Pemain MU Yang Mengecewakan Solskjaer

Pemain MU Yang Mengecewakan Solskjaer

Onestopfootball.net – Pelatih MU Ole Gunnar Solskjaer harus puas ketika Manchester United bermain imbang 1-1 dengan Arsenal pada pekan ke-7 Premier League 2019/20, Selasa (1/10/2019) dini hari WIB kemarin. MU sudah berjuang maksimal, tapi pada akhirnya hanya bisa meraih satu poin.

MU sudah tampil sebaik mungkin pada pertandingan tersebut. Pasukan Solskjaer menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang beberapa kali memaksa Bernd Leno membuat penyelamatan akrobatik.

Sayangnya, Solskjaer tidak bisa menurunkan skuat terbaiknya karena sejumlah alasan. Misalnya Aaron Wan-Bissaka yang cedera atau pemilihan Andreas Pereira yang justru menghambat MU. Pergantian pemain ini memaksa MU gagal menang, sayangnya ada dua pemain mereka yang tampil di bawah standar. Siapa saja? Berikut dibawah ini dua pemain yang mengecewakan Solskjaer pada laga terakhir mereka kemarin.

Ashley Young
Pertama, Ashley Young. Pemain 34 tahun ini sudah jelas bukan pilihan utama MU lagi. Dia mendekati akhir kariernya dan keputusan memberikan kontrak baru terhadap Young tahun ini jelas tidak menguntungkan MU.

Young memang sudah memberikan yang terbaik untuk MU selama bertahun-tahun, tapi usia tidak bisa dibohongi. Permainannya buruk, tidak pantas untuk standar Premier League. Terbukti, pada laga tersebut, Young kerepotan mengatasi pergerakan Nicolas Pepe dan Pierre-Emerick Aubameyang. Dia nyaris gagal menyamai kecepatan dua pemain tersebut. Juga, ketika MU berusaha melancarkan serangan balik, bola lebih sering tertahan di kaki Young. Dia tidak bisa menyamai kecepatan pemain MU lainnya.

Baca Juga : Pemain Juventus Yang Buat Maurizio Sarri Terkejut

Jesse Lingard
Pemain bermasalah lainnya adalah Jesse Lingard. Dia tidak lagi muda, tapi tetap saja dianggap sebagai salah satu pemain MU untuk masa depan. Lingard belum berkontribusi apa pun sejak awal musim. Tidak ada gol, tidak ada assists. Jelas catatan ini buruk bagi pemain yang seharusnya membantu serangan tim.

MU membutuhkan kreativitas, Lingard dituntut melakukannya. Namun, sejak akhir musim lalu, performa Lingard justru semakin merosot. Dia terus diberi kesempatan tapi terus mengecewakan Solskjaer. Pada akhirnya, bukan tidak mungkin Lingard tergeser ke bangku cadangan.

Pemain Juventus Yang Buat Maurizio Sarri Terkejut

Pemain Juventus Yang Buat Maurizio Sarri Terkejut

Onestopfootball.net – Maurizio Sarri belum lama melatih klub raksasa Italia, Juventus. Dalam rentang waktu singkat, ada satu pemain Bianconeri yang membuatnya terkejut. Dia adalah Aaron Ramsey. Gelandang asal Wales tersebut merupakan sosok baru di Turin. Ia tiba saat masa kontraknya bersama klub sebelumnya, Arsenal, selesai pada bulan Juni kemarin.

Dalam beberapa pertandingan awal, Ramsey masih harus berjuang mendapatkan kesempatan bermain dari Sarri. Namun begitu diberi peluang, ia langsung menyuguhkan permainan yang membuat para penonton terpukau.

Laga debutnya menurut Situs Judi Bola, Aaron Ramsey sebagai starter terjadi pada bulan September lalu, tepat saat Juventus bertemu Verona di ajang Serie A. Ia langsung mencetak gol dan sejak saat itu, namanya tak pernah lagi absen dari starting XI yang diusung oleh Sarri.

Ramsey Mengejutkan Sarri
Kemungkinan besar Ramsey akan kembali tampil dalam laga pekan kedua fase grup Liga Champions yang berlangsung pada hari Rabu (2/10/2019). Pertandingan tersebut digelar di markas Juventus, Allianz Stadium.

