Kandidat Pelatih Pengganti Unai Emery di Arsenal

Kandidat Pelatih Pengganti Unai Emery di Arsenal

Onestopfootball.net – Unai Emery sudah berada di tahun terakhir kontraknya sebagai pelatih Arsenal. Manajemen Arsenal belum menyodori perpanjangan kontrak kepada Unai Emery. Padahal, Emery sudah memasuki tahun terakhir kontraknya sebagai pelatih The Gunners. Spekulasi muncul bahwa Arsenal bakal mendepak Emery akhir musim ini. Namun, potensi pemecatan juga terbuka apabila performa Granit Xhaka dan kawan-kawan tak sesuai ekspektasi.

Target Arsenal adalah finis empat besar di Liga Inggris musim ini, agar tiket ke Liga Champions musim depan bisa diamankan. Bila itu yang terjadi, sesungguhnya tawaran perpanjangan kontrak pun belum tentu diberikan klub London Utara itu kepada Emery.

Mungkin apabila The Gunners meraih satu trofi baru, manajemen bakal memberi pengecualian. Sebab, Arsenal memang amat ingin menambah koleksi di lemari pialanya. Spekulasi lain menyebut bahwa Arsenal sebenarnya tidak berencana memperpanjang kontrak pelatih asal Spanyol tersebut. Itu terlihat sejak awal saat Emery hanya diberikan kontrak dua tahun. Beberapa nama pun muncul sebagai calon pengganti Emery di kursi pelatih Arsenal. Berikut daftar pelatih yang berpotensi jadi suksesor Emery, seperti yang telah kami rangkum dibawah ini :

Massimiliano Allegri
Menyusul kepergian Arsene Wenger, setiap penggemar Arsenal di luar sana ingin Massimiliano Allegri mengambil alih Arsenal. Tetapi, sayangnya itu tidak juga terwujud. Namun, dengan status pelatih asal Italia itu sekarang sebagai pengangguran, kans Allegri merapat mulai terbuka. Allegri sendiri amat berhasrat melatih klub Liga Inggris.

Rekam jejak Allegri sebagai pelatih Juventus dan AC Milan patut dikedepankan Arsenal. Allegri juga senang memakai pemain muda, dan cocok dengan filosofi yang diterapkan Arsenal sejak lama.

Baca Juga : Pemain Yang Hanya Bermain Di Satu Club Saja

Jose Mourinho
Jose Mourinho menjadi manajer Arsenal akan menjadi salah satu kesepakatan paling kontroversial dalam sejarah sepak bola Inggris. Tapi, The Gunners mungkin perlu pelatih seperti Mourinho. Pelatih asal Portugal itu dikenal bertangan dingin, bukan hanya di kompetisi domestik, tapi juga di Eropa dengan sederet trofi bergengsi yang pernah dia raih. Yang menarik, Mourinho pernah menangani dua rival Arsenal, Chelsea dan Manchester United.

Status itu mungkin bisa dikesampingkan demi kepentingan klub. Suporter Arsenal juga terbelah dalam menghadapi rumor Mourinho ini, mengingat gaya, sikap, dan kepribadian pelatih berusia 56 tahun ini.

Laurent Blanc
Laurent Blanc tidak melatih sejak 2016 atau setelah dia meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG). Tiga tahun menangani PSG, Blanc dinilai sukses.

Total 11 trofi dia menangkan ketika membesut klub berjulukan Les Parisiens tersebut. Torehan itu bisa menjadi dasar Arsenal merekrut Blanc, mengingat dia juga pelatih dengan ide-ide yang jelas. Selain itu, The Gunners dikenal doyan memboyong pemain asal Prancis. Fakta Blanc berasal dari Prancis membuat peluang menggaet bintang-bintang Les Bleus terbuka lebar.

