perkenalan skuat Tira Persikabo untuk Liga 1 2020. Sebanyak 30 pemain diperkenalkan di hadapan ribuan suporter yang memadati Stadion Mini, Cibinong.Pada laga pembuka Liga 1 2020, Tira Persikabo akan menjamu Arema FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (2/3/2020). Pelatih Igor Kriushenko menegaskan timnya sudah siap tempur di kompetisi musim ini.”Menurut saya pemain secara mental sudah siap untuk mengarungi liga. Namun, ada beberapa pemain juga yang harus mendapatkan latihan tambahan untuk mengembalikan kondisi mentalnya supaya lebih baik lagi mungkin karena cedera,” tegas Igor.

Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

Dua pemain asing Persija Jakarta, Marko Simic dan Rohit Chand terpaksa berlatih terpisah dari rekan-rekannya pada Kamis (23/1/2020) di Lapangan PSAU TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pasalnya, keduanya baru bergabung dari masa liburan.”Rohit baru tiba di Jakarta pada dua hari lalu, sedangkan Simic baru kemarin. Jadi belum bisa bersama-sama dengan tim,” ujar asisten pelatih Persija Jakarta, Rodrigo Pellegrino dinukil dari Antara.

Pellegrino mengatakan, kondisi Simic dan Rohit belum memadai untuk melebur dengan rekan-rekannya guna melahap sesi latihan normal. Alhasil, keduanya tidak dilibatkan dengan aktivitas Riko Simanjuntak dan kawan-kawan.”Justru berbahaya kalau mereka dipaksakan berlatih penuh. Akibatnya bisa cedera. Saat ini mereka mungkin masih jet lag dan mungkin sulit tidur untuk beberapa hari,” kata Rodrigo.Setelah Simic dan Rohit tiba, Persija Jakarta masih menunggu kedatangan dua pemain asing lagi, dengan satu di antaranya adalah Marco Motta. Rencananya, bek asal Brasil itu bakal menginjakkan kaki di ibu kota pada 28 Januari 2020.

Baca Juga : Bruno Matos Calon Pemain Persib

Menu Latihan Persija
Sejauh ini, kata Rodrigo, Sergio Farias selaku pelatih Persija Jakarta masih menitikberatkan latihan fisik sebagai menu utama persiapan timnya untuk musim depan. Sesekali, tim pelatih mengubah daftar latihan menjadi transisi permainan.”Pelatih masih fokus ke fisik, tetapi mulai meningkatkan kualitas pertahanan, lini tengah dan transisi bertahan ke menyerang,” imbuh Rodrigo.”Kami ingin pemain bergerak melebar ke kiri dan kanan lalu mengirimkan bola ke kotak penalti. Pemain harus meningkatkan kualitas untuk penyerang atau pemain lain yang menunggu di depan gawang,” tutur asisten pelatih asal Brasil itu.

Bruno Matos Calon Pemain Persib

Bruno Matos Calon Pemain Persib

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bruno Matos Calon Pemain Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bruno Matos Calon Pemain Persib

Bursa transfer Indonesia masih dibuka. Sejumlah klub mulai berbenah dan menambah amunisi pemain bintang untuk menyongsong Liga 1 2020, termasuk Persib Bandung.Persebaya Surabaya berhasil menghebohkan pemberitaan setelah mendatangkan Makan Konate dari Arema FC. Klub berjuluk Bajul Ijo itu diprediksi mengelontorkan dana besar untuk memboyong pemain asal Mali tersebut.Bukan hanya Makan Konate, transfer Ezechiel N’Douassel ke Bhayangkara FC juga cukup menyita perhatian. N’Douassel yang selama tiga tahun ini menjadi tumpuan di lini depan Maung Bandung, malah memutuskan hengkang.Stiker asal Chad itu memilih Bhayangkara FC sebagai klub barunya pada kompetisi Liga 1 2020. Kini, Persib tengah kebingungan mencari pengganti N’Douassel.

