Beberapa Pemain Berdarah Indonesia di Liga Inggris

Beberapa Pemain Berdarah Indonesia di Liga Inggris Ada beberapa pesepak bola asli maupun keturunan Indonesia yang membentangkan sayap di Eropa, termasuk Liga Inggris. Mereka ialah Elkan Baggott, Joseph Simatupang, serta Justin Hubner.

Memang belum ada pesepak bola Indonesia yang berkarier di Premier League. Harapan tersebut ada terhadap sosok Justin Hubner.

Pemain yang memiliki nama lengkap Justin Quincy Hubner tersebut kini berstatus pemain Wolverhampton Wanderers U-21. Ia sudah berada di tim berlogo serigala tersebut sejak di U-18.

Justin Hubner masih menjalani proses naturalisasi. Jika prosesnya rampung, serta ia mendapatkan menit bermain di Wolves senior, maka pemain berposisi bek tersebut akan jadi pesepak bola Indonesia pertama yang mentas di Premier League.

Baca Juga: Selesaikan Dendam Terhadap Aston Villa, Penampilan Man United Masih Buat Erik Marah

Kenal Lebih Perihal Justin Hubner

Mengatakan nama Justin Hubner semestinya setuju dengan Ivar Jenner. Keduanya sama-sama masih dalam proses naturalisasi.

Mereka juga telah menjalani sejumlah prosedur, dan kabarnya akan bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-20.

“Kakek saya berasal dari Makassar, sementara itu nenek saya berasal dari Bandung. Mereka akan amat bangga dan senang melihat saya bermain untuk Indonesia,” ucap Justin Hubner di kantor PSSI, Senin (24/10/2022) silam.

Ya, pemain berdarah Indonesia tersebut diproyeksikan guna memperkuat Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 serta Piala Asia U-20.

Elkan Baggott

Berbeda dengan Justin Hubner, Elkan Baggott justru malah merasakan jersey Timnas Indonesia. Proses naturalisasi jauh lebih mudah sebab ibunya merupakan orang Indonesia.

Elkan Baggott sendri menyita perhatian, bukan cuma sebab fisiknya yang sangat menjulang tinggi, namun penampilan yang makin menanjak. Berstatus pemain pinjaman di Gillingham FC dari Ispwich Town, bek jangkung yang berusia 20 tahun tersebut mencatatkan tiga rekor sekaligus.

Ia menjadi pemain Indonesia pertama yang menjajal Piala FA, Piala Liga Inggris, serta jadi pesepak bola Indonesia pertama yang mengalahkan tim Premier League di pertandingan resmi.

Bila tak ada aral melintang, Elkan Baggott akan membela Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2022.

Baca Juga: Man City Menyingkirkan Chelsea dari Carabao Cup, Riyad Mahrez Buat Guardiola Kagum

Joseph Simatupang

Joseph Simatupang, dari namanya saja kita dapat tebak bahwa ia memiliki darah batak. Kini, sosok bek kanan yang berusia 19 tahun tersebut bermain untuk Marine FC, tim Northern Premier League Premier Division atau Divisi 7 Liga Inggris.

Ada juga darah Indonesia diperoleh dari ibunya. Sang ibunda lahir serta besar di Pontianak, Kalimantan. Dengan begitu, peluang untuk berseragam Timnas Indonesia masih besar selama Joseph Simatupang belum bermain di Timnas Inggris.

Sewaktu ditanya apakah ia ingin bermain untuk Timnas Indonesia, Joseph Simatupang mengutarakan akan ketertarikannya. Tapi, untuk waktu ini  ia belum dapat membuat keputusan.

“Saya tahu pertanyaan ini akan muncul. Tentu saja bermain untuk Timnas Indonesia akan jadi sesuatu yang besar buat saya. Mama saya dari Indonesia, saya sering ke Indonesia,” ujarnya.

“Namun, kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Jadi, kita lihat saja,” ujarnya lagi.

Fakta Pemain indonesia Pertama yang Bermain di Piala Liga inggris Serta Piala FA

Fakta Pemain indonesia Pertama yang Bermain di Piala Liga inggris Serta Piala FA Bek Timnas Indonesia yakni si Elkan Baggott tampil luar biasa bersama tim divisi empat Inggris, Gillingham dan membuat kejutan besar di pertandingan babak ketiga Piala Liga Inggris 2022/2023.