Pemain Yang Hanya Bermain Di Satu Club Saja

Pemain Yang Hanya Bermain Di Satu Club Saja

Onestopfootball.net – Adalah cerita langka saat seorang pemain sepak bola menghabiskan seluruh kariernya di satu klub. Karena itu, benar adanya bila pemain-pemain tersebut dipuji karena kesetiaan dan komitmen mereka, terutama ketika pengabdian diuji dengan uang, minimnya prestasi dan bahkan degradasi.

Francesco Totti, Paolo Maldini, dan Gary Neville adalah contoh kecil pemain-pemain profesional yang setia memperkuat salah satu klub. Kesetiaannya terhadap klubnya masing-masing menjadi suatu hal yang patut untuk dihormati.

Mereka ada di tengah godaan pundi-pundi uang yang seharusnya bisa didapatkan sesederhana berganti seragam. Loyalitasnya yang tanpa batas ini membuat mereka mendapatkan tempat di hati para penggemar. Kali ini kita akan bahas pemain satu klub terbaik yang pernah dan/atau masih bermain di Bundesliga. Langsung saja kita bahas dibawah ini mengenai pemain yang hanya bermain di satu club saja di Bundesliga :

“Mr. Hannover”
Adalah panggilan dari penggemar Hannover untuk legenda mereka, Steve Cherundolo. Ia mencatatkan rekor klub dengan 302 penampilan selama 15 tahun sebagai pemain dan mendapat julukan ‘Walikota Hannover’

Yang menarik dari rekam-jejak Cherundolo di Hannover adalah fakta bahwa kelahiran 19 Februari 1979 tersebut ialah seorang warga negara Amerika Serikat. Lahir di Rockford, Illinois, 40 tahun lalu Cherundolo pertama kali bergabung dengan Die Roten pada musim 1999/00.

Pada tahun 2013, Cherundolo resmi mentasbihkan dirinya sebagai pemain yang paling lama menjalani karier di Bundesliga. Pada 19 Maret 2014, “Dolo” mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola dengan “kegagalan untuk pulih dari cedera lutut jangka panjang” sebagai alasan utamanya meninggalkan permainan.

“Fair” Marco
Marco Bode. Ia adalah seorang pesepak bola satu klub sejati. Mantan pemain timnas Jerman kelahiran 23 Juli 1969 tersebut menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Werder Bremen.

Ia bermain sebagai winger kiri dan juga penyerang. Bode juga dikenal karena permainan fair yang membuatnya hanya sepuluh kali masuk buku catatan pengadil lapangan selama keseluruhan kariernya di Bundesliga dan tidak pernah dikeluarkan dari lapangan.

Rick-Rock
Lahir dan besar di Dortmund, Lars Ricken bergabung dengan klub lokal BV Borussia pada usia yang masih sangat muda dan memulai debutnya di Bundesliga pada 8 Maret 1994. Mulai pada musim dan tahun tersebut serta seterusnya ia terpilih masuk sebagai tim utama.

Selama 15 tahun kariernya bersama Die Borussen ia telah tampil sebanyak 301 kali dengan torehan 49 gol ke gawang lawan. Yang paling berkesan adalah saat ia menjadi pahlawan untuk Dortmund dengan mencetak gol jarak jauh di final Liga Champions UEFA musim 1996/97 melawan Juventus.

Gol tersebut juga dinobatkan sebagai gol tercepat pemain pengganti di pagelaran final, setelah hanya membutuhkan 16 detik setelah masuk ke lapangan. Bersama timnas Jerman Ricken telah tampil di Piala Dunia 2002 dan Piala Konfederasi 1999.

Baca Juga : Mengenal Robert Skov Dari Hoffenheim

The Loyal One
Bisa dikatakan satu-satunya figur yang tidak hanya menghabiskan karier bermainnya bersama satu klub, tetapi juga mengabdikan dirinya juga untuk melatih klub yang sama.