Dalam konferensi pers jelang laga, Sarri menyempatkan diri untuk mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pria berumur 28 tahun itu. Sarri mengaku terkejut dengan bagaimana Ramsey bisa terintegrasi dengan pemain Bianconeri lainnya dalam waktu singkat.

“Dia bermain dengan baik, namun masih ada ruang perkembangan. Saya dikejutkan oleh kecepatannya dalam berintegrasi,” tutur Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.

Baca Juga : Prinsip Jurgen Klopp Membuat Liverpool Semakin Kuat

Juventus Sedang Berkembang
Di kesempatan yang sama, Sarri juga memberikan komentarnya soal performa Juventus dalam dua pertandingan terakhir. Partai yang di mana Ramsey juga turut terlibat dan memberikan penampilan apik.

“Kami bermain lebih baik melawan SPAL ketimbang Brescia namun, di luar dari permainan, apa yang membuat saya tenang adalah sikap dalam sesi latihan,” tambahnya.

“Itu membuat saya berpikir bahwa kami memang ditakdirkan untuk berkembang. Sekarang kami harus tumbuh dari segi kecepatan permainan kami serta penyelesaian akhir,” tandasnya.

Juventus meraih kemenangan yang penting dari dua laga tersebut. Kini mereka sedang bertengger di peringkat dua klasemen Serie A dengan koleksi 16 poin tanpa kekalahan. Terpaut dua angka dari pemuncak klasemen, Inter Milan.

Prinsip Jurgen Klopp Membuat Liverpool Semakin Kuat

Prinsip Jurgen Klopp Membuat Liverpool Semakin Kuat

Onestopfootball.net – Pelatih Liverpool Jurgen Klopp tak mau Liverpool terbuai dengan berbagai pujian terkait laju positif mereka di Premier League 2019/20 ini. Dia hanya ingin pemainnya bersiap seperti biasa, fokus pada pertandingan satu per satu.

The Reds masih sempurna dengan 21 poin dari 7 pertandingan di Premier League sejauh ini. Dihitung dengan kemenangan musim lalu, mereka mendekati rekor Pep Guardiola dengan 18 kemenangan beruntun. Juga mendekati rekor Chelsea-nya Jose Mourinho dengan 9 kemenangan beruntun sejak awal Premier League.

Biar begitu, Klopp tidak mau timnya hilang fokus. Rekor hebat, tapi hanya angka. Bagi Klopp, yang terpenting adalah pertandingan berikutnya. Dia mau timnya benar-benar fokus pada pertandingan selanjutnya. Karena Prinsip Klopp itulah Liverpool semakin kuat.

Prinsip Fokus Ala Klopp
Liverpool yang sekarang layak dianggap sebagai salah satu tim terkuat di Eropa. Selalu ada cerita di balik kemenangan mereka, tapi Klopp tidak mau timnya gagal fokus.

“Selalu ada cerita yang bisa Anda ciptakan. Pada kasus kami, selalu tentang berapa banyak pertandingan yang sudah kami menangkan. Bahkan ketika orang-orang tidak mengatakannya, mereka berpikir bakal ada momen ketika kami kalah,” kata Klopp kepada Goal internasional.

“Ketika kami menghadapi Salzburg atau Leicester, mereka akan bicara tentang terakhir kali kami kalah dalam pertandingan kompetitif di Anfield. Namun, kami tidak mendengarkan itu.”

“Kami berusaha memaksimalkan situasi yang kami hadapi saat ini. Begitulah adanya,” lanjutnya.

Baca Juga : Paul Pogba Tolak Perpanjang Kontrak di Manchester United

Jeda Internasional
Liverpool bakal menghadapi dua pertandingan lagi sampai akhir pekan ini sebelum berhenti sejenak untuk jeda internasional. Seperti biasa, Klopp berharap pemainnya tetap fit saat kembali nanti.

“Setelah ini ada jeda internasional dan semoga semua pemain kembali dalam keadaan sehat. Itulah yang paling penting,” sambung Klopp.

“Sadio Mane dan Mohamed Salah akan saling berhadapan di Singapura, jelas pertandingan yang sangat menarik, bukan kualifikasi atau semacamnya.”

“Jadi,semoga setiap pemain pulih dalam kondisi fit dan kami akan mencoba bersiap menghadapi Manchester United,” tutupnya.