Menghadapi Brentford yang notabene tim Premier League atau kasta teratas Liga Inggris, Gillingham yang diperkuat Baggott sanggup untuk mencuri kemenangan via adu penalti di sarang lawan di Stadion Gtech Community, London, Rabu (9/11/2022) lalu WIB.

Gillingham sendiri menang 6-5 melalui adu penalti. Pertandingan sendiri terpaksa diselesaikan lewat sesi tos-tosan usai kedua tim bermain imbang 1-1 sepanjang 90 menit.

Brentford membuka keunggulan sewaktu pertandingan baru berjalan tiga menit melalui gol penyerang Timnas Inggris yakni Ivan Toney. Tapi, Gillingham sanggup menyamakan kedudukan lewat gol Mikael Mandron pada menit ke-75.

Untuk Gillingham, ini menjadi catatan impresif sebab sanggup  untuk meredam gempuran Brentford sepanjang pertandingan serta meloloskan diri ke putaran keempat alias babak 16 besar Piala Liga Inggris.

Baggott sendiri tampil penuh di pertandingan ini dan relatif berhasil mengantongi Toney. Selepas 10 menit awal, Baggott berhasil meredam eksplosivitas penyerang yang belakangan jadi perbincangan  di Premier League lantaran kegemilangannya bersama Brentford.

Baca Juga: Xavi Tidak Ingin Sepelekan Ronaldo

Dalam waktu kurang dari seminggu, Baggott sukses menorehkan tiga rekor prestisius sebagai pemain Indonesia.

Pada akhir minggu kemarin, bek naturalisasi berusia 20 tahun tersebut  menasbihkan diri sebagai pemain Indonesia pertama yang main di kompetisi Piala FA Inggris.

Baggott sendiri juga tampil penuh ketika Gillingham bertamu ke markas tim divisi kelima Inggris, Fylde, di mana Gillingham mmemperoleh hasil yang imbang yakni 1-1 di kandang lawan dan akan bermain di kandang pertandingan replay.

Dan saat ini, Baggott juga jadi pemain Indonesia pertama yang mentas di ajang Piala Liga Inggris. Tak cukup sampai di situ, bek jangkung tersebut juga jadi pemain Indonesia pertama yang bermain menghadapi tim dari Premier League.

Baggott merapat ke Gillingham pada bursa pemindahan musim panas 2022 lalu dengan status pinjaman dari tim divisi tiga Inggris yakni Ipswich Town.

Ia dipinjamkan semusim penuh ke Gillingham usai memperpanjang kontraknya sampai tahun 2025 bersama Ipswich.

Pelanggaran HAM dalam Kemalangan di Kanjuruhan

Pelanggaran HAM dalam Kemalangan di Kanjuruhan Terdapat adanya tujuh pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kemalangan di Kanjuruhan.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Komisioner Komnas HAM yakni Mohammad Choirul Anam, sewaktu memaparkan hasil pemantauan dan penyelidikan Tragedi Kanjuruhan, Rabu (2/11/2022) lalu.

Pertama, penggunaan kekuatan yang berlebih.
Maksudnya ialah penembakan gas air mata yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Diprediksi sebanyak 45 tembakan gas air diledakkan.

Dalam aturan FIFA sendiri, terdapat pelarangan penggunaan gas air di sebuah pertandingan.

“Pertama, menggunakan kekuatan yang berlebihan yakni penggunaan gas air mata merupakan suatu bentuk kekuatan berlebihan, sebab dilarang dalam FIFA,” ujar Mohammad Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat.

Pelanggaran HAM kedua ialah hak memperoleh keadilan.

Dalam Insiden Kanjuruhan, kepolisian sendiri telah mengumpulkan enam tersangka.

Mereka ialah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru yakni Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Arema FC vs Persebaya Surabaya, Abdul Haris, Security Officer, Suko Sutrisno.

Kemudian, Kabagops Polres Malang yakni Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Danki 3 Sat Brimob Polda Jatim, AKP Hasdarman, serta Kasat Samapta Polres Malang, AKP Bambang Sidik Achmadi

“Kedua hak memperoleh keadilan, proses penegakan hukum yang dilakukan belum mencakup para pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kompetisi,” ujar Mohammad Choirul Anam.