Di sisi lain, klub berjuluk Pangeran Biru itu juga masih disibukkan mencari pemain baru untuk menyonsong Liga 1 2020. Persib sedang berusaha menggenapi slot pemain asing setelah hengkangnya Ezechiel N’Douassel ke Bhayangkara FC.Terbaru, Persib dikabarkan memiliki ketertarikan kepada geladang asal Brasil, Bruno Matos. Bruno adalah pemain yang resmi didepak Bhayangkara FC

1. Mantan Pemain Persija
Bruno Matos adalah mantan pemain Persija. Macan Kemayoran merupakan klub pertama yang dibela Matos, tepatnya pada putaran pertama Shopee Liga 1 2019.Memasuki paruh musim, Persija Jakarta mencoret Matos. Sejumlah dugaan mengemuka, mulai dari perselisihannya dengan pelatih Macan Kemayoran saat itu, Julio Banuelos, hingga kondisinya yang tak kunjung prima setelah mengalami cedera.Setelah kontraknya diputus Persija pada awal September 2019 lalu, gelandang asal Brasil tersebut merapat ke Bhayangkara FC.

2. Banderol Tinggi
Bruno Matos tampil cukup baik bersama Bhayangkara FC. Pada musim 2019, Bruno mempersembahkan sembilan gol dari 17 penampilannya bersama The Guardian.Mengacu pada hal tersebut, harga Bruno Matos dikabarkan melonjak naik. Berdasar Transfermarkt, harga pasar pemain asal Brasil itu mencapai Rp6,4 miliar.Harga pasar Matos bahkan lebih mahal ketimbang superstar Persija, Marco Simic. Saat ini, nilai pasar striker paling subur di klub Macan Kemayoran itu hanya sektar Rp5,4 miliar.

3. Didepak Gara-gara Ezechiel N’Douassel?
Bhayangkara FC rela melepas Bruno Matos karena lebih memilih Ezechiel N’Douassel. Alasannya, slot pemain asing di Bhayangkara sudah penuh.Jika Ezechiel N’Douassel datang, maka harus ada satu pemain asing yang didepak dari skuat asuhan Angel Alfredo Vera itu. Sebelumnya, klub berjuluk The Guardian itu lebih dulu mendatangkan Renan Silva. Adapula Guy Herve dan Lee Wom Jae.”Slot pemain asing kami sudah tidak ada makanya Matos kami lepas. Kontrak dia dengan Bhayangkara habis pada Februari 2020,” kata Chief Operation Officer Bhayangkara FC, Sumardji.

Baca Juga : Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

4. Buka Peluang Kembali ke Persija
Nama Bruno Matos masuk dalam daftar bidikan teratas Persib Bandung. Itu artinya, Bruno bakal merumput bersama Maung Bandung jika negoasiasi yang dilakukan menemui kata sepakat.Meski demikian, Bruno mengaku tetap membuka peluang kembali ke Persija. Menurut agen Matos, pemainnya akan menerima tawaran yang sekiranya cukup menarik.”Jika Persija Jakarta memberikan tawaran yang menarik, kenapa tidak Matos kembali,” ujar agen yang menaungi Matos, Fabio Barbosa.

5. Performa Lumayan
Meski didepak Bhayangkara FC, kualitas Bruno Matos tak perlu diragukan lagi. Pada akhir musim 2019, Matos melejit dengan menjadi pemain tersubur kedua tim setelah Herman Dzumafo yang membukukan 10 gol.Padahal, ia baru datang pada pertengahan musim. Saat itu, Matos mencetak sembilan gol dan merupakan torehan cukup baik bagi anak yang baru datang.Namun manajemen Bhayangkara FC memiliki pertimbangan lain. Bruno Matos menjadi nama yang justru didepak setelah kedatangan Ezechiel N’Douassel dan Renan Silva.

Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

onestopfootball.net Setelah menunggu tanda tangan kontrak akhirnya Shin Tae Yong,menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan Shin Tae yong, telah memutuskan menerima pinangan PSSI untuk melatih Timnas Indonesia. Dalam waktu dekat, arsitek berusia 49 tahun tersebut bakal tiba di Tanah Air.Daum melaporkan, melansir dari Yonhap, Tae Yong akan menandatangani kontrak dengan PSSI pada 26 Desember 2019. Saat ini, kedua belah pihak telah menemui kata sepakat.”Belum ada tanda tangan kontrak. Saya baru akan pergi ke Indonesia pada 26 Desember 2019 untuk membubuhkan tanda tangan kontrak,” ujar Tae Yong dinukil dari Daum.