The Loyal One pantas disematkan kepada Thomas Schaaf. Lahir 30 April 1961, Schaaf adalah pensiunan sepakbola Jerman yang bermain sebagai pemain bertahan sepanjang kariernya, dan juga manajer untuk Die Werderaner selama 14 tahun. Dia mulai melatih tim pada tahun 1999 dan mengundurkan diri pada tahun 2013, menjadi salah satu pelatih yang terlama mengabdi di Bundesliga.

Susi
Dijuluki “Susi” di awal kariernya karena rambutnya yang panjang, Michael Zorc mengabdikan seluruh waktunya bersama Borussia Dortmund, dengan selalu tampil di hampir 600 pertandingan kompetitif
dalam 17 musim! Ia melanjutkan kesetiaannya dengan mengisi posisi direktur olahraga Der BVB.

Lahir di Dortmund, Zorc memainkan 463 pertandingan Bundesliga untuk klub yang bermarkas di Westfalenstadion tersebut antara tahun 1981 sampai 1998, yang juga statistik tersebut adalah rekor bagi klub. Ia juga menjadi kapten tim utama selama bertahun-tahun. Selain itu dia adalah pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa Die Borussen dan dikenal dengan kemampuan eksekusi penaltinya yang luar biasa.

Dia memainkan debut profesionalnya pada 24 Oktober 1981 dalam kekalahan tandang 0-2 melawan SV Werder Bremen. Ujung karier Zorc juga diwarnai kesuksesan, karena Dortmund dua kali dimahkotai juara nasional, serta memenangkan Liga Champions UEFA musim 1996/97 dan Piala Intercontinental.

Selain yang tersebut sebelumnya masih ada beberapa nama seperti Sepp Maier yang menghabiskan 18 tahun waktunya bersama Bayern München, kemudian Berti Vogts dengan Gladbach selama 14 tahun,
dan terakhir Fritz Walter dengan waktu 22 tahun bersama 1. FC Kaiserslautern.

Mengenal Robert Skov Dari Hoffenheim

Mengenal Robert Skov Dari Hoffenheim

Onestopfootball.net – Hoffenheim sama sekali tidak membuang waktu mereka untuk bereaksi terhadap hilangnya Joelinton pada transfer musim panas lalu dengan memboyong Robert Skov. Memecahkan rekor Superligaen Denmark untuk gol terbanyak dalam satu musim -30 gol dalam 34 pertandingan- performa Skov jauh meningkat di atas musim lalu. Winger kanan kelahiran Marbella, Spanyol 20 Mei 1996 tersebut melakukan debut profesionalnya saat berusia 17 tahun bersama Silkeborg sebelum bergabung dengan Copenhagen pada Januari 2018.

Ia mendapatkan kaps senior pertamanya untuk Denmark di kualifikasi UEFA Euro 2020 pada Juni 2019 lalu. Pengguna kaki kiri dengan tinggi 185 cm ini sebelumnya mewakili negaranya di level U-18, U-19 dan U-21, serta pada Olimpiade Musim Panas 2016. Catatan lainnya adalah Skov berhasil menorehkan 36 gol dan 20 assist dalam 101 penampilan Superligaen untuk Silkeborg dan Copenhagen. Berikut dibawah ini akan kami bahas mengenai robert skov pemain hoffenheim yang menjadi inti lini penyerangan :

Gaya Bermain
Skov dikenal dan dijuluki oleh pengamat sepak bola dengan sebutan “Bale-nya Denmark.” Persamaan pemain bernomor punggung 29 tersebut dengan pemain Real Madrid itu sangat mencolok, dan bukan
hanya karena kaki kiri Skov yang berbisa; ia memiliki kecepatan dan keterampilan menggiring bola yang mumpuni, belum lagi dengan penglihatan tajam terhadap titik di mana tidak ada penjaga gawang yang mampu membaca dan mengantisipasi tembakannya.

Selain itu, meskipun kaki kirinya adalah senjata pamungkasnya dalam urusan mencetak gol, kaki kanannya juga cukup efektif seraya menciptakan peluang dan juga dalam pengontrolan bola. Dia adalah penyerang sayap yang terampil dan dikenal mahir dalam mengelabui bek lawan dengan menggiring bola melewati mereka. Dia juga mampu mencetak banyak gol dan menciptakan banyak assist.