Ketiga yakni hak untuk hidup. Sebagaimana dapat diketahui, kejadian Kanjuruhan tersebut merenggut 135 jiwa meninggal dunia serta ratusan mengalami luka-luka.

Baca Juga: Timnas Indonesia Tak Boleh Gunakan Stadion GBK di Piala AFF 2022

“Hak untuk hidup, kematian 135 orang pelanggaran hak untuk hidup, sebab penggunaan gas air mata baik langsung atau secara tidak langsung,” lanjut Anam.

Keempat yakni hak atas kesehatan. Terdapat sejumlah korban yang mengalami rasa trauma.

“Terus hak kesehatan, banyak orang yang tiba-tiba saja terluka akibat dari gas air, mata merah, kaki patah, serta trauma,” imbuhnya Anam.

“Pelanggaran hak Kesehatan memastikan sebagaimana korban yang potensial mengalami gangguan secara permanen, belum dipikirkan,” lanjut Anam.

Kelima yakni hak rasa aman. Pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya dapat dikatakan pertandingan yang cukup berisiko tinggi.

Untuk itu, pernah ada permintaan dari Arema FC untuk memainkan pertandingan pada sore hari, tetapi tidak diladenin.

Pertandingan juga tetap dimainkan pada pukul 20.00 WIB.

“Terus, hak rasa aman, pertandingan ini merupakan suatu resiko yang tinggi, sehingga dapat diketahui pada akhirnya 135 meninggal dunia,” ujar Anam.

Keenam, hak anak serta ketujuh ialah Business and human rights.

“Terus hak anak, ini banyak anak jadi korban dilapangan tersebut,” ucap Anam.

“Terus, pelanggar binis, entitas yang mengabaikan akan hak asasi manusia,” tutup Anam.

Timnas Indonesia Tak Boleh Gunakan Stadion GBK di Piala AFF 2022

Timnas Indonesia Tak Boleh Gunakan Stadion GBK di Piala AFF 2022 Timnas Indonesia tak memberikan diizinkan untuk memakai Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada Piala AFF 2022 yang berlangsung pada tanggal 23 Desember 2022 hingga tanggal 16 Januari 2023.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali.

SUGBK sendiri termasuk dalam lokasi yang digunakan untuk Piala Dunia U-20 2023 pada tangga 20 Mei-11 Juni 2023.

Yang harus harus steril dari pelaksanaan pertandingan.

“Tak boleh timnas Indonesia gunakan GBK,” ucap Zainudin Amali.

“Pokoknya begitu telah mulai masuk Kementerian PUPR untuk perbaikan, itu telah ditujukan untuk Piala Dunia U-20 2023,” sambung pria kelahiran kota Gorontalo tersebut.

Dia menambahkan, kebijakan tersebut usai sesuai persetujuan yang ditetapkan FIFA.

Baca Juga: Mohamed Berharap dari Kemenangan Lawan Si Napoli Menjadi Titikk Balik Musim Liverpool

Selain GBK, terdapat beberapa lokasi yang dipakai untuk Piala Dunia U-20 2023, yakni Stadion Jakabaring Palembang, Stadion Si Jalak Harupat Bandung, Stadion Manahan Solo, Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar.

“Jadi, semua stadion yang telah terdaftar di FIFA dan itu telah disetujui oleh FIFA, November ini akan mulai diperbaiki,” tutur Amali.

“Bagi yang telah selesai, itu tak diizinkan dipergunakan untuk beberapa kegiatan lain. Itu clear betul.”

“GBK itu kan punya negara, tinggal ngomong ke Mensesneg,” tutup politisi partai Golkar.

Sementara itu, pada Piala AFF 2022, timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Thailand, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam/Timor Leste.

Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1

Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1

onestopfootball.net Beberapa artikel yang akan kami sajikan untuk anda kali ini ,bisa sangat membantu apabila anda ingin mencari informasi yang berikaitan mengenai Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1 Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Tira Persikabo Dan Kiprahnya Di Liga 1

Tira Persikabo resmi kembali mengenalkan Abduh Lestaluhu sebagai bagian dari skuat untuk Liga 1 2020, Minggu (23/2/2020). Sikap tersebut diambil karena Abduh diklaim masih menjadi bagian dari klub.Perkenalan yang dilakukan Tira Persikabo memantik tanda tanya seputar nasib sang pemain. Padahal, sebelumnya, Abduh Lestaluhu sudah dikenalkan sebagai bagian dari skuat Persebaya untuk musim 2020.Direktur Pengembangan Bisnis Persikabo, Rhendi Arindra, menyebut awalnya Persebaya memang menginginkan jasa Abduh Lestaluhu sepaket dengan Angga Saputro. Namun, manajemen Tira Persikabo enggan melepaskan dua pemain sekaligus.

Persebaya ketika itu berdalih membutuhkan jasa Abduh untuk menambah kekuatan saat tampil di Piala AFC 2020 jika Bali United lolos ke Liga Champions Asia 2020.Dengan alasan membawa nama harum Indonesia, Tira Persikabo akhirnya melunak sehingga melepas Abduh. Namun, dengan catatan bakal mengembalikan sang pemain jika Persebaya gagal ke Piala AFC.Persebaya kemudian dipastikan tidak mentas di Piala AFC karena Bali United gagal lolos ke Liga Champions sehingga Tira Persikabo berhak untuk kembali mengamakan jasa Abduh sesuai kesepakatan awal.

Tetapi, yang terjadi, Abduh Lestaluhu dikenalkan sebagai pemain Persebaya pada 8 Februari 2020.Rhendi menyayangkan sikap klub asal Jawa Timur itu, yang seharusnya membangun komunikasi dengan pihaknya sebelum memperkenalkan Abduh.”Saya konsisten, sampai detik ini Abduh masih pemain kami. Tira Persikabo dan Persebaya kan sudah saling kenal, seharusnya komunikasi bisa dibangun,” kata Rhendi di Cibinong, Minggu (23/2/2020).”Persebaya awalnya mengaku butuh untuk kedalaman skuat karena mau bermain di event internasional dan membawa nama Indonesia. Kami sepakat, semua kalau membawa nama Merah-Putih, silakan diambil. Kami dengan senang hati, tapi harus janji kalau tidak jadi tampil di Piala AFC, Abduh Lestaluhu tetap pemain kami,” lanjut Rhendi.

Rhendi Arindra memastikan Tira Persikabo tidak gentar jika Persebaya Surabaya melanjutkan permasalahan ini ke PSSI. Menurut Rhendi, pihaknya akan berusaha mati-matian mempertahankan Abduh Lestaluhu.”Kami sudah mendaftarkan Abduh Lestaluhu ke PT LIB (operator kompetisi). Jadi, sebenarnya kami masih membuka ruang komunikasi dengan Persebaya. Namun, Abduh adalah pemain inti kami dan kami akan memperjuangkannya karena pelatih juga membutuhkan jasanya,” tegas Rhendi.Tira Persikabo bermain imbang 1-1 melawan klub Liga 2 2020, Badak Lampung, pada laga uji coba yang digelar di Stadion Mini, Cibinong, Minggu (23/2/2020). Pelatih Igor Kriushenko tak mengkhawatirkan persiapan anak asuhnya itu jelang Liga 1 2020.

Baca Juga : Tottenham Hotspur Garansi Tiket Lolos Liga Champions

Ini menjadi uji coba keenam yang dilakukan Tira Persikabo dalam persiapan menuju Liga 1 2020. Uniknya, klub yang berjulukan Laskar Padjadjaran itu belum terkalahkan dengan mencatatkan 3 kemenangan dan 3 kali imbang.Pelatih Igor Kriushenko secara keseluruhan cukup puas dengan performa anak asuhnya. Namun, pria asal Belarusia itu tak menampik masih ada beberapa hal yang ingin dievaluasi jelang bertempur di Liga 1 2020.

“Saya hari ini memberikan kesempatan bermain penuh pada pemain yang tidak bermain saat menghadapi Persib Bandung. Saya tadi hanya ingin melihat kondisi pemain yakni seberapa siap mereka untuk mengarungi liga nnti,” kata Igor Kriushenko kepada wartawan.”Saya mungkin akan melakukan evaluasi juga. Ada beberapa pemain yang harus berlatih lebih untuk mengembalikan kondisi terbaiknya,” tegas Igor Kriushenko.