Kepastian Tae Yong menangani Timnas Indonesia sekaligus membuat Shenzhen FC, gigit jari. Sebelumnya, klub Liga China tersebut bersaing dengan PSSI untuk mendapatkan tenaga pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini.Tae Yong juga mengakui tengah terlibat negosiasi tahap akhir dengan PSSI. “Kami berada dalam tahap akhir pembicaraan,” tutur Tae Yong. “Indonesia panas. Tapi, sekarang saatnya bekerja,” imbuhnya berkelakar.”Shenzhen FC meminta saya untuk melatih mereka sementara mereka masih punya pelatih. Akhirnya, saya menerima tawaran untuk melatih Timnas Indonesia,” jelas Tae Yong.

Baca Juga : Persita Gembosi Kekuatan Persik

PSSI Belum Mengumumkan
Sebelumnya, PSSI masih enggan mengumumkan pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Tae Yong telah diputuskan untuk menukangi tim berjulukan Skuat Garuda itu.Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, tidak membantah maupun mengakui informasi tersebut. Menurut pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu, pihaknya masih membutuhkan waktu sepekan untuk memutuskan pelatih Timnas Indonesia.”Untuk pelatih Timnas Indonesia, sedang dalam finalisasi dalam sepekan ke depan,” ujar Iwan Bule Senin (23/12/2019).

Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

onestopfootball.net Milomir Selsija mengeluh tentang keluwesan Arema berkaitan transfer pemain.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Meski tak lagi melatih Arema FC musim 2020, bukan berarti Milomir Seslija sakit hati. Pelatih asal Bosnia ini tetap memberikan masukan agar tim berjuluk Singo Edan itu bisa lebih baik musim depan.Dia berharap manajemen Arema tidak terlalu ‘pelit’ dalam menginvestasikan dananya musim depan. Karena investasi yang bagus tentu dapat hasil yang bagus pula.Sejak dua musim terakhir, Arema mengubah kebijakan transfernya. Sederet pemain bintang diganti dengan pemain muda potensial.

Musim ini Milo merasakan keterbatasan budget Singo Edan. Alhasil dia tidak bisa mendatangkan beberapa pemain sendiri.”Sebenarnya pelatih butuh pemain pilihan sendiri untuk bisa menjalankan skema yang disiapkan,” jelasnya.Artinya, Milo berharap musim depan manajemen memberikan sedikit keleluasaan kepada pelatih untuk menyusun komposisi pemain. Karena musim ini, pelatih 56 tahun ini datang ketika tim sudah terbentuk.”Intinya Arema harus melakukan investasi yang tepat baik untuk pelatih dan pemainnya,” tegas dia.

Baca Juga : Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

Musim ini, sangat terasa jika budget terbatas Arema membuat kualitas pemain inti dan cadangan timpang. Saat ketika badai cedera menimpa pemain inti, Singo Edan terseok-seok di putaran kedua.Ini berbeda dengan musim 2016 silam saat Milo datang pertama kali sebagai pelatih kepala Singo Edan. Sejumlah trofi berhasil didaratkan ke Bumi Arema.”Waktu itu saya bisa memilih pemain dan mereka berkualitas. Sehingga bisa meraih beberapa trofi dan jadi runner up di kompetisi. Tahun ini saya sulit pilih pemain tapi ditargetkan berprestasi. Ada kalanya budget menjadi persoalan,” jelas Milo.Apa yang disampaikan Milo memang akan dijalankan manajemen Arema. Saat ini mereka sudah berkomunikasi dengan calon pelatih baru. Siapa saja pemain yang dipertahankan dan dilepas adalah hak pelatih baru. Begitu juga dengan rekrutan baru.

Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

onestopfootball.net Hariono pemain asal Persib yang kini gantung tempat dari Persib.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

1. Hariono Mengawali Karier Bersama Persida Sidoarjo
Hariono mengawali kariernya bersama Persida Sidoarjo sejak 2003 sampai 2004. Pemain kelahiran 1985 itu bermain sebanyak 30 kali untuk Persida Sidoarjo.Kemudian, Hariono dikontrak Deltras Sidoarjo pada 2004 hingga 2008. Bermain sebagai gelandang bertahan, Hariono mencatatkan 119 caps dan dua gol.