Baca Juga : Perjalanan Karier Dari Bastian Schweinsteiger

Tidak hanya itu, sihir bola mati Skov juga tidak ada duanya. Dari 30 golnya pada musim lalu, delapan di antaranya berasal dari tendangan bebas langsung, sementara empat lainnya dilepaskan dari luar area penalti.

Alexander Rosen, selaku direktur olahraga Hoffenheim menyebut Skov sebagai pemain berteknik luar biasa yang memiliki kaki kiri paling berbahaya di Bundesliga saat ini. Kapanpun ia berada di area penalti
di lawan, dia adalah ancaman dan momok menakutkan bagi pertahanan lawan.

Tahukah Kamu?
Begitu berbahaya dan seringnya Skov mencetak gol dari bola mati membuat Christian Eriksen -teman senegaranya di timnas Denmark- menyatakan bahwa Robert Skov akan mengambil alih tugasutama sebagai pengambil tendangan bebas nomor satu untuk tim nasional Denmark menggantikannya.

Robert Skov memiliki saudara kandung yang juga pemain sepak bola profesional, Frederik Skov. Walaupun sangat disayangkan kariernya tidak segemilang Robert, karena Frederik sudah mengakhiri karir sepak bolanya pada Juli 2013 lalu di FC Djursland, sebuah klub asal Denmark yang berkompetisi di sana.

Perjalanan Karier Dari Bastian Schweinsteiger

Perjalanan Karier Dari Bastian Schweinsteiger

Onestopfootball.net – Schweinsteiger akhirnya memutuskan gantung sepatu. Pesepakbola asal Jerman itu mengakhiri kariernya sebagai pemain setelah 20 tahun menghabiskan waktunya di lapangan hijau. Dalam sepanjang kariernya, Schweinsteiger merupakan pesepakbola yang sukses. Ia pernah memperkuat tiga klub di level senior yakni Bayern, Manchester United dan Chicago Fire. Schweinsteiger juga merasakan kesuksesan besar saat memperkuat timnas Jerman. Ia berhasil menjuarai Piala Dunia 2014 dan membuat 121 penampilan untuk Die Mannschaft.

“Mengucapkan selamat tinggal sebagai pemain aktif membuat saya merasakan sedikit nostalgia. Tetapi saya juga menantikan tantangan menarik yang segera menanti saya,” katanya.

“Saya akan tetap setia pada sepakbola. Terima kasih banyak atas waktu yang saya habiskan bersama. Saya akan selalu memiliki tempat untuk kalian di hati saya”

Schweinsteiger termasuk salah satu pemain yang dikagumi kawan maupun lawan. Ia memutuskan pensiun dalam usia 35 tahun. Lalu, seperti apa perjalanan karier Basti? Simak dalam rangkuman yang akan membahas mengenai perjalanan karier Bastian Schweinsteiger berikut ini.

Bayern Munchen
Schweinsteiger merupakan produk akademi Bayern Munchen. Ia menembus skuat utama pada 2002 ketika berusia 18 tahun. Ottmar Hitzfeld adalah pelatih yang memberikan debut kepada Schweinsteiger. Gelandang asal Jerman itu mampu menunjukkan performa yang gemilang.

Pada musim debutnya, Schweinsteiger berhasil mengantarkan Bayern memenangkan Bundesliga dan DFB-Pokal. Setelah itu, Schweinsteiger menjadi bagian dari kesuksesan Bayern selama bertahun-tahun. Puncak kesuksesan Schweinsteiger tentu saja terjadi pada tahun 2013. Saat itu, ia berhasil membawa Bayern menorehkan sejarah dengan menjadi tim Jerman pertama yang memenangkan treble.

Selama membela Bayern, Schweinsteiger memenangi delapan gelar Bundesliga dan tujuh piala Jerman serta Liga Champions 2013. Selain itu, ia juga mencatatkan 500 penampilan dengan mencetak 68 gol untuk tim Bavaria. Schweinsteiger membela skuat utama Bayern Munchen selama 13 musim. Pada 2015, Schweinsteiger memutuskan bergabung dengan Manchester United.

Manchester United
Setelah meraih segalanya di Jerman, Schweinsteiger memutuskan untuk mengambil tantangan baru di Premier League. Ia bergabung dengan Manchester United dan bereuni dengan Louis van Gaal di Old Trafford.

Kedatangan Schweinsteiger disambut gembira oleh pendukung Setan Merah. Sebab, gelandang asal Jerman itu diharapkan bisa mendongkrak prestasi MU dengan pengalamannya. Sayangnya, karier Schweinsteiger di Inggris tidak berjalan sesuai rencana. Performa pesepakbola berusia 35 tahun itu menurun karena cedera yang dia alami.

Kendati demikian, Schweinsteiger menjuarai FA Cup pada musim 2015/2016. Itu merupakan satu-satunya gelar yang diraihnya saat berkostum Setan Merah Schweinsteiger kemudian terbuang dari skuat utama di bawah asuhan Jose Mourinho. United akhirnya mempersilakan Schweinsteiger untuk meninggalkan klub pada Maret 2017.

Baca Juga : Beberapa Alasan Mengapa Barcelona Masih Butuh Neymar

Chicago Fire
Gagal bersinar bersama Manchester United, Schweinsteiger kemudian hijrah ke Amerika Serikat. Ia bergabung dengan klub Major League Soccer (MLS), Chicago Fire. Schweinsteiger menghabiskan waktunya di MLS selama tiga musim. Setelah mencatatkan 92 penampilan dan mengemas delapan gol, Schweinsteiger akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu.

Timnas Jerman
Schweinsteiger juga merupakan pemain timnas Jerman. Ia melakukan debutnya di level internasional saat menghadapi Hungaria dalam pertndingan persahabatan pada 2004. Schweinsteiger punya 121 caps dan menyumbang 24 gol. Catatan itu menjadikannya sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak keempat untuk negaranya.

Setelah hanya mampu membawa Die Mannschaft di posisi ketiga pada Piala Dunia 2006 dan 2010, Schweinsteiger akhirnya sukses mengangkat trofi Piala Dunia 2014 di Brasil. Suami dari mantan petenis Ana Ivanovic itu memutuskan pensiun dari timnas Jerman usai Euro 2016 di Prancis.

Paul Pogba Tolak Perpanjang Kontrak di Manchester United

Paul Pogba Tolak Perpanjang Kontrak di Manchester United

Onestopfootball.net – Gelandang depan Paul Pogba nampaknya sudah membulatkan tekad nya untuk lekas pergi dari Manchester United. Sang gelandang diberitakan sudah menolak tawaran untuk memperpanjang kontrak di Old Trafford.

Pada awal bursa transfer dibuka, Pogba tentunya sempat mengutarakan sebuah fakta yang cukup mengejutkan. Ia menyebut kan bahwa diri nya membutuhkan sebuah tantangan baru sehingga ia ingin pergi dari Manchester United.

Namun hingga empat hari sebelum bursa transfer Eropa ditutup, belum ada tanda-tanda Pogba akan pergi. Untuk itu Manchester United berusaha mempertahankan sang pemain dengan menyodorkan kontrak baru.

Namun Marca mengklaim bahwa usaha United itu mendapatkan kegagalan. Sang gelandang dilaporkan menolak tawaran untuk memperpanjang kontraknya di United.

Tekad Bulat

Menurut laporan tersebut, Pogba tetap dan sama sekali tidak menggubris tawaran untuk memperpanjang kontraknya di United. Ia menilai bahwa ia sudah tidak mendapatkan tantangan lagi di United. Untuk itu ia lebih memilih untuk pergi dari Old Trafford.

Selain itu ia semakin membulatkan tekad untuk pergi setelah ia mendapatkan hujatan bernada rasis oleh penggemar MU belakangan ini.

Baca Juga : Alexis Sanchez Sudah Yakin Tinggalkan MU

Hanya Bertahan Satu Tahun

Laporan tersebut membeberkan bahwa Pogba sudah menerima kenyataan bahwa ia kemungkinan besar tidak akan pindah di musim panas ini.

Real Madrid yang diberitakan meminati jasanya disebut tidak kunjung mencapai kesepakatan dengan United. Alhasil ia akan bertahan di United untuk satu tahun lagi.

Ia diberitakan bakal berdedikasi penuh selama satu tahun ini sebelum meninggalkan United di musim panas ini.

Opsi Sulit

Jika saja Manchester United gagal meyakinkan Pogba memperpanjang kontrak, maka mereka sudah tidak memiliki pilihan lain selain menjualnya di musim panas ini. Kontrak Pogba di Old Trafford berakhir pada musim panas tahun 2021. Untuk itu mereka harus menjualnya musim depan jika tidak mau kehilangannya secara cuma-cuma.

Alexis Sanchez Sudah Yakin Tinggalkan MU

Alexis Sanchez Sudah Yakin Tinggalkan MU

Onestopfootball.net – Sebagai bek yang kokoh Alexis Sanchez sudah memulai babak barunya bersama Inter Milan. Dia meninggalkan Manchester United sebagai salah satu usaha memperbaiki kariernya yang terus merosot.

Kepergian Sanchez tak mengejutkan, MU sudah lama ingin melepas pemain dengan gaji terbesar itu. Anehnya, Sanchez hanya di pinjamkan selama satu musim tanpa opsi pembelian permanen.

Masalah finansial mungkin jadi batu sandungan utama. Selama bernegosiasi, Inter dan MU tidak bisa menemukan jalan tengah untuk transfer Sanchez. Akhirnya peminjaman dianggap sebagai opsi terbaik saat ini.

Sanchez sendiri disebut ingin bertahan, tapi dia berubah pikiran usai berbicara empat mata dengan Ole Gunnar Solskjaer. Apa kiranya isi pembicaraan tersebut?

Ucapan Solskjaer

Menurut Daily Star, Sanchez ngotot pergi karena ketegasan Solskjaer. Kala itu, Solskjaer menegaskan bahwa Sanchez hanya akan bermain di Liga Europa dan piala domestik jika tetap bertahan di MU.

Intinya, tidak akan ada panggung Premier League untuk Sanchez. Keputusan Solskjaer ini bisa jadi tepat, Sanchez hanya bisa mencetak tiga gol sejak tiba dari Arsenal tahun lalu.

Baca Juga : Kalimat Lionel Messi yang Mengisyaratkan Kerinduan pada Cristiano Ronaldo

Tak hanya itu, Sanchez pun disebut sebagai sosok yang menyebabkan perpecahan dalam ruang ganti MU. Gaji besar Sanchez jadi masalah utama, bintang MU lainnya iri dengan kenyamanan yang didapatkan Sanchez.

Komitmen Solskjaer

Sejak awal, Solskjaer berkomitmen untuk menyingkirkan pemain-pemain yang hanya jadi beban. Sanchez adalah contoh jelas ketegasan Solskjaer sebagai pelatih.

Terbukti, MU bahkan rela patungan dengan Inter untuk membayar gaji Sanchez. Semuanya demi mewujudkan harapan Solskjaer menciptakan skuad harmonis yang bertujuan sama.

Selain Sanchez, saat ini kabarnya Chris Smalling sedang menuju pintu keluar Old Trafford. Hengkang ke AS Roma muncul sebagai klub terdepan mendapatkan tanda tangan bek Inggris itu.

Kalimat Lionel Messi yang Mengisyaratkan Kerinduan pada Cristiano Ronaldo

Kalimat Lionel Messi yang Mengisyaratkan Kerinduan pada Cristiano Ronaldo

Onestopfootball.net – Kabar terbaru dari dua pemain sepakbola dunia yaitu Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo cukup menarik perhatian para fans mereka. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo tak segan menyampaikan kekaguman terhadap satu sama lain. Dua pemain terbaik di dunia ini kembali membuat kejutan pada ajang drawing Liga Champions, Kamis (29/8/2019) lalu. Messi dan Ronaldo masuk dalam kandidat UEFA Best Player of the Year, meski pada akhirnya keduanya gagal menyaingi Virgil van Dijk. Biar begitu, masuk dalam tiga besar sudah cukup menunjukkan kualitas mereka.

Ini bukan pertama kalinya Messi dan Ronaldo bersaing dalam penghargaan pemain terbaik, entah apa namanya. Mereka berdua terus mendominasi wajah sepak bola dalam 15 tahun terakhir dan mungkin masih terus berlanjut. Pada kesempatan tersebut, Messi mengakui peran Ronaldo dalam kariernya.

Duel Abadi

Selama bertahun-tahun, persaingan Messi dan Ronaldo mudah diamati karena keduanya bermain untuk dua klub terbaik di dunia. Kini, tepatnya sejak musim lalu, persaingan mereka cukup renggang karena Ronaldo pindah ke Juventus.

Kendati demikian, Messi tak segan mengakui peran Ronaldo semasa masih bermain di Spanyol. Dia tahu keberadaan Ronaldo membuat permainannya jadi lebih baik. “Dahulu menyenangkan bisa mendapati Cristiano di La Liga, khususnya karena dia bermain di Real Madrid,” kata Messi.

Baca Juga : Komentar Suarez Mengenai Neymar Yang Katanya Akan Kembali Ke Barcelona

“Sekarang, dia bermain bersama klub hebat lainnya dan kami mengamatinya dari Spanyol.” Messi tampaknya merindukan keberadaan Ronaldo di La Liga, ketika mereka berdua bisa mendorong satu sama lain.

Rivalitas Terbaik

Ronaldo juga banyak berbicara pada kesempatan ini. Dia terang-terangan memuji kemampuan Messi dan mengaku bisa mencapai level sebaik ini karena peran Messi. Bagi Ronaldo, rivalitasnya dengan Messi adalah rivalitas terbaik dalam sejarah sepak bola. Belum pernah sebelumnya ada dua pemain yang saling mendorong selama 15 tahun terakhir.

Sayangnya, dua pemain itu tak lagi muda, Ronaldo dan Messi tidak bisa bermain selamanya. Jadi, ketika fans mereka saling menghina, Ronaldo dan Messi bakal menikmati beberapa tahun sisa karier mereka untuk meraih prestasi.

Komentar Suarez Mengenai Neymar Yang Katanya Akan Kembali Ke Barcelona

Komentar Suarez Mengenai Neymar Yang Katanya Akan Kembali Ke Barcelona

Onestopfootball.net – Luis Suarez secara pribadi mendukung teman dan mantan rekan setimnya, Neymar untuk mendapatkan kebebasan memilih. Dukungan Suarez ini terkait dengan rumor kepulangan Neymar ke Barcelona. Sejak awal bursa transfer, Neymar dikabarkan ingin pulang ke Camp Nou. Barca pun menyanggupi dan baru benar-benar bergerak sepekan terakhir. Negosiasi alot, PSG memasang tuntutan tinggi.

Tenggat transfer Eropa bakal ditutup dua hari ke depan. Artinya, waktu semakin menipis. Barca harus segera menemukan cara untuk memenuhi permintaan PSG atau mencoba merayu juara Prancis itu. Suarez, di sisi lain, lebih mengkhawatirkan kondisi Neymar.

Tetap Tenang

Sebagai sesama pemain, Suarez tahu saat ini Neymar menghadapi momen sulit. Negosiasi transfer berpotensi menjadi masalah untuk pemain. Suarez berharap Neymar bisa mendapatkan ketenangan. “Saya tahu ini merupakan masa-masa yang sulit untuk Neymar,” buka Suarez

Baca Juga : Manchester United Dapat Masalah Baru Karena Ditinggal Lukaku

“Dia harus dibiarkan sendiri bersama orang-orang kepercayaannya untuk memutuskan apa yang sebenarnya dia inginkan.” Perkataan Suarez ini secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa bukan hanya Barcelona yang mendekati Neymar. Real Madrid dikabarkan terus mengawasi situasi ini.

Tidak Pergi

Lebih lanjut, Suarez buka suara tentang rumor kepindahannya dari Barcelona. Dia membantah semua kabar burung tersebut. Suarez hanya mau bertahan dan membantu klub terbaik di dunia itu. “Saya tidak pernah mempertimbangkan meninggalkan Barcelona. Saya di sini untuk membantu klub, saya berada di tim terbaik di dunia,” sambung Suarez.

Dia pun mengutarakan hasratnya untuk terus membantu timnas Uruguay. “Saya sudah menjuarai Liga Champions [bersama Barca] dan Copa America bersama Uruguay. Saya tidak bisa meminta lebih. Suarez bakal bertahan cukup lama untuk timnas,” tandasnya.

Kalian sebagai fans atlit bola tersebut, tim manakah menurut kalian yang lebih pantas di singgahi oleh neymar? akankah neymar dapat kembali ke tim lamanya yaitu barcelona? atau dia akan tetap bermain di club nya sekarang yaitu PSG? Atau kah Real Madrid yang sedang mengawasi akan bergerak cepat untuk memperebutkan neymar? Kita simak aja terus ya guys mengenai kelanjutannya.

Nainggolan Pilih Gabung Klub Cagliari

Nainggolan Pilih Gabung Klub Cagliari

Onestopfootball.net – Nainggolan sudah belajar bahwa dia tidak termasuk dalam rencana pelatih baru Inter, Antonio Conte. Karena itu, Nainggolan menemukan klub baru di bursa transfer musim panas ini.

Gelandang Inter Milan Radja Nainggolan meninggalkan klub untuk bergabung dengan Cagliari dengan status pinjaman hingga akhir musim. Nainggolan sebelumnya menghabiskan empat tahun bersama Cagliari.

Nainggolan melakukan debut seniornya bersama klub Italia Piacenza pada 2006 setelah menghabiskan dua tahun bersama tim junior mereka. Dia pindah ke Cagliari pada tahun 2010.

Pada periode pertamanya bersama Cagliari, Nainggolan membuat 137 penampilan dan mencetak 7 gol. Setelah itu, dia bergabung dengan AS Roma pada tahun 2014.

Setelah empat tahun bersama AS Roma, Nainggolan pindah ke Inter Milan. Pada musim 2018-19, mantan pemain internasional Belgia itu membuat 36 penampilan dan mencetak 7 gol.

Pernyataan Cagliari
Cagliari secara resmi mengumumkan bahwa mereka sudah merekrut Radja Nainggolan dengan status pinjaman hingga akhir musim. Pemain berusia 31 tahun itu kembali ke Cagliari sejak meninggalkan tim untuk AS Roma pada 2014.

Baca juga : Mengapa Real Madrid Makin Merosot Walau Pelatih Sama

Senang Kembali
Nainggolan merasa sangat senang bisa kembali ke Cagliari. Sang gelandang memang punya rencana untuk kembali ke klub tetapi tidak menyangka kepindahannya akan terjadi pada musim panas ini.

“Saya senang, ada antusiasme yang luar biasa,” kata Nainggolan.

“Saya selalu ingin kembali tetapi saya tidak berpikir kembalinya akan terjadi tahun ini, tetapi saya senang hal itu terjadi. Tidak sulit untuk memilih Cagliari walaupun saya memiliki tawaran yang lain.”