Laga uji coba tersebut juga menjadi ajang perkenalan skuat Tira Persikabo untuk Liga 1 2020. Sebanyak 30 pemain diperkenalkan di hadapan ribuan suporter yang memadati Stadion Mini, Cibinong.Pada laga pembuka Liga 1 2020, Tira Persikabo akan menjamu Arema FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (2/3/2020). Pelatih Igor Kriushenko menegaskan timnya sudah siap tempur di kompetisi musim ini.”Menurut saya pemain secara mental sudah siap untuk mengarungi liga. Namun, ada beberapa pemain juga yang harus mendapatkan latihan tambahan untuk mengembalikan kondisi mentalnya supaya lebih baik lagi mungkin karena cedera,” tegas Igor.

Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Marko Simic Dan Rohit Chand Dimanja Persija

Dua pemain asing Persija Jakarta, Marko Simic dan Rohit Chand terpaksa berlatih terpisah dari rekan-rekannya pada Kamis (23/1/2020) di Lapangan PSAU TNI AU, Halim Perdanakusuma, Jakarta. Pasalnya, keduanya baru bergabung dari masa liburan.”Rohit baru tiba di Jakarta pada dua hari lalu, sedangkan Simic baru kemarin. Jadi belum bisa bersama-sama dengan tim,” ujar asisten pelatih Persija Jakarta, Rodrigo Pellegrino dinukil dari Antara.

Pellegrino mengatakan, kondisi Simic dan Rohit belum memadai untuk melebur dengan rekan-rekannya guna melahap sesi latihan normal. Alhasil, keduanya tidak dilibatkan dengan aktivitas Riko Simanjuntak dan kawan-kawan.”Justru berbahaya kalau mereka dipaksakan berlatih penuh. Akibatnya bisa cedera. Saat ini mereka mungkin masih jet lag dan mungkin sulit tidur untuk beberapa hari,” kata Rodrigo.Setelah Simic dan Rohit tiba, Persija Jakarta masih menunggu kedatangan dua pemain asing lagi, dengan satu di antaranya adalah Marco Motta. Rencananya, bek asal Brasil itu bakal menginjakkan kaki di ibu kota pada 28 Januari 2020.

Baca Juga : Bruno Matos Calon Pemain Persib

Menu Latihan Persija
Sejauh ini, kata Rodrigo, Sergio Farias selaku pelatih Persija Jakarta masih menitikberatkan latihan fisik sebagai menu utama persiapan timnya untuk musim depan. Sesekali, tim pelatih mengubah daftar latihan menjadi transisi permainan.”Pelatih masih fokus ke fisik, tetapi mulai meningkatkan kualitas pertahanan, lini tengah dan transisi bertahan ke menyerang,” imbuh Rodrigo.”Kami ingin pemain bergerak melebar ke kiri dan kanan lalu mengirimkan bola ke kotak penalti. Pemain harus meningkatkan kualitas untuk penyerang atau pemain lain yang menunggu di depan gawang,” tutur asisten pelatih asal Brasil itu.

Bruno Matos Calon Pemain Persib

Bruno Matos Calon Pemain Persib

onestopfootball.net Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Bruno Matos Calon Pemain Persib. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Bruno Matos Calon Pemain Persib

Bursa transfer Indonesia masih dibuka. Sejumlah klub mulai berbenah dan menambah amunisi pemain bintang untuk menyongsong Liga 1 2020, termasuk Persib Bandung.Persebaya Surabaya berhasil menghebohkan pemberitaan setelah mendatangkan Makan Konate dari Arema FC. Klub berjuluk Bajul Ijo itu diprediksi mengelontorkan dana besar untuk memboyong pemain asal Mali tersebut.Bukan hanya Makan Konate, transfer Ezechiel N’Douassel ke Bhayangkara FC juga cukup menyita perhatian. N’Douassel yang selama tiga tahun ini menjadi tumpuan di lini depan Maung Bandung, malah memutuskan hengkang.Stiker asal Chad itu memilih Bhayangkara FC sebagai klub barunya pada kompetisi Liga 1 2020. Kini, Persib tengah kebingungan mencari pengganti N’Douassel.