2. Membela Persib Bandung Selama 11 Tahun
Hariono kemudian merapat ke Persib Bandung pada musim 2008. Kala itu, dia dibawa oleh pelatih Persib, Jaya Hartono, untuk memperkuat tim berjuluk Pangeran Biru.Hariono memulai debut di pertandingan pertama Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2008 melawan Persela Lamongan. Berarti, gelandang asal Sidoarjo ini telah membela tim Pangeran Biru selama 11 tahun.

3. Hariono Pernah Jadi Kuli Panggul Sekaligus Pemain di Klub Milik Minimarket
Sebelum namanya menjadi besar bersama Persib Bandung, Hariono sempat merasakan asam garam kehidupan dengan menjadi kuli di sebuat retail minimarket di Sidoarjo.Sambil bekerja, pemain berusia 34 tahun itu juga tetap menjalani hobinya dalam mengolah si kulit bundar bersama rekan kerjanya. Hariono kemudian menjadi besar setelah dibawa oleh Jaya Hartono merapat bersama Maung Bandung.

Mengutip dari Bobotoh.id, mantan pelatih Persib, Jaya Hartono, mengungkapkan masa lalu Hariono.”Dia (Hariono) mau kerja keras dia disiplin, dia tidak macam-macam. Padahal dulu siapa Hariono? Pemain dari klub Indomaret, bukan pemain liga!” ucap Jaya Hartono.”Tapi begitu saya pakai, saya bawa dia ke sini dia jadi besar di sini, luar biasa. Karena apa? Karena dia mau kerja keras dia disiplin, dia tidak macam-macam,” tutur mantan pelatih Deltas Sidoarjo.

4. Baru Cetak Satu Gol untuk Persib
Selama 11 tahun berkostum Persib Bandung, Hariono baru mencetak satu gol.Torehannya tersebut dia cetak dari titik putih saat menjamu Perseru Serui di Stadion Si Jalak Harupat dalam ajang Indonesia Soccer Championship 2016.

5. Hariono Sempat Membawa Maung Bandung Meraih Gelar
Bersama Persib Bandung, Hariono turut berkontribusi dalam beberapa raihan gelar. Gelandang bernomor masuk dalam skuat yang membawa Persib Bandung juara Liga Super Indonesia 2014.Hariono juga turut membawa Persib Bandung menjuarai Piala Presiden 2015, Celebes Cup, dan Piala Wali Kota Padang.

Baca Juga : Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

6. Hariono Pernah Perkuat Timnas Indonesia
Hariono beberapa kali dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Tercatat, gelandang asal Sidoarjo itu sudah bermain sebanyak 19 kali dan mencetak satu gol untuk tim Merah Putih.Gol Hariono dicetak saat Timnas Indonesia melakoni laga uji coba melawan Palestina pada 22 Agustus 2011.Caps Hariono bersama Timnas Indonesia tercatat dalam rentang waktu 2008 hingga 2014.

7. Hariono Punya Dua Julukan
Hariono memiliki dua julukan beken yang melekat pada dirinya yaitu Gennaro Gattuso Indonesia dan Si Gondrong. Pemain yang kerap dijuluki Gondrong Hariono juga identik dengan nomor punggungnya, 24.

8. Hariono Juga Merambah Bisnis Pakaian
Pemain Persib Bandung, Hariono, juga sudah membuka usaha di luar lapangan hijau. Dia telah merintis bisnis kaus. Baju yang dijual Hariono diberi label H24.

Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

onestopfootball.net Banyak pemain dan pelatih Impor yang bermain di Indonesia,banyak yang bertahan dan banyak yang pergi.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Renan Silva Akan Bertahan Di Indonesia

Sempat tidak diperhitungkan, Renan Silva mengakhiri Shopee Liga 1 2019 dengan gelar bergengsi. Gelandang Borneo FC berhasil merengkuh predikat pemain terbaik kompetisi.PT Liga Indonesia Baru (LIB), melalui Technical Study Group (TSG) yang berisikan empat anggota Ansyari Lubis, Mustaqim, Supriyono Prima, dan Octavery Krisnandana mendapuk Renan Silva sebagai pemain terbaik Liga 1 2019.Pria asal Brasil ini mengungguli Fadil Sausu dari Bali United dan Makan Konate yang subur bersama Arema FC.