Di sisi lain, klub berjuluk Pangeran Biru itu juga masih disibukkan mencari pemain baru untuk menyonsong Liga 1 2020. Persib sedang berusaha menggenapi slot pemain asing setelah hengkangnya Ezechiel N’Douassel ke Bhayangkara FC.Terbaru, Persib dikabarkan memiliki ketertarikan kepada geladang asal Brasil, Bruno Matos. Bruno adalah pemain yang resmi didepak Bhayangkara FC

1. Mantan Pemain Persija
Bruno Matos adalah mantan pemain Persija. Macan Kemayoran merupakan klub pertama yang dibela Matos, tepatnya pada putaran pertama Shopee Liga 1 2019.Memasuki paruh musim, Persija Jakarta mencoret Matos. Sejumlah dugaan mengemuka, mulai dari perselisihannya dengan pelatih Macan Kemayoran saat itu, Julio Banuelos, hingga kondisinya yang tak kunjung prima setelah mengalami cedera.Setelah kontraknya diputus Persija pada awal September 2019 lalu, gelandang asal Brasil tersebut merapat ke Bhayangkara FC.

2. Banderol Tinggi
Bruno Matos tampil cukup baik bersama Bhayangkara FC. Pada musim 2019, Bruno mempersembahkan sembilan gol dari 17 penampilannya bersama The Guardian.Mengacu pada hal tersebut, harga Bruno Matos dikabarkan melonjak naik. Berdasar Transfermarkt, harga pasar pemain asal Brasil itu mencapai Rp6,4 miliar.Harga pasar Matos bahkan lebih mahal ketimbang superstar Persija, Marco Simic. Saat ini, nilai pasar striker paling subur di klub Macan Kemayoran itu hanya sektar Rp5,4 miliar.

3. Didepak Gara-gara Ezechiel N’Douassel?
Bhayangkara FC rela melepas Bruno Matos karena lebih memilih Ezechiel N’Douassel. Alasannya, slot pemain asing di Bhayangkara sudah penuh.Jika Ezechiel N’Douassel datang, maka harus ada satu pemain asing yang didepak dari skuat asuhan Angel Alfredo Vera itu. Sebelumnya, klub berjuluk The Guardian itu lebih dulu mendatangkan Renan Silva. Adapula Guy Herve dan Lee Wom Jae.”Slot pemain asing kami sudah tidak ada makanya Matos kami lepas. Kontrak dia dengan Bhayangkara habis pada Februari 2020,” kata Chief Operation Officer Bhayangkara FC, Sumardji.

Baca Juga : Gatot Di Barca Malah Gabung Aston Villa

4. Buka Peluang Kembali ke Persija
Nama Bruno Matos masuk dalam daftar bidikan teratas Persib Bandung. Itu artinya, Bruno bakal merumput bersama Maung Bandung jika negoasiasi yang dilakukan menemui kata sepakat.Meski demikian, Bruno mengaku tetap membuka peluang kembali ke Persija. Menurut agen Matos, pemainnya akan menerima tawaran yang sekiranya cukup menarik.”Jika Persija Jakarta memberikan tawaran yang menarik, kenapa tidak Matos kembali,” ujar agen yang menaungi Matos, Fabio Barbosa.

5. Performa Lumayan
Meski didepak Bhayangkara FC, kualitas Bruno Matos tak perlu diragukan lagi. Pada akhir musim 2019, Matos melejit dengan menjadi pemain tersubur kedua tim setelah Herman Dzumafo yang membukukan 10 gol.Padahal, ia baru datang pada pertengahan musim. Saat itu, Matos mencetak sembilan gol dan merupakan torehan cukup baik bagi anak yang baru datang.Namun manajemen Bhayangkara FC memiliki pertimbangan lain. Bruno Matos menjadi nama yang justru didepak setelah kedatangan Ezechiel N’Douassel dan Renan Silva.

Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

onestopfootball.net Setelah menunggu tanda tangan kontrak akhirnya Shin Tae Yong,menjadi pelatih Timnas Indonesia. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Shin Tae Yong Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Pelatih berkebangsaan Korea Selatan Shin Tae yong, telah memutuskan menerima pinangan PSSI untuk melatih Timnas Indonesia. Dalam waktu dekat, arsitek berusia 49 tahun tersebut bakal tiba di Tanah Air.Daum melaporkan, melansir dari Yonhap, Tae Yong akan menandatangani kontrak dengan PSSI pada 26 Desember 2019. Saat ini, kedua belah pihak telah menemui kata sepakat.”Belum ada tanda tangan kontrak. Saya baru akan pergi ke Indonesia pada 26 Desember 2019 untuk membubuhkan tanda tangan kontrak,” ujar Tae Yong dinukil dari Daum.

Kepastian Tae Yong menangani Timnas Indonesia sekaligus membuat Shenzhen FC, gigit jari. Sebelumnya, klub Liga China tersebut bersaing dengan PSSI untuk mendapatkan tenaga pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 ini.Tae Yong juga mengakui tengah terlibat negosiasi tahap akhir dengan PSSI. “Kami berada dalam tahap akhir pembicaraan,” tutur Tae Yong. “Indonesia panas. Tapi, sekarang saatnya bekerja,” imbuhnya berkelakar.”Shenzhen FC meminta saya untuk melatih mereka sementara mereka masih punya pelatih. Akhirnya, saya menerima tawaran untuk melatih Timnas Indonesia,” jelas Tae Yong.

Baca Juga : Persita Gembosi Kekuatan Persik

PSSI Belum Mengumumkan
Sebelumnya, PSSI masih enggan mengumumkan pelatih Timnas Indonesia. Sebelumnya, beredar kabar bahwa Tae Yong telah diputuskan untuk menukangi tim berjulukan Skuat Garuda itu.Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, tidak membantah maupun mengakui informasi tersebut. Menurut pria yang karib dipanggil Iwan Bule itu, pihaknya masih membutuhkan waktu sepekan untuk memutuskan pelatih Timnas Indonesia.”Untuk pelatih Timnas Indonesia, sedang dalam finalisasi dalam sepekan ke depan,” ujar Iwan Bule Senin (23/12/2019).

Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

onestopfootball.net Milomir Selsija mengeluh tentang keluwesan Arema berkaitan transfer pemain.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Milomir Seslija Melakukan Demand Ke Manajemer Arema

Meski tak lagi melatih Arema FC musim 2020, bukan berarti Milomir Seslija sakit hati. Pelatih asal Bosnia ini tetap memberikan masukan agar tim berjuluk Singo Edan itu bisa lebih baik musim depan.Dia berharap manajemen Arema tidak terlalu ‘pelit’ dalam menginvestasikan dananya musim depan. Karena investasi yang bagus tentu dapat hasil yang bagus pula.Sejak dua musim terakhir, Arema mengubah kebijakan transfernya. Sederet pemain bintang diganti dengan pemain muda potensial.

Musim ini Milo merasakan keterbatasan budget Singo Edan. Alhasil dia tidak bisa mendatangkan beberapa pemain sendiri.”Sebenarnya pelatih butuh pemain pilihan sendiri untuk bisa menjalankan skema yang disiapkan,” jelasnya.Artinya, Milo berharap musim depan manajemen memberikan sedikit keleluasaan kepada pelatih untuk menyusun komposisi pemain. Karena musim ini, pelatih 56 tahun ini datang ketika tim sudah terbentuk.”Intinya Arema harus melakukan investasi yang tepat baik untuk pelatih dan pemainnya,” tegas dia.

Baca Juga : Fakta Menarik Hariono Pemain Loyal Persib

Musim ini, sangat terasa jika budget terbatas Arema membuat kualitas pemain inti dan cadangan timpang. Saat ketika badai cedera menimpa pemain inti, Singo Edan terseok-seok di putaran kedua.Ini berbeda dengan musim 2016 silam saat Milo datang pertama kali sebagai pelatih kepala Singo Edan. Sejumlah trofi berhasil didaratkan ke Bumi Arema.”Waktu itu saya bisa memilih pemain dan mereka berkualitas. Sehingga bisa meraih beberapa trofi dan jadi runner up di kompetisi. Tahun ini saya sulit pilih pemain tapi ditargetkan berprestasi. Ada kalanya budget menjadi persoalan,” jelas Milo.Apa yang disampaikan Milo memang akan dijalankan manajemen Arema. Saat ini mereka sudah berkomunikasi dengan calon pelatih baru. Siapa saja pemain yang dipertahankan dan dilepas adalah hak pelatih baru. Begitu juga dengan rekrutan baru.