Renan Silva bergabung dengan Borneo FC pada awal musim ini. Ia menandatangani kontrak selama setahun. Sepanjang Liga 1 2019, dirinya mencatatkan 30 penampilan dengan torehan 12 gol dan lima assist.Sebelum merapat ke Borneo FC, Renan Silva memperkuat Persija Jakarta selama setengah musim pada putaran kedua Liga 1 2018. Ia turut bersumbangsih mengantar tim ibu kota keluar sebagai juara. Bermain dalam 13 laga, ia gagal membuat sebiji gol.Kepindahannya ke Borneo FC sangat tepat. Ia menjelma menjadi pemain penting Borneo FC. Perannya sebagai pengatur serangan tidak tergantikan.Ujungnya, kualitas Renan Silva perlahan mulai diakui. Gelar pemain terbaik Liga 1 2019 membuat makin melengkapi curiculum vitae (CV) Renan Silva di kancah sepak bola Indonesia.Berkesempatan untuk mewawancarai Renan Silva setelah dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik Shopee Liga 1 2019. Berikut petikannya:

Cinta Indonesia
Bagaimana Anda menilai permainan Anda di musim ini?
Saya sangat bahagia dengan apa yang saya lakukan pada musim ini dan berterima kasih kepada rekan setim, staf pelatih, dan manajemen. Saya tidak bisa mendapatkan apa pun tanpa bantuan mereka.Beberapa pihak menganggap kondisi fisik Anda bermasalah saat bergabung dengan Persija pada musim lalu.

Dari 13 laga, sepuluh kali Anda diganti. Sekarang penampilan Anda meningkat drastis dengan mendapatkan gelar pemain terbaik. Apa kuncinya?
Ketika saya tiba di Persija, saya tidak mengikuti pramusim dengan semua pemain karena saya bergabung di pertengahan musim. Tapi, saya tetap dapat membantu Persija menjadi juara dengan bermain di seluruh pertandingan sejak saya bergabung.

Baca Juga : Geluti Timnas Vietnam Asisten Pelatih Beruntung

Apa yang melatarbelakangi Anda bertahan di Indonesia setelah dilepas Persija?
Saya dan keluarga mencintai Indonesia dan saya ingin bermain selama bertahun-tahun di sini. Semua orang menghargai saya dan mengakui kinerja saya.

Kenapa Anda memilih bergabung dengan Borneo FC pada awal musim?
Borneo FC adalah tantangan besar untuk saya. Banyak yang tidak percaya kami dapat membuat musim yang bagus seperti saat ini. Saya percaya dan Tuhan menolong saya.

Seberapa besar peran pelatih Mario Gomez dalam permainan Anda di musim ini? Apakah Anda merasa dia layak untuk tantangan yang lebih besar seperti melatih Timnas Indonesia?
Mario Gomez adalah pelatih top dan dia tidak membutuhkan untuk membuktikan apa pun ke siapa pun. Tapi saya rasa, Stefano Cugurra Teco layak untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Persela Targetkan Persib

Persela Targetkan Persib

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Persela Targetkan Persib. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Persela Targetkan Persib

Persela Lamongan memburu kemenangan ketiga beruntun untuk menjauhi zona degradasi Liga 1 2019. Laskar Joko Tingkir bertekad mengalahkan Persib Bandung.Persela menyelesaikan dua laga terakhir dengan kemenangan, mengalahkan Perseru Badak Lampung dan Borneo FC, yang merupakan tim papan atas. Tambahan tiga poin itu membuat Persela belum menjauhi zona degradasi, masih berada di urutan ke 15 (31 poin).

Tim besutan Nilmaizar itupun percaya diri menatap laga terdekat, melawat ke markas Persib Bandung. Pertandingan dijadwalkan bergulir di Stadion Si Jalak Harupat

“Kami akan menghadapi Persib tanggal 3 Desember, jadi secara mental kita lebih siap lagi karena hasil bagus di Borneo, terus pemain juga dalam kondisi fit, tidak ada yang cedera atau kartu kuning. Ya, kami tetap yakinlah mendapatkan hasil yang bagus lawan Persib,” kata Nilmaizar, pelatih Persib Bandung.Nilmaizar menyebut mental anak asuhnya memang telah mengalami peningkatan setelah meraih hasil positif dalam beberapa pertandingan terakhir.

Baca Juga :Nadeo Mirip Kepa Chelsea

“Mental lebih baik ya, mereka sudah mulai ada kepercayaan diri lagi setelah hasil positif di Borneo, walaupun di dua pertandingan away sebelumnya, lawan Bali dan Persija sudah bagus, cuma memang dengan kemenangan kemarin mereka semakin yakin,” ujar dia.Nilmaizar berharap kesuksesan anak asuhnya dalam mematikan pergerakan pemain sayap Borneo FC, Terens Puhiri dan Rifal Lastori dapat terulang ketika menghadapi dua pemain sayap Persib Bandung, yaitu Febri Haryadi dan Frets Butuan yang juga terkenal dengan kecepatannya.

“Tapi skill antara Terens dan Febri tentu berbeda, si Butuan dan si Lastori juga beda, tapi pada prinsipnya mereka cepat-cepat. Saya pikir pemain sudah ada antisipasi bagaimana menjaga mereka. Saya harap ketika mereka bisa matikan Terens dan Lastori, saya harap mereka juga busa matikan si Febri dan si Butuan,” dia berharap.Persela menjalani latihan terakhir di Stadion Surajaya Lamongan untuk mematangkan persiapan sebelum bertolak ke Bandung untuk menantang Persib pada pekan ke-30 Liga 1 2019.

Nadeo Mirip Kepa Chelsea

Nadeo Mirip Kepa Chelsea

onestopfootball.net Pada artikel kali ini kami akan memberikan artikel mengenai  Nadeo Mirip Kepa Chelsea. Berikut ini artikel yang memberikan ulasan dan pembahasan mengenai Nadeo Mirip Kepa Chelsea

Nadeo Argawinata disorot saat Timnas Indonesia U-22 menekuk Thailand di cabang sepakbola SEA Games 2019. Ia disebut mirip Kepa Arrizabalaga, kiper Chelsea.Nadeo menjadi starter saat Indonesia menghadapi Thailand pada laga perdana Grup B cabang sepakbola SEA Games 2019 di Rizal Memorial Stadium, Manila. Penampilan Nadeo rupanya mengejutkan lawan. Selain tampil apik dengan membuat beberapa saves gemilang, sehingga Indonesia menang 2-0, kiper milik Borneo FC itu menjadi viral di kalangan warganet Thailand.Nadeo viral karena parasnya dinilai mirip betul Kepa Arrizabalaga. Nadeo dengan sosok kiper Chelsea asal Spanyol itu memang bak kembaran jika dilihat sekilas.

Mulai dari gaya rambut, hingga postur tubuhnya, Nadeo memang mirip betul dengan Kepa. Kemiripannya kian lengkap setelah posisi keduanya sama-sama berada di bawah mistar gawang.Salah satu akun sepakbola Thailand, @ThaiFootballs, pertama mengunggah foto Nadeo dan Kepa bersandingan. Tak lama kemudian, akun tersebut memuji penampilan Nadeo, yang membuat Supachok Sarachat dkk sulit menjebol gawang Indonesia.

Baca Juga : Sea Games Indonesia VS Vietnam

“Nadeo Kepa Argawinata jauh lebih baik ketimbang kiper di tim seniornya (maaf tak ingat namanya),” cuit akun @ThaiFootball. Kemiripan Nadeo dengan Kepa sudah lama jadi pembahasan di Indonesia. Namun karena momennya mencuat lagi di SEA Games 2019, warganet Indonesia kembali membahasnya di lini masa.
Musim ini, Nadeo menjadi andalan Borneo FC di Liga 1 2019. Ia bermain 24 kali, membuat 6 clean sheet, dan kebobolan 36 kali. Penampilan apik Nadeo membawa Pesut Etam sementara berada di peringkat kedua klasemen Liga 1 